79; Sebuah Acara

6.9K 811 43
                                        

SELAIN BERKOLABORASI DENGAN Eluxa, perusahaan pakaian yang dikelola Wilona juga bekerja sama dengan Metro Karya, tepatnya Grand Metro—nama pusat perbelanjaan di bawah naungan bisnis sang ayah, Anthony Winanta.

Metro Karya dan Frimora sama-sama tergolong sebagai perusahaan retail. Namun, tak seperti Metro Karya yang sudah melebarkan bidang bisnis sehingga dapat membangun pusat perbelanjaan sendiri, Frimora belum memiliki gedung independen.

Dalam memasarkan produknya, mereka masih menyewa ruangan khusus di berbagai mal besar. Pertimbangan modal yang tidak sedikit juga terus mengurungkan niat Wilona untuk membuat pusat perbelanjaan sendiri untuk brand pakaiannya. Terlebih, bantuan yang diberikan Grand Metro tidaklah gratis. Sejak Frimora meluncurkan produk perdana, Grand Metro sudah menjadikan brand pakaian itu sebagai salah satu flagship pusat perbelanjaan mereka. Oleh karena itu, hampir semua produk terbaru Frimora akan selalu melibatkan Metro Karya.

Hasil kolaborasi Frimora dengan Eluxa kali ini tidaklah berbeda. Grand Metro kembali terlibat. Mereka akan kembali menjadikan produk buatan Frimora sebagai flagship terbarunya, sebuah produk utama yang pada batas waktu tertentu hanya dapat dibeli di pusat perbelanjaan Grand Metro. Mengikuti skema acara yang dibuat perusahaan ayahnya, Wilona harus rela untuk menggabungkan acara peluncuran produk ini dengan acara amal, sekaligus dengan peluncuran sebuah produk unggulan yang lain.

Penyelenggaraan acara ini juga sebagian besar dirancang oleh Grand Metro alih-alih dia dan timnya. Wilona tak perlu repot mengurus masalah logistik dan akomodasi. Dia hanya perlu menunggu undangan acara yang ternyata tidak diselenggarakan di Jakarta.

Alih-alih bertempat di ibu kota, acara peluncuran produk kali ini akan diadakan di Yogyakarta. Hal tersebut berdasarkan pada pertimbangan bahwa produk terbaru ini mengangkat tema budaya yang lebih kental dibandingkan produk pakaian lain yang lebih mengedepankan tren.

Keterlibatan Metro Karya pada acara ini juga membuatnya terasa seperti acara keluarga. Tak hanya dia dan Nares saja yang datang. Ayah dan kakak iparnya juga ikut hadir. Jika kedua orang itu hadir, otomatis mereka ikut mengajak pasangan mereka. Alhasil, seluruh keluarga Wilona jadi mendatangi acara ini, mulai dari ayah dan ibunya, kakak tiri dan kakak ipar, bahkan hingga keponakan.

Wilona berangkat dari Jakarta bersama dengan Nares dan Tabita alih-alih bersama dengan tim Frimora. Pada hari sebelum keberangkatan, dia sudah memberi tahu Diandra bahwa dia akan berangkat bersama keluarganya, serta menginap di hotel yang berbeda dengan mereka.

Frekuensi pertemuan Wilona dengan kedua orang tuanya tergolong jarang. Keadaan itu membuat ayahnya meminta dia untuk menginap di hotel yang telah dipesan khusus oleh Metro Karya. Wilona bergabung bersama Nares, Ezra, dan juga ayahnya. Dia baru akan menemui koleganya di tempat pertemuan. Untung saja Diandra dan timnya tidak keberatan dengan kondisi ini. Penanggung jawab utama pada peluncuran produk memang dipegang oleh Diandra, jadi tidak masalah jika Wilona baru menemui mereka di tempat acara.

Perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta hanya memakan waktu sekitar satu jam dengan menggunakan pesawat. Lama perjalanan ini memang tergolong pendek jika dibandingkan dengan perjalanan antar negara. Walaupun demikian, Wilona bisa melihat bersit antusiasme di wajah putrinya. Tabita tampak berseri-seri sepanjang perjalanan. Suasana hatinya sedang bagus. Dia juga sama sekali tidak mengeluh karena kelelahan ataupun hal lain.

Selama setahun ini, Wilona memang belum sempat mengajak putrinya liburan ke luar kota. Dia sudah menjanjikan liburan ke Singapura, tetapi dia terpaksa harus menundanya karena kesibukan. Sekarang adalah kali pertama Tabita kembali bepergian jauh. Dia terlihat sangat senang sampai melupakan fakta bahwa sekarang juga merupakan momen pertamanya bepergian dengan sang ayah tiri.

Broken Glasses [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang