Kaisar & Amora versi Revisi

1.3K 28 1
                                        

Hai hai! Kaisar & Amora versi Revisi sudah hadir di aplikasi F*zz*!! Apa yang paling utama dari revisi? Jawabannya karakter Sharma! Sharma yang kalian kenal selama ini bukan Sharma yang Sharma! (Eits?🤔 Gimana maksudnya ya. Ya pokoknya gitu deh.)

Cerita di sana punya alur yang lebih rapi. Rasa yang lebih menggigit. Dan pembaharuan beberapa adegan. Siapa yang mau baca ulang ceritanya bisa ke sana yes!

Sely membutuhkan dukungan kakak semua❤️❤️❤️

Lima belas tahun lalu, hutan Zezanus negeri Chaulus ....

"Tembakan panah!"

Puluhan prajurit penunggang kuda berseragam merah gelap membelah hutan. Di depan sana, gadis kecil berjubah putih berlari - melesat secepat angin. Kecepatan larinya tidak kalah dengan kuda. Setiap gerakkan, jubah putihnya menciptakan bayangan.

Anak panah melesat bagai hujan. Tapi gadis kecil berusia sekitar lima tahun itu berhasil menghindar.

"Sialan! Jika dia lolos, Raja tidak akan mengampuni nyawa kita." Kepala prajurit kesal setengah mati. Sudah berhari-hari mereka melakukan pengejaran, tapi menangkap satu anak kecil pun tidak bisa.

Sebenarnya mereka tentu saja bukan tandingan gadis kecil itu. Mereka hanya orang biasa.

Tiba-tiba, sekelebat bayangan hitam melompat dari satu pohon ke pohon lain dengan kecepatan tak masuk akal. Para prajurit mendongak serempak, menatap siluet hitam yang melintas di atas kepala mereka.

Kepala prajurit menghembuskan napas lega. "Sekarang aku yakin... gadis itu tidak akan lolos."

Di depan sana, gadis kecil itu merasakan hawa dingin menyusup ke tengkuknya. Aura asing, berat, dan mencekik.

Ia menoleh. Seluruh tubuhnya membeku.

Tidak. Sosok di belakangnya bukanlah tandingannya.

Wuss ....

Ia berhenti. Mematung dengan wajah pucat. Di hadapannya, bayangan hitam samar memadat - perlahan membentuk fisik nyata.

Belum sempat sosok itu sepenuhnya terwujud, kilatan putih menyambar entah dari mana. Gerakannya luar biasa cepat. Dalam sekejap, tubuh gadis kecil itu telah lenyap dari tempatnya.

Prajurit-prajurit tertegun.

Di tempat aman, jauh dari kejaran, gadis kecil itu terengah. Napasnya tersengal.

"Paman?" panggil si gadis kecil lirih.

Pria itu berjongkok, menatap keponakannya. Dia pria tampan yang baru memasuki usia tiga puluh tahun. Manik biru gelapnya jernih.

"Maaf," ujar pria itu dengan suara berat. Ia menatap gadis kecil di hadapannya dengan tatapan kesedihan yang rumit. "Paman terlambat. Jika saja paman datang lebih awal, mungkin kedua orangtuamu akan selamat."

Mengingat orangtuanya, gadis itu menangis. Padahal beberapa waktu lalu ia tegar, menghindari musuh tanpa kenal lelah. "Ayah dan ibu ...."

Gadis itu terisak. Kesedihan yang berhari-hari ini ia tekan demi tegar memperjuangkan hidup akhirnya tercurahkan. Seluruh tubuhnya bergetar. "Kakak yang masih selamat. Tapi kami berpisah-"

"Dia sudah aman. Paman telah menemukannya." Pria itu memeluk keponakannya. "Sekarang kamu aman. Paman akan membawamu keluar dari negeri ini."

* * * *

Kini, pada suatu malam...

"Tuan Ajoz... tolong aku... tolong negeri kita...." Janda Permaisuri bersimpuh di kakinya.

Wajahnya pucat, tubuhnya kurus, pakaian putihnya berlumur darah. Rambutnya terurai, matanya memerah penuh keputusasaan.

Ajoz membeku. Alisnya berkerut. Untuk apa Janda Permaisuri meminta pertolongannya? Apa yang bisa ia lakukan? Membabat rumput liar di ladang saja pinggangnya sudah encok.

Kaisar & Sang AmoraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang