CAHAYA MATAHARI BERSINAR terik di hamparan langit sore. Wilona menatap gedung-gedung pencakar langit yang terpampang di hadapannya. Sorot matanya menerawang. Dia berusaha untuk tetap tenang meskipun baru mendengar berita buruk mengenai laporan dari kepolisian.
Skenario buruk yang selama ini dikhawatirkan ternyata benar-benar terjadi. Dua hari lalu, Retno dan tim hukumnya telah melaporkan Jonathan. Laporan tersebut bukan sekadar aduan, tetapi juga disertai bukti dan data-data konkrit atas pelanggaran hukum yang dilakukan pria itu.
Berdasarkan pengalaman Retno dalam menangani kasus seperti ini, selama masa penyelidikan seharusnya pihak berwajib meloloskan laporan dan bukti tersebut. Mereka baru akan menginvestigasi lebih lanjut pada masa penyidikan ketika pihak yang dilaporkan diminta untuk ikut memberi keterangan.
Pelaporan dan penyelidikan hanyalah langkah awal dari panjangnya rangkaian proses hukum pidana. Setelah melalui masa penyelidikan pun, pihak terlapor belum tentu dapat ditetapkan sebagai tersangka. Kalau tidak ditetapkan sebagai tersangka, mereka takkan bisa melanjutkan proses hukum hingga ke pengadilan.
Jalan menuju pengadilan itu masih panjang. Wilona tahu, dia akan sangat dipersulit dalam masa pelaporan ini. Akan tetapi, dia tidak menyangka bahwa batu sandungan itu langsung menghalanginya di awal rangkaian proses hukum ini. Jonathan seolah telah menjegalnya dari awal. Dia takkan dapat menuntutnya di pengadilan jika pihak kepolisian tidak menganggap valid bukti darinya.
Wilona merasakan rambatan pening di kepala ketika mendengar kabar baru ini. Dia menyugar rambutnya ke belakang dan membenarkan posisi ponsel di dekat telinga.
"Mereka bahkan nggak berusaha buat menutupi kecurangan ini," ujar Wilona dengan nada lelah. "Laporan dari kita baru masuk dua hari lalu. Dan mereka langsung mengabari hasilnya dua hari setelahnya. Jangka waktu ini sangat nggak masuk akal. Aku tanya kamu, Re, biasanya masa penyelidikan bisa memakan waktu sampai berapa lama?"
"Untuk kasus seperti ini, seharusnya penyelidikan paling cepat selesai satu sampai dua minggu. Durasinya bisa lebih lama lagi kalau mereka butuh verifikasi lebih lanjut," timpal Retno melalui sambungan telepon. "Penyelidikan yang selesai cuma dua hari itu sangat kecil kemungkinannya, apalagi kasus kita termasuk kasus yang kompleks. Kalau gini, udah sangat jelas kalau kita lagi dipermainkan. Aku dan timku hampir nggak percaya waktu dapat kabar ini."
Wilona mendengar pengacaranya menghela napas berat.
"Dia kelihatannya lagi mengejek kita," tambah Retno. "Aku tahu, dia seculas itu. Tapi, sampai menghalangi kita di awal pelaporan gini ... pathetic. Dia sebesar itu obsesinya ke kamu," ucap Retno lagi, nada suaranya menyiratkan rasa kesal. "Kabar baiknya, kita masih bisa mengklarifikasi ini. Kemarin, cuma aku dan timku yang menyerahkan laporan itu. Untuk follow up-nya, aku mau kamu ikut kami ke kepolisian. Biar kami bisa sekalian mendengar argumen yang membuat mereka memutuskan hasil konyol ini. Minggu depan, kamu bisa meluangkan waktu buat ikut kami, Wilo?"
Wilona menyanggupi permintaan pengacaranya. Dia menyebutkan hari tertentu. Untuk rincian waktunya, dia akan mengabari Retno lagi.
Si pengacara menyetujui jawaban Wilona. Pembicaraan tersebut selesai tak lama setelahnya.
Wilona memijat pelan pelipisnya begitu sambungan telepon terputus. Dia mendekati meja dan kursi kerja, kemudian duduk di sana. Wilona meletakkan ponsel di dalam laci, lalu meraih gelas berisi teh yang telah dingin. Dia meraup rambutnya ke belakang selagi menopang kedua lengannya di atas meja.
Pasca pengiriman bunga itu, benda-benda lain kembali mendatanginya. Akan tetapi, tak seperti minggu lalu, dia tidak menerimanya secara langsung. Sekarang dia hanya mendengarnya dari para sekuriti. Mereka berujar bahwa ada paket-paket mencurigakan lain yang ditujukan untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Glasses [END]
RomanceBook 4 Indonesian Bachelor Series ** Luka dan sakit di masa lalu membuat Wilona pesimis dengan sebuah pernikahan. Baginya yang sempat gagal dan sedang dalam masa pemulihan, pernikahan tidak lagi sakral. Pernikahan bukan lagi benang yang akan memper...
![Broken Glasses [END]](https://img.wattpad.com/cover/361048098-64-k868825.jpg)