Ekstra Chapter

1.9K 137 181
                                        

SATU BULAN KEMUDIAN...

Cahaya matahari menelusup masuk di sela-sela jendela, angin berhembus membawa langsung aroma musim semi. Sinar matahari yg lembut itu menerpa halus tubuh telanjang Sunoo yg masih bergelung nyaman di ranjang. Dia masih terlelap, jika saja sinar matahari itu tidak mengusik tidurnya. Mata bak rubah itu terbuka, Sunoo menggeliat pelan sebelum bibirnya kembali keluarkan ringisan. Bagian bawahnya terasa nyeri dan perih. Sunoo berdiam beberapa saat kemudian pelan-pelan bangkit. Tangannya segera menggulung selimut untuk melilit tubuh telanjangnya. Astaga, terkadang sunoo merasa begitu premitif karena setiap bangun, dia selalu saja mendapati dirinya telanjang. Tidak ada lagi tubuh mulus bak porselen itu. Kini, tiap inci tubuhnya terdapat ruam jejak percintaan mereka sebagai tanda kepemilikan dari suaminya yg luar biasa posesif.

Apakah normal bercinta setiap malamnya? Tidak. Tidak normal. Tapi mau bagaimana lagi, Sunoo sadar dia menikah dengan kantong hormon berjalan. Suaminya yg cabul itu menggagahinya setiap malam ketika Blue sudah tidur. Benar-benar setiap malam tanpa absen sekalipun.

Sunoo menyandarkan badannya di dashboard, tangannya terulur untuk meraih ponselnya di nakas. Sunoo ingin memeriksa ponselnya, tapi ternyata dia salah ambil. Itu ponsel suaminya. Sebelum menukarnya kembali, sunoo tidak dapat menahan senyumnya ketika melihat wallpaper ponsel suaminya adalah fotonya dan Blue. Sunoo membuka galeri ponsel suaminya, lagi-lagi galeri itu penuh oleh fotonya juga foto Blue. Wajah bulat Blue memenuhi layar ponsel, Buntelan gembrot kesayangan mereka.

Setelah memeriksa ponselnya, Sunoo melirik jam yg menunjukkan pukul 7 pagi. Sunoo segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Jika kalian bertanya di mana Blue? Sudah jelas Blue sedang bersama enam orang itu. Pagi-pagi begini mereka pasti ada di Aquarium, melihat Orca. Ikan paus nya Blue itu sudah tiba dari tiga Minggu yg lalu. Maka setiap pagi selama tiga Minggu terakhir ini di sanalah mereka berada. Blue pagi-pagi sekali sudah bangun, bersemangat mengajak Daddy nya melihat Orca. Sunoo masih mengingat jelas bagaimana senangnya Blue saat melihat Orca pertama kali. Paus itu mereka panggil Orca. Dan Sunoo juga tahu bahwa Blue begitu menyukai Orca, terlihat jelas sekali.

Sekitar 25 menit kemudian, Sunoo selesai mandi juga berpakaian. Dia segera keluar dari kamar untuk menyusul anak dan suaminya. Aquarium itu terletak di bagian belakang mansion, butuh sekitar dua puluh menit berjalan kaki untuk sampai kesana.

Sunoo melewati taman belakang, taman hijau yg lebih mirip hutan buatan. Ingat tidak kalau enam orang itu berencana akan membuat kebun bintang untuk Blue? Nah maka sekarang tanah sekitar mansion mereka yg luasnya tidak kurang dari 20 hektar akan di sulap menjadi kebun binatang, dengan nuansa hutan hujan tropis. Sunoo suka dengan konsep itu, sunoo suka hutan. Rasanya seperti berada di hutan Amazon tapi yg ini versi yg lebih aman tentu saja. Aman, jika enam orang itu tidak aneh-aneh memasukkan hewan buas yg berbahaya dan menakutkan. Tapi pengertian berbahaya dan menakutkan sepertinya tidak ada di kamus mereka.

Sesampainya di sana, Sunoo tidak dapat menahan pekikan terkejutnya. Dia memegang dadanya dengan mata melotot. Bagaimana tidak, disana di bangku yg berada di dekat aquarium seekor Singa tengah mendusel pada Blue bahkan menjilati tangannya. Oh astaga, jantung sunoo rasanya mau copot. Tolong garis bawahi, kalau itu seekor Singa.

"Sayang... Kamu di sini." Enam orang tersenyum tanpa dosa memandang Sunoo

"Kak, bisa-bisanya kalian biarin Singa ini dekat-dekat sama Blue." Sunoo menatap ngeri ketika kini dia sudah berdiri dekat dengan suaminya.

"Kenapa? Lihat tuh, anakmu anteng aja." Jake meraih pinggang Sunoo dan mencium pelipis istrinya. "Lion juga jinak."

Lion, Singa ini datang bersamaan dengan Orca tiga Minggu lalu. Namun ini pertama kalinya Sunoo melihat Blue berdekatan dengan Lion. Berarti selama tiga Minggu terakhir, ini jugalah yg dilakukan suaminya membiarkan Blue bermain dengan Lion. Sunoo masih menatap horor, ngeri melihat ukuran Singa jantan itu.

Destiny || Kim.SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang