Setelah memastikan suaminya istirahat dan tidur, Sunoo berjalan keluar dari kamar rawat. Dia sudah meninggal Blue hampir dua jam. Namun ternyata saat dia benar-benar sudah keluar dari kamar, pemandangan di bangku rumah sakit membuat sunoo terpaku untuk beberapa saat. Disana, Sunoo kira Blue sedang bersama bundanya tapi ternyata tidak. Blue sedang bersama ayahnya. Blue tertidur di gendongan ayahnya. Menyadari kehadirannya, ayahnya itu mendongak untuk melihatnya sebelum beberapa detik berikutnya kembali mengalihkan pandangan.
Sunoo menghela nafas pelan, kakinya melangkah mendekati ayahnya. Tanpa mengatakan apapun Sunoo duduk di samping ayahnya. Blue nampak tertidur pulas. Sunoo membuka tasnya dan mencari sesuatu yg dia butuhkan, sebuah salep. Lagi-lagi tanpa mengatakan apapun, Sunoo meraih tangan ayahnya. Dia memegang tangan besar itu, merasakan ayahnya menegang namun sunoo tidak mengindahkan itu. Dengan lembut Sunoo mengoleskan salep itu ke buku-buku jari ayahnya. Sepertinya ayahnya memang tidak main-main meninju enam orang itu sampai buku-buku jarinya sendiri terluka.
Mingyu mengepalkan tangannya. Dia tidak mengatakan apapun ketika kini sunoo tengah mengoleskan salep di lukanya. Mingyu merasakan hatinya masih keras, namun kenapa dia tidak menarik tangannya? Blue masih di gendongannya, sedari tadi anak ini tetap di gendongannya. Blue bahkan tertidur di gendongannya. Mingyu mengertakan rahangnya ketika merasakan setetes cairan bening jatuh di tangannya. Sunoo menangis lagi. Sialan memang. Sunoo yg cengeng itu selalu saja membuat hatinya teremas.
Sunoo mengigit bibirnya, dia tidak dapat menahan air matanya. Selalu seperti ini, Terkadang air matanya lebih dulu keluar sebelum kata-katanya yg keluar. Dia tidak berani menatap mata ayahnya. Kemarahan ayahnya membuatnya menciut dan merasa begitu rapuh. Ayahnya membesarkannya dengan penuh kasih sayang tanpa kemarahan sedikitpun, tanpa nada tinggi dan kata-kata kasar sedikitpun. Jadi sekarang coba bayangkan serentan apa sunoo pada kemarahan ayahnya.
"Ayah..." Panggilnya dengan suara serak bergetar. "Maafin sunoo, yah..." Sunoo memang cengeng, setelah itu dia menangis keras persis seperti anak kecil di depan ayahnya. "Ayahh... Hikss maafin sunoo."
Sunoo yg menangis adalah kelemahan terbesar Mingyu. Sedari dulu dia selalu kalut kalau sunoo sudah menangis. Sunoo menangis seperti anak kecil, benar-benar persis seperti anak kecil, ddeonu kecilnya. "Jangan nangis sunoo, nanti kamu bikin anakmu bangun."
Sunoo mengangkat wajahnya, memandang ayahnya dengan pandangan kabur oleh air mata. Meskipun begitu, Sunoo masih bisa melihat wajah tegas ayahnya. Lalu seperti yg selama ini dia lakukan, dia masuk kedalam pelukan ayahnya. Dia memeluk tubuh besar ayahnya. Sedari dulu, ketika menangis sunoo pasti menangis didalam pelukan ayahnya.
"Sttt udah. Nanti dadamu sesak." Mingyu mengelus bahu Sunoo. Pada akhirnya dia merangkul anaknya, mana mungkin dia mendorong anaknya menjauh. Mingyu bahkan dengan kesadaran penuh mencium puncak kepala Sunoo. Banyak sekali anak-anak yg meninggalkan orang tuanya, tapi jarang sekali orang tua yg meninggalkan anaknya. Para orang tua, mereka selalu seperti rumah yg akan senantiasa menyambut anaknya dengan tangan terbuka dan kasih sayang yg penuh.
Air matanya membasahi jaket depan ayahnya. Sunoo masih saja menangis dan sesegukan. "Ayah maafin sunoo, Gak?" Tanyanya sambil memeluk ayahnya kian erat.
"Udah jangan nangis lagi."
"Kan sunoo tanya, Ayah maafin sunoo? Ayah masih marah sama sunoo?"
Mingyu justru terkekeh pelan. Suara sunoo persis seperti suara anak kecil. Sunoo meminta maaf seperti ketika dulu saat dia bermain hujan sampai lupa waktu. "Menurutmu ayah bakal tetap marah kalau udah lihat kamu nangis kejer kayak gini?"
"Tapi kemarin ayah bilang kalau sunoo bukan lagi anak ayah... Hiksss." Jawab sunoo lagi dan tangisnya tak kunjung reda
"Lagian kamu kan yg ninggalin ayah, malah pergi sama para curut itu." Mingyu berdecak
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny || Kim.Sunoo
FanficSunooHarem Au!!!📌 Time traveler. Suatu keajaiban membawa sunoo kembali ke masa lalu demi mencegah kecelakaan itu. Sunoo seorang psikolog, kembali ke masa sekolahnya, saat dia masih kelas 2 SHS. Bertemu kembali dengan cinta pertamanya disana. Akanka...
