Minggu sore, di kota jakarta seorang pria paruh baya dilanda kekhawatiran juga kebingungan pasalnya sosok menantu yang biasanya akan mengunjunginya minimal seminggu sekali itu tak juga muncul bahkan ini kali ke dua.
"Ibu, beneran nggak pernah usir nak Romy kan? Ko dia nggak pernah kesini lagi?" Tanya Ayah Abi yang sedang menikmati teh hangatnya di teras depan rumah.
"Nggak pernah yah"
Bukan tanpa alasan pertanyaan itu ditujukan untuk Ibu Nita, pasalnya istri dari Ayah Abi itu selama empat tahun ini masih belum bisa memaafkan Menantunya, sekeras apapun Romy mencoba untuk memohon maaf, jawaban mertua perempuannya itu tetap sama
"Jika Er sudah memaafkan mu, disitulah maaf ibu juga berlaku"
Empat tahun Salsa meninggalkan rumah keluarganya, selama itu pula Romy tak pernah Alfa mengunjungi rumah keluarga istrinya itu. Tujuan utamanya adalah mencari tahu informasi tentang Salsa dan juga memohon maaf atas kelakuannya selama ini.
Tak sampai disitu, di hari ulang tahun Salsa, pria itu selalu memberikan kado kepada Nadila dan juga kado untuk Salsa di titipkan kepada mertua perempuannya, bahkan Romypun setiap bulan memberikan uang kepada Ayah Abi untuk mertuanya itu bisa kirimkan kepada Salsa, Romy berharap biarpun dia dan Salsa saat itu berpisah, Salsa bisa hidup layak dari nafkah Romy.
Tapi tentu saja itu tak segampang fikiran Romy, selain Salsa yang ingin mau hidup mandiri di sana, Salsa juga tak ingin menerima uang dari Romy, wanita itu menolak dengan alasan tak mau lagi di menerima apapun oleh suaminya itu. Bahkan kartu ATM yang sempat diberikan oleh Romy pun tak pernah lagi Salsa sentuh.
Awalnya Ayah Abi menuruti keinginan putrinya hingga sampai pada saat pria parubaya itu mengetahui bahwa Putra pertamanya ternyata sedang mendekam di penjara. Kekhawatirannya bercabang, dia mengkhawatirkan kedua anaknya yang saat ini masing-masing hidup sendiri, Refal di dalam jeruji besi Dan Salsa yang berada di pulau Sulawesi.
Dan karena itulah akhirnya dibulan pertama Aca lahir, Ayah abi memaksa Salsa untuk menerima uang yang dia kirimkan pada anaknya itu setiap bulan, Ayah Abi mengaku bahwa Itu adalah uangnya sendiri padahal faktanya uang itu milik Romy yang dititipkan padanya.
Di bulan-bulan berikutnya, Salsa tak lagi menerima uang yang jumlahnya cukup besar dari Ayah Abi, jadilah dia yang akan menerima hanya sepuluh persen dari yang dikirim sang ayah, dan akan mengirimkan ulang uang itu pada Ayahnya.
Salsa tak mau membebani karena diapun tau jika Ayah Abi melepas Restoran yang merupakan penyebab dirinya dan Romy dulu menikah. Ayah Abi merasa bersalah karena seolah sudah menukarkan kebahagiaan anaknya dengan Sebuah rumah makan.
Akhirnya Ayah Abi melepasnya dan mengikhlaskan sepenuhnya pada Keluarga Pak Raka, tentu saja hal itu tak di terima begitu saja oleh Pak Raka dan mama Rosa, bahkan perdebatan sempat terjadi, hingga akhirnya Romy meminta kedua orang tuanya untuk mengalah
Namun tak ada yang tau bahwa dibalik semua itu Romy mengirimkan seluruh hasil keuntungan restorant di kartu ATM yang dipegang Salsa selama ini walaupun Romy sendiri tak yakin Salsa menggunakannya atau tidak.
Karena keraguan itulah, Romy juga memberikan uang pada Ayah Abi setiap bulannnya walaupun berakhir dikembalikan hampir seluruhnya.
Ayah Abi mulai resah, minggu sebelumnya Romy pun tak datang, kemana sebenarnya menantu laki-lakinya itu.
"Apa nak Romy sudah menyerah yah bu?"
"Baguslah kalau dia menyerah yah, jadi kita bisa segera bertemu Er dan Aca" jawab ibu Nita.
Ibu Nita benar-benar selama beberapa tahun ini merindukan sosok Anak dan cucu pertamanya, selain karena dia dan suami yang cukup takut menaiki pesawat, Salsa juga berpesan agar kedua orang tuanya untuk tak mengunjunginya dulu, wanita itu khawatir jika kepergian kedua orang tuanya akan diketahui oleh Romy dan keluarganya dan berakhir Salsa ditemukan.

KAMU SEDANG MEMBACA
If it is You
Romance"Jika kamu hancur sebesar diriku Akankah kamu tahu? Semua rasa sakit yang memenuhi diriku Ke titik di mana hatiku akan meledak, Betapa aku menginginkanmu?" ~if it'S You