78 ; Pertanyaan

7.4K 877 61
                                        

DUA MINGGU SUDAH sejak acara kumpul keluarga di rumah Gema dan Gala berlangsung. Selama dua minggu itu, Nares juga terus memantau perkembangan kasus hukum Jonathan. Pekan kemarin, proses penyidikan masih berlanjut. Nares tak mendengar kemajuan yang berarti. Baru pagi ini dia mendengar berita mengenai Jonathan yang pada akhirnya ditetapkan sebagai terdakwa dan akan mulai menjalankan sidang perdana.

Siang tadi, Wilona juga sempat mengabari mengenai kuasa hukum Candrakusuma yang menghubunginya. Sesuai dugaan, mereka menginginkan Wilona untuk kembali terlibat dengan permasalahan hukum Jonathan. Nares bisa mendengar sirat kepanikan dalam suara Wilona ketika mereka bertelepon. Kembali dihubungi oleh pihak yang berkaitan dengan si mantan suami pasti masih berdampak pada kondisi psikisnya.

Nares mencoba menenangkan Wilona melalui telepon. Dia juga sudah meminta kuasa hukumnya untuk balik menghubungi pengacara Jonathan. Wilona memiliki banyak justifikasi untuk tidak ikut diseret pada kasus mantan suaminya. Nares telah memastikan kuasa hukumnya untuk menyampaikan ini. Negosiasi itu pastinya berlangsung alot karena Jonathan kentara sekali ingin kembali melibatkan Wilona ke dalam permasalahannya.

Untung saja, satu jam yang lalu Nares mendapatkan kabar baik. Pengacaranya menyampaikan bahwa Wilona berhak untuk menolak permintaan Jonathan, bukan hanya karena keterlibatannya berpotensi untuk membuka kasus lain yang makin menyudutkan pria itu, tetapi juga karena keadaan fisik Wilona melonggarkannya untuk menolak kesaksian hukum.

Nares bisa menyampaikan kabar ini di rumah. Namun, untuk suatu alasan, dia ingin segera menemui perempuan itu. Atas dasar itulah dia menghampiri kantor sang istri. Nares memutuskan untuk menjemput sosok itu sendiri alih-alih membiarkan sang sopir melakukannya. Wilona sendiri tak menduga kedatangan Nares. Dia terlihat cukup terkejut ketika dikabari bahwa sang suami sudah berada di lobi.

Beberapa kolega kerja Wilona turut menyapanya ketika mereka secara tidak langsung ikut melihatnya. Wajah dan nama Nares tampaknya sudah familier di tempat ini. Wilona ternyata sama sekali tidak mencoba menyembunyikan pernikahan mereka. Nares mengulas senyum tipis ketika memikirkannya. Dia membalas sapaan kolega kerja Wilona dengan anggukan, kemudian dia segera menghampiri Wilona yang sedang berjalan ke arahnya.

"Barusan banget aku minta Pak Budi buat jemput," kata Wilona begitu menghampirinya. "Kamu nggak ngabarin mau mampir ke sini."

"Aku udah kontak Pak Budi tadi. Dia pasti ngerti."

Wilona menaikkan alis. Dia lalu mengangguk.

"Nggak nyangka aja aku, soalnya kantor kamu 'kan jauh," balasnya selagi mereka berjalan ke luar gedung. Dia menoleh pada Nares. "Kamu khawatir sama aku?" tembaknya langsung.

Nares menoleh sekilas. Dia mengembuskan napas pelan.

"I just feel the need to check on you myself," timpal Nares. Dia merogoh saku dan mengambil kunci mobilnya. "Setelah ditelepon begitu, siapa juga yang nggak khawatir?"

Wilona terdiam sesaat. Dia lalu mengulas senyuman lemah.

"Tadi siang aku emang agak panik. Tapi, bukan berarti aku serapuh itu sampai harus dijemput begini."

"Better safe than sorry," balas Nares kemudian. Dia melirik sang wanita. "Dan udah lama juga aku nggak ke sini. Kukira orang kantormu nggak akan kenal aku. Tapi, kayaknya mereka udah tau hubungan kita."

"Are you pleased with that?" Wilona kini bertanya dengan nada terhibur. "Senang kalau orang-orang di sekitarku tau kalau kamu itu suamiku?"

Nares mendengkus pelan ketika mendengar ledekan Wilona. Dia menekan tombol kunci dan membukakan pintu untuk sang wanita.

"Pasti. Kalau gini aku nggak perlu repot-repot mengenalkan diri ke mereka."

"Well, hampir semua orang kantor tau siapa itu kamu dan keluargamu. Nggak mungkin kalau mereka nggak kenal kamu." Wilona menoleh pada Nares, dia lalu mengangkat telapak tangannya dan menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya. "Dari awal kita menikah, aku juga udah selalu pakai ini. Mereka tau kalau aku udah menikah lagi."

Broken Glasses [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang