"Gyu... Kamu jangan gini..." Wonwoo menghentikan langkahnya ketika mereka sudah berada di dalam rumah. Langkah mingyu juga terhenti, lalu saat suaminya membalikkan badan dan menatapnya. Wonwoo memegang lengan suaminya. "Harusnya kamu gak ngomong kayak gitu..."
"Apa? Bilang kalau dia bukan lagi anak ku? Tapi nyatanya emang gitu kan. Dia bukan lagi anak ku saat dia lebih milih para bajingan itu." Nafas mingyu memburu tajam begitu juga dengan tatapannya.
Wonwoo mengigit bibirnya yg bergetar. "Gyu, Sunoo anak kita. Dia ddeonu kesayanganmu kan. Dia anak kita satu-satunya gyu..."
Tangan mingyu terkepal kuat. "Justru itu, Dia anak kita satu-satunya terus kenapa dia kayak gitu. Sejak kecil, kalau dia lihat aku... Dia pasti lari dan teriak manggil ayah. Bahkan di antara kita berdua, dia pasti lari ke pelukan aku. Tapi hari itu di Edinburgh, dia menikah tanpa seizin aku. Kamu tahu apa yg terjadi di sana hari itu?" Sebelumnya mingyu memang belum menceritakan apa yg terjadi di Edinburgh pada istrinya, karena setiap kali mengingat kejadian itu rasanya dia begitu terluka. "Aku teriak-teriak panggil namanya, aku lari ngejar dia. Tapi justru yg terjadi, dia malah megang tangan bajingan itu. Dia tetap lari meskipun udah lihat aku, dia ninggalin aku di Edinburgh dan memilih pergi sama para bajingan itu. Dia ninggalin ayahnya."
Ya Tuhan, sekarang wonwoo dapat melihat jelas sorot terluka di mata suaminya.
Mingyu kembali bicara. "Dia udah memilih Won, dia lebih pilih para bajingan itu. Gak guna juga aku ngomong, meski aku bilang ratusan kali kalau enam orang itu gak baik untuknya tapi anakmu itu pasti tetap milih mereka. Di antara banyaknya hal yg gak baik tentang mereka, Sunoo harusnya tahu betul kalau laki-laki yg baik gak bakal jauhin dia dari orang tuanya. We're done won... Tenang aja, aku gak akan ganggu kehidupan mereka."
Wonwoo tidak mampu mengatakan apapun lagi. Ketika suaminya berbalik dan melengakah pergi, pandangan wonwoo yg mengabur dapat melihat mata tajam suaminya yg berkaca-kaca.
Lalu bagaimana dengan perasaan wonwoo sendiri? Dia seorang ibu. Dia juga terluka, di dunia ini tidak ada orang tua yg baik-baik saja kalau anaknya pergi. Sunoo adalah permata hati mereka, Tapi lihatlah yg terjadi sekarang.
Wonwoo menarik nafas panjang, lalu kembali berjalan untuk membuka pintu. Apapun yg terjadi dia harus bicara dengan anaknya.
Ketika Wonwoo kembali membuka pintu, pemandangan yg dia dapati adalah Sunoo yg masih menangis.
"Bunda..." Suara sunoo serak memanggil bundanya, wajahnya basah oleh air mata.
Wonwoo berjalan mendekat. Bukan pada sunoo, tapi pada enam orang itu. Tangannya terangkat, dan tanpa dapat di cegah wonwoo melayangkan tamparan kuat di pipi mereka. Dia berhak marah. Sebagai ibu yg anaknya di bawa pergi dengan paksa oleh mereka.
Plak!!!
Plak!!!
Plak!!!
Plak!!!
Plak!!!
Plak!!!
Sunoo menutup mulutnya dengan tangan ketika bundanya melayangkan tamparan kuat pada enam orang itu. Sunoo tidak pernah melihat bundanya marah, bundanya selalu lembut dan tenang. Tapi kali ini bundanya jelas terlihat marah. Kemarahan berkobar di mata bak rubah yg sama persis sepertinya itu.
Mereka berenam merasakan panas pada sebelah wajah mereka yg bekas tamparan itu. Mereka juga tahu, itu adalah kemarahan seorang ibu. "Maafin kita Tante...."
"Kita tahu, Tante berhak marah. Tante bisa pukul kita sepuasnya." Sunghoon bicara dan menunduk, seolah benar-benar menyesal.
"Kita salah karena udah bawa pergi Sunoo." Jay juga bicara sambil menunduk
Heeseung mengepalkan tangannya. "Tapi apapun yg terjadi sekarang, Sunoo udah jadi istri kita. Dan kita saling mencinta."
"Kita cinta banget sama Sunoo, Tante..." Jake berdiri di sisi istrinya dengan Blue di gendongannya. "Sekarang kita punya Blue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny || Kim.Sunoo
Fiksi PenggemarSunooHarem Au!!!📌 Time traveler. Suatu keajaiban membawa sunoo kembali ke masa lalu demi mencegah kecelakaan itu. Sunoo seorang psikolog, kembali ke masa sekolahnya, saat dia masih kelas 2 SHS. Bertemu kembali dengan cinta pertamanya disana. Akanka...
