Lamaran Paul

3.8K 395 109
                                        

Sepasang pengantin lama namun bara saja meresmikan pernikahan mereka secara negara, dia adalah Salsa dan Romy yang baru saja tiba dirumah milik Romy.

Perbedaan keduanya sangan kontraks, dimana Romy yang terus saja tersenyum walaupun masih malu-malu, dan Salsa dengan raut wajah lelahnya entah karena apa.

Sebagai pria yang sudah berpuasa cukup lama, malam tadi adalah hal yang paling ditunggu Romy, wajarkan jika dia hilang kendali untuk dirinya sendiri?

Romy mencoba menghilangkan gugupnya, entahlah mengapa rasanya kali ini lebih malu di banding waktu pertama kali mereka melakukannya empat tahun lalu. Apakah karena mereka sama-sama saling mengungkapkan perasaanya saat melakukan hal itu, ataukah proses sebelum melakukannya terkesan lucu bagi keduanya.

Entahlah, yang jelas setelah kejadian itu, Bahkan  sejak bangun subuh tadi, mereka tak banyak bicara hanya berinteraksi seadanya.

Salsa pun merasakan hal yang sama, padahal semalam bukan kali pertama, namun rasanya dia lebih malu ketika bangun subuh tadi, lalu melihat keadaannya dengan Romy. Wanita itu mengutuk drinya sendiri telah terjebak dalam permainan yang dia sendiri ciptakan semalam.

Padahal biasanya dia cukup agresif, namun kali ini dia bagaikan keong yang ingin bersembunyi saja di dalam cangkangnya.

Salsa tak ingin membayangkan namun tetap saja, kejadian itu berputar-putar bagai kaset rusak di difikirannya. Jika Salsa bergidik ngeri membayangkan itu, berbeda dari pihak suaminya yang nampak senyum kesenangan hanya dengan mengingatnya.

Biasanya Romy akan menggenggam tangan Salsa setiap kali mereka berjalan seperti sekarang ini, namun pagi ini berbeda Romy hanya berjalan tepat disamping Salsa tanpa menautkan tangannya dengan tangan wanitanya itu, penyebabnya karena tangan Romy berkeringat dingin sekarang.

Dan hal itupun membuat Salsa bersyukur, setidaknya untuk pagi ini biarkan interaksi mereka seperti ini dulu. Bahkan jika bisa, Salsa ingin bersembunyi di tempat dimana Romy tak bisa menemukannya, setidaknya sampai malunya hilang.

"Ayaaahhh, ibuuuu" suara merdu dari seorang anak kecil yang merupakan buah hati Salsa dan Romy, dia adalah Aca yang berteriak menyapa keduanya sesaat setelah mereka memasuki rumah.

Sebelumnya Nadila sudah mengabari  bahwa Aca dijemput oleh Mama Rosa, jadi Salsa tak kaget melihat keberadaan anaknya dirumah keluarga suaminya itu.

Tak puas hanya menyapa orang tuanya, Aca turun dari pangkuan papa Raka lalu berlari untuk memeluk Romy, sebab untuk saat ini pria itu yang paling dia rindukan. Berpisah sehari, dan kemarin tak banyak berinteraksi membuat Aca benar-benar rindu dengan sosok ayahnya.

"Ayah dari mana? Kan semalam ayah janji tidur bareng Aca" Aca memelas, padahal beberapa detik yang lalu, gadis kecil itu sedang tertawa sambil berlari menuju Romy, dan sekarang ekspresinya sudah berubah menjadi murung saja.

Romy melirik Salsa, maksudnya sih agar dibantu memberikan alasan pada Aca, hanya saja Salsa yang di tatap malah sengaja mengabaikan bantuan Romy dan memilih menatap objek Lain.

"Hm, Ayah lagi ada urusan sama ibu, makanya nggak bisa tidur sama Aca semalam. Maaf yah sayang" jawab Romy, tidak sepenuhnya berbohongkan. Dia memang punya urusan dengan Salsa sebagai istrinya, tapi untuk mendetailkan apa urusannya, tidak mungkin Romy menjabarkan itu pada anaknya.

"Terus adek bayinya mana?"

"Uhuk..uhukkk.." Salsa bahkan tersendak ludahnya sendiri mendengar pertanyaan polos Aca.

Sedangkan Aca yang melihat ibunya tiba-tiba batuk hanya menatapnya dengan tatapan polos, tak menyadari bahwa ucapannya lah yang menyebabkan Salsa seperti tu.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang