Hernandez Mansion
Duduk di meja makan orang kaya memang beda, sunyi senyap hanya dentingan garpu dan sendok saja yang terdengar, Angga sungguh tidak terbiasa dengan hal itu.
Mata kecoklatan itu melirik Antonio, sahabatnya itu terlihat tenang dan santai tidak seperti dirinya yang sudah gugup.
"Ngga, hari ini kita ke rumah Pak Ivan. Aku penasaran seperti apa rumah Pak Ivan," kata Antonio membuat Angga terkejut, hanya dengan ucapan seperti itu saja dirinya sudah terkejut.
Hernandez mengalihkan perhatian pada sang buah hati, menatapnya dengan dahi berkerut.
"Antonio, untuk apa kamu ke rumah Boss Papa?"
"Siapa yang mau ke rumah Boss Papa? Anton hanya ingin ke rumah Guru Anton, Pa. Angga bilang, Pak Ivan itu rumahnya sangat besar, jadi penasaran. Semua orang juga tahu bahwa di kota ini hanya rumah kita yang paling besar," jelas Antonio sambil makan, ia masih belum sadar kalau Gurunya adalah Boss besar Papanya.
"Saya tidak bohong kok, Om. Memang rumah Pak Ivan itu seperti istana, besar sekali. Semoga Fira tidak kesasar masuk rumah itu," sahut Angga tidak ingin dianggap bohong.
"Om percaya ucapan mu, karena Gurumu yang bernama Ivan Maulana Rizky itu sebenarnya pemilik Mizuruky Corp, namanya Mizuruky Ivan," balas Gino Hernandez.
Uhuk...
Uhuk...
Antonio tersedak minuman mendengar penjelasan sang Ayah, selama ini Papanya itu tidak pernah cerita dan sekarang baru mengatakannya.
Pria 17 tahun itu mengalihkan perhatian pada Papa, menatapnya tidak percaya."Pa? Apakah ucapan Papa serius? Bukankah Mizuruky Corp itu milik keluarga kita?"
"Sejak kapan Mizuruky Corp jadi milik kita? Papa hanya kerja di sana, dan digaji oleh Pak Ivan," tegas Gino Hernandes.
Antonio syok mendengar cerita sang Papa, kesombongan di depan Wali Kelasnya itu seakan terhempas begitu, hanya malu yang tersisa.
"Papa pasti becanda kan? Mana mungkin seorang Guru honorer bisa jadi pemilik sebuah perusahaan?"
"Antonio, kamu tidak bisa bicara seperti itu. Pak Ivan itu awalnya memang seorang pebisnis, dia bahkan memulai bisnis dari usia 10 tahun. Meski hanya bisnis kecil-kecilan seperti membuat perhiasan dari manik-manik, dari kayu dan kerajinan seperti itu." Hernandez tidak habis pikir dengan jalan pikiran sang buah hati, bisa-bisanya berpikir bahwa seorang Guru honorer tidak mungkin jadi seorang pengusaha.
"Papa jangan bohong! Anak 10 tahun mana mungkin bisa berbisnis, bisa membuat perusahaan," bantah Antonio semakin tidak percaya.
"Memangnya kenapa? Memang bukan membuat perusahaan, tapi membuat usaha sendiri itu juga bisa disebut sebagai pengusaha. Memangnya sebutan pengusaha hanya untuk orang yang punya kantor besar?" balas Gino Hernandes.
Angga mengangguk setuju dengan pemikiran Gino Hernandes, memang julukan pebisnis dan pengusaha juga tidak harus untuk orang yang memiliki kantor besar, meski hanya membuat kerajinan tangan lalu dijual juga bisa disebut pengusaha, kemudian dikembangkan hingga menjadi besar.
" Om, kalau begitu saya juga akan menjadi pengusaha."
Antonio dan Gino mengalihkan perhatian pada Angga."Memangnya kamu mau buat usaha apa, Ngga?" tanya Antonio penasaran.
"Buat anak," jawab Angga dengan wajah tanpa dosa.
Hampir saja Antonio dan Gino Hernandes terjungkal mendengar ucapan Angga, ketika mereke membicarakan usa segi positif, Angga justru membuat usaha negatif, usaha buat anak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suami Terbaik 2
RomanceDipaksa menikah dengan seorang rentenir ternyata Fira justru mendapat anak dari si Rentenir.Sosok pria yang lembut pada dirinya namun sangat dingin pada orang lain, awalnya Fira berpikir kalau Suaminya itu juga sama kejam seperti mertua tapi ternyat...
