"AKU MAU MENIKAHI kamu," kata Jonathan, tiap tutur katanya masih amat diingat Wilona. "Tahun kemarin, kamu memang baru lulus kuliah, tapi kamu jangan takut. Kita udah lama kenal. Kita juga udah pacaran selama hampir lima tahun, sejak kamu masuk kuliah. Aku udah yakin sama kamu. Dan sebaliknya. Selama ini, kamu udah kasih banyak ke aku. Aku sekarang mau lebih menerima kamu, bertanggung jawab atas kamu, seperti yang sempat kusebutin setelah kamu kasih pengalaman pertamamu ke aku. Sekarang, I want to make it official. Will you marry me, Wilona Elga Winanta?"
Seruak bahagia dan ragu adalah rasa yang memenuhi benaknya ketika mendengar lamaran itu.
Wilona masih berusia dua puluh tiga. Dia baru menyelesaikan pendidikan tinggi di kampus desain dan seni ternama di Singapura. Masa depan yang cerah menunggu di depan sana, sebuah harapan dan perencanaan untuk menciptakan produk dan merek pakaian lokal, impian untuk membangun bisnis fashion agar dia tak lagi perlu bergantung pada sang ayah.
Wilona bertemu Jonathan di Amerika Serikat, ketika dirinya sedang mengikuti pertukaran pelajar SMA dan sang pria sedang menjalani pendidikan sarjana di tahun keduanya. Usia mereka terpaut dua tahun. Mereka saling mengenal karena sama-sama tergabung dalam ikatan pelajar Indonesia dari yayasan yang menyediakan pendidikan sekolah dan kampus.
Wilona masih lugu ketika pertama bertemu Jonathan. Dia masih berusia tujuh belas, sementara sang lelaki berusia sembilan belas. Jarak usia dua tahun seharusnya tidak akan menjadi masalah ketika mereka sudah dewasa. Wilona tidak tahu bahwa didekati seorang lelaki yang sedikit lebih tua darinya, dengan dia yang baru menginjak usia tujuh belas, membuatnya mudah terbawa bujuk rayu yang disampaikan.
Jonathan mengenalkannya pada berbagai pesta khas anak-anak muda di negara Paman Sam. Dia seakan melindunginya, dari tangan-tangan mesum yang ingin menyentuhnya, walau pada tahun berikutnya—ketika masa pertukaran pelajar Wilona habis—pria itu mengambil ciuman pertamanya dan mereka resmi berpacaran setelah Wilona berusia delapan belas.
Jonathan adalah pria pertama yang menyatakan rasa suka kepadanya. Dia adalah sosok pertama yang menuturkan kalimat-kalimat manis dan belaian sensual yang membuat detak jantungnya berdebar kencang.
Pria yang menyatakan perasaannya memang sosok yang bebas. Wilona tahu, betapa sukanya Jonathan mengunjungi pesta dan kelab malam. Dia tahu, betapa sukanya sosok itu dengan keramaian.
Kesendirian yang Wilona rasakan, akibat perceraian orang tua di masa kecilnya serta ketiadaan saudara yang mau mengakrabkan diri dengannya, membuatnya menerima uluran tangan Jonathan yang menariknya ke dalam gemerlap dunia itu.
Jonathan selalu membela Wilona jika kawan-kawannya mengocehkan candaan yang tidak senonoh. Dia selalu terlihat baik dan sempurna. Jonathan selalu ada di sisinya ketika dia membatasi lingkup pertemanan karena tidak nyaman dengan kehadiran orang asing. Jonathan selalu mendengar cerita tentang pencapaian barunya ketika dia tak memiliki orang yang bersedia untuk mendengarkan.
Jonathan selalu ada, meskipun terkadang ketika dia mengunjunginya di Singapura, dia pulang malam dalam keadaan mabuk. Hanya saja, selama lima tahun masa pacaran itu, Wilona tidak melihat kejanggalan yang berarti karena dunia malam dan minuman beralkohol bukanlah sesuatu yang sepenuhnya asing.
Kawan-kawannya di kampus menganggapnya sebagai hal biasa. Pengalamannya di Amerika Serikat, makin menunjukkan bahwa Jonathan masih tergolong normal dibanding kebebasan orang lain di luar sana.
Wilona selalu melihat Jonathan dari sisi positif. Dia menyukai perhatian yang dicurahkan lelaki itu. Dia menikmati perlakuan spesial yang didapatnya, momen ketika Jonathan ingin memantau kondisinya, dan memintanya untuk selalu memberi tahu aktivitas dan orang-orang yang bersinggungan dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Glasses [END]
RomansaBook 4 Indonesian Bachelor Series ** Luka dan sakit di masa lalu membuat Wilona pesimis dengan sebuah pernikahan. Baginya yang sempat gagal dan sedang dalam masa pemulihan, pernikahan tidak lagi sakral. Pernikahan bukan lagi benang yang akan memper...
![Broken Glasses [END]](https://img.wattpad.com/cover/361048098-64-k868825.jpg)