chapter 57

2K 149 263
                                        

Sunoo bangkit dengan tergesa ketika menyadari bahwa dia bangun kesiangan. Ohh astaga, Sunoo melilit tubuh telanjangnya dengan selimut. Mata bak rubah itu tertuju pada jam dinding yg sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Sunoo menelisik seluruh kamar yg ternyata hanya ada dirinya, tidak ada suaminya, Blue juga tidak ada. Sambil menghela nafas, Sunoo pelan-pelan turun dari ranjang. Ringisan keluar dari bilah bibirnya saat merasakan bagian bawahnya yg perih. Tidak perlu dipertanyakan lagi apa penyebab bagian bawahnya perih.

Tidak mau membuang waktu Sunoo segera melangkah ke kamar mandi. Dia mengisi bak mandi dengan air hangat dan berendam di sana selama beberapa menit. Sunoo memejamkan matanya lalu ingatan tentang semalam berkelabat. Setelah makan malam, seperti yg suaminya tawarkan, enam orang itu bersedia maskeran bersamanya, mereka juga menonton sambil menikmati ice cream. Dan yaa, karena Blue sudah tertidur nyenyak maka semuanya terjadi begitu saja. Untuk kesekian kalinya mereka berakhir di ranjang. Sunoo bahkan tidak bisa mengingat jelas bagaimana detail film yg mereka tonton ketika suaminya dengan ahli mencari kesempatan dalam kesempitan untuk mencumbunya. Suaminya yg cabul itu sepertinya memang sudah sangat mustahil sekali jika bisa membiarkan sunoo bernafas dengan tenang.

Aroma sabun yg segar membuat tubuh Sunoo lebih rileks. Sunoo memijat lembut tubuhnya sendiri, dan pipinya bersemu karena dia jadi teringat telapak tangan kasar suaminya yg membelai seluruh tubuhnya. Sunoo menepuk keningnya, sepertinya pikiran polosnya sudah terkontaminasi oleh kecabulan suaminya. Sunoo menggeleng pelan dan tersenyum geli. Sunoo segera menghalau pikiran tak senonoh itu dan dengan cepat menyelesaikannya ritual mandinya. Membilas seluruh tubuhnya, Sejak menikah pasti setiap pagi Sunoo harus keramas. Lagi-lagi itu karena suaminya.

Keluar dari kamar mandi, Sunoo mengeringkan tubuhnya dan masuk ke ruang pakaian dan segera berpakaian. Sunoo tidak mau jika nanti suaminya masuk ke kamar mendapatinya hanya dengan jubah mandi. Tidak, suaminya yg cabul itu... mereka pasti melakukan hal-hal yg tidak senonoh lagi.

Seperti biasa, Sunoo duduk di meja rias dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Sunoo menyisir rambutnya, berkaca dan melihat pantulannya sendiri. Rambutnya terlihat panjang, Sunoo ingin memotongnya tapi suaminya bilang kalau Sunoo terlihat sangat cantik dengan rambut panjangnya. Itulah kenapa sunoo tidak juga memotong rambutnya. Selesai dengan rambutnya, Sunoo beralih pada wajahnya. Waktunya memakai skincare siang. Pertama-tama Sunoo menggunakan toner, serum, moisturizer, cream siang, suncreen, dan terakhir lipbalm.

Ngomong-ngomong soal perawatan wajah maupun tubuh, Sunoo jadi ingat suaminya. Jika Sunoo menggunakan banyak perawatan dari ujung rambut sampai ujung kuku untuk mempertahankan kecantikannya, tapi enam orang itu... Ntah bagaimana caranya suaminya itu terlihat sangat cemerlang bahkan tanpa banyak usaha apapun. Mereka tidak menggunakan banyak perawatan. Sunoo tahu betul suaminya hanya mengunakan facial wash dan terkadang memakai moisturizer kalau ingat, tapi meskipun begitu kenapa kulit wajah mereka tetap bagus dan sehat? Maksudnya bahkan seingat sunoo mereka bahkan tidak pernah jerawatan. Enam orang itu sungguhan definisi terlahir tampan bahkan tanpa usaha apapun. Benar-benar membuat siapapun iri.

Bibir ranum itu tersenyum ketika menemukan sepiring nasi goreng yg sudah tersedia di atas meja berserta segelas susu. Sudah pasti suaminya yg menyiapkannya, tangan Sunoo mengambil catatan kecil yg ada di sana. Tulisan tangan suaminya terlihat rapi di catatan itu. Sunoo membacanya.

Morning My Sun, Istri kita yg paling cantik sedunia. Kita bawa Blue jalan-jalan bentar di taman. Selamat menikmati nasi goreng spesial buat istri kita yg paling spesial.

Suamimu yg paling tampan sedunia♡

Sunoo tidak dapat menahan senyum gelinya setelah membaca tulisan itu. Kemudian Sunoo duduk dan menikmati nasi gorengnya. Setelah banyaknya gagal percobaan memasak nasi goreng, akhirnya kemampuan memasak suaminya meningkat juga. Sekarang Sunoo bisa menikmati nasi goreng buatan mereka tanpa keasinan ataupun hambar. Nasi goreng buatan suaminya akhirnya bisa di makan. Pernikahan itu di jalankan untuk seumur hidup. Jadi kalimat itu benar, seumur hidup itu terlalu lama jika di habiskan dengan orang yg salah. Sejak menikah, hidup Sunoo hanya di isi oleh enam orang itu. Benar-benar hanya mereka, Suaminya bukan hanya merangkap sebagai suami tapi juga teman, itulah sebabnya Sunoo tidak merasakan kejenuhan sedikitpun meskipun hidup rasanya hanya berporos pada mereka. Dia menikah dengan orang yg tepat, begitulah pikir Sunoo. Suaminya mencintainya, memperlakukannya dengan sangat baik. Mereka benar-benar suami yg baik, suami yg bertanggung jawab. Istrinya ini bangun kesiangan, dan suaminya yg pengertian itu tidak membangunkannya. Mereka menjaga Blue, dan bahkan menyiapkan sarapan untuk Sunoo.

Destiny || Kim.SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang