Ivan Maulana Rizky, seorang mantan mafia yang berpengalaman, memimpin diskusi dengan timnya untuk menyelamatkan Sean yang diculik oleh seseorang yang diyakini adalah mantan ketua mafia bernama Carlos Santana, mereka berada di ruangan khusus.
Ivan Maulana Rizky berdiri di depan ruangan, memandang serius ke arah Fransis dan Sui, dua orang yang dipercayainya untuk membantu dalam operasi penyelamatan ini. Dia memegang peta lokasi yang diyakini sebagai tempat penyimpanan Sean, sambil menjelaskan rencana mereka.
Fransis, seorang ahli strategi, memperhatikan peta dengan seksama, mencari kemungkinan titik masuk dan keluar yang aman. Sui, seorang ahli teknologi, memeriksa perangkat komunikasi dan pengawasan yang akan digunakan untuk memantau situasi.
Ivan Maulana Rizky menjelaskan bahwa Carlos Santana adalah musuh yang berbahaya, dan mereka harus berhati-hati dalam menjalankan operasi ini. Dia menekankan pentingnya keselamatan Sean dan keberhasilan operasi penyelamatan.
Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama tim yang solid, Ivan Maulana Rizky yakin bahwa mereka dapat menyelamatkan Sean dan menghadapi Carlos Santana.
"Van, kamu yakin akan membawa Istri mu ikut serta?" Fransis tidak yakin Fira berguna dan tahan jika nanti ada adegan kekerasan.
Maulana mengangguk."Iya, aku akan melindunginya."
Fira sedari tadi diam tidak bicara sama sekali, hanya duduk di kursi samping sang Suami, saat pria itu berdiri sambil menjelaskan.
Fira sama sekali tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan, ia seperti orang tuli saat sang Suami menjelaskan menggunakan bahasa Inggris.
Bahkan saat Maulana menunjukkan sebuah peta, ia juga kebingungan namun tidak ingin banyak tanya.
"Baiklah, kita berangkat sekarang saja." Fransis merapikan jaket khusus warna hitam sama seperti milik Maulana.
Mereka memakai jaket anti-peluru yang terbuat dari bahan Kevlar yang ringan dan fleksibel. Jaket itu dirancang untuk melindungi tubuhnya dari tembakan senjata api, dan memiliki tingkat perlindungan yang tinggi terhadap peluru pistol dan senapan.
Jaket itu berwarna hitam dan memiliki desain yang ramping, membuatnya tidak terlalu mencolok saat dipakai. Mereka memakainya dengan nyaman, dan jaket itu tidak menghalangi gerakannya saat dia bergerak.
Dengan jaket anti-peluru itu, mereka merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi situasi berbahaya. Mereka tahu bahwa jaket itu dapat melindungi dirinya dari ancaman peluru, dan dia dapat fokus pada tugasnya untuk menyelamatkan Sean.
Jaket itu juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti perlindungan terhadap senjata tajam, membuatnya lebih siap menghadapi berbagai jenis ancaman. Mereka yakin bahwa dengan jaket anti-peluru itu, dia dapat menjalankan misinya dengan lebih aman dan efektif.
Maulana mengangguk, ia mengalihkan perhatian pada sang Istri lalu melepaskan jaket miliknya dan memakaikan pada gadis itu."Pakai ini."
Fransis tidak percaya Maulana akan memberikan jaket itu pada Fira."Van."
Fira bangkit dari tempat duduknya, memperhatikan tangan Maulana yang memakaikan jaket hitam miliknya dan mengancingkan dengan rapi.
Fira merasa heran dengan Fransis, sepertinya pria itu keberatan dengan sikap Maulana.
"Frans, dengan begini aku tidak akan terlalu khawatir pada Istri ku," balas Maulana tanpa menoleh pada Fransis.
"Baiklah, terserah kamu saja." Fransis berkata dengan tiada berdaya, ia tahu sekarang bagi Maulana nyawa Fira jauh lebih berharga daripada nyawanya sendiri.
"Mas, apakah ini bukan jaket biasa?" tanya Fira penasaran.
"Tidak, ini jaket biasa saja, sama seperti jaket pada umumnya. Tapi kamu jangan sampai melepaskannya apapun yang terjadi dan jangan berikan pada siapapun sekalipun pada Sean," kata Maulana sambil tersenyum lembut, ia sengaja berdusta agar tidak membuat Istrinya khawatir atau merasa tidak enak hati.
Maulana juga memiliki rasa egois dalam hati, bukan manusia mulia yang akan mengorbankan apapun demi orang lain, baginya meski Sean adalah Kakak iparnya tapi tidak terlalu penting, yang paling penting adalah keselamatan Istrinya.
Fira mengangguk, Maulana menggandeng tangan sang Istri membawanya pergi menemui anak buah Fransis yang sudah menunggu di halaman rumah.
Fransis memperhatikan Maulana dari belakang saat pria itu memberikan arahan dan perintah pada anak buahnya, persis seperti saat mereka menjadi seorang Mafia di Jerman.
Setelah itu semua masuk ke dalam mobil ada juga yang menggunakan motor.
Maulana memilih naik mobil bersama Fira dan Fransis, menurutnya lebih aman untuk Istrinya, karena itu adalah mobil khusus.
Maulana membawa sang Istri ke sebuah mobil khusus, ia membuka pintu mobil khusus yang dilengkapi dengan fitur anti-peluru dan perlindungan keamanan lainnya. Fira masuk ke dalam mobil terlebih dahulu, diikuti oleh Fransis yang membawa beberapa peralatan keamanan. Maulana kemudian masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan hati-hati.
Mobil itu memiliki interior yang mewah dan nyaman, dengan jok kulit yang empuk dan sistem pendingin udara yang berfungsi dengan baik. Fira dan Fransis duduk di belakang, sementara Maulana duduk di depan sebagai pengemudi.
Maulana memeriksa sistem keamanan mobil, memastikan bahwa semua fitur berfungsi dengan baik. Dia juga memeriksa GPS dan sistem komunikasi darurat, memastikan bahwa mereka dapat menghubungi bantuan jika diperlukan.
Dengan semua sistem keamanan yang ada, Maulana merasa yakin bahwa mereka dapat melakukan perjalanan dengan aman. Dia memasukkan mobil ke dalam gear dan mulai mengemudi, menuju lokasi tempat Sean disekap.
Fira memperhatikan sang Suami dari belakang, pria itu nampak berbeda dengan penampilannya yang sekarang.
Fira melirik Fransis yang duduk di sampingnya, pria itu nampak serius berbicara dengan seseorang di benda mirip ponsel tapi bukan ponsel, ia tidak tahu nama benda itu.
Di samping Maulana ada Sui Kazami, pria dengan rambut hijau itu fokus pada layar laptop di pangkuannya, hanya dirinya yang tidak melakukan apapun.
"Kalian sibuk dan fokus dengan pekerjaan masing-masing, hanya aku yang tidak melakukan apapun." Fira bicara dengan tiada berdaya.
"Kamu memang beban," Cibir Fransis membuat Fira ingin menampar pria blonde itu.
Maulana mengambil tasbih dalam sakunya, ia tidak pernah meninggalkan tasbih tersebut dalam keadaan apapun kecuali mandi.
Maulana menggerakkan tangannya ke belakang."Berdzikirlah, Sayang. Itu akan lebih baik."
Fira mengulurkan tangan mengambil tasbih tersebut."Kenapa harus dzikir, Mas?"
"Untuk mengingat Allah, untuk menjaga kita dari bahaya.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 152
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. Ayat ini menjelaskan bahwa kita sebagai seorang hamba harus selalu mengingat Allah dengan dzikir, dengan begitu Allah akan ingat kepada kita dan menolong kita saat dalam bahaya." Maulana melirik sang Istri dari kaca spion, gadis itu masih memperhatikan tasbih pemberiannya.
"Kamu tahu tentang Nabi Yunus? Beliau pernah berada dalam perut ikan, namun karena beliau adalah hamba Allah yang sering mengingat Allah artinya dzikir, maka Allah menyelamatkannya."
Sui dan Fransis memandang Maulana heran, disaat menghadapi musuh masih sempat ceramah agama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suami Terbaik 2
RomanceDipaksa menikah dengan seorang rentenir ternyata Fira justru mendapat anak dari si Rentenir.Sosok pria yang lembut pada dirinya namun sangat dingin pada orang lain, awalnya Fira berpikir kalau Suaminya itu juga sama kejam seperti mertua tapi ternyat...
