Chapter 56

412 24 32
                                        

Bab ini mengandung konten dewasa (21+). Mohon menyikapi bacaan dengan bijak. Bagi pembaca di bawah usia 21 tahun, harap melewati bab ini.

Info Update Karyakarsa (@KiiranaLaraz30)

Obsessed: Sudah rilis hingga Chapter 63, dan akan segera di update. [KaryaKarsa]

Vendetta: Besok malam update Chapter 66 (akan rilis cepat hingga finish). [KaryaKarsa]

My Ghost Warrior: Akan segera di-update secara berkala setelah proses editan naskah selesai. [KaryaKarsa]

Terima kasih banyak atas dukungan kalian. Jangan lupa follow akun Karyakarsaku ya!




~~~

Dante pun menyentakan kejantanannya dengan keras, memaju mundurkannya dengan ritme pelan hingga cepat.

Dante menumpukan seluruh dominasi mutlaknya, menyatu dalam ritme yang tegas dan tak terbantahkan, membiarkan permukaan kayu bergesek dengan kulit polos istrinya. Tetap saja rasanya begitu sempit walau Dante sudah mendobraknya berulang kali, memaksa sisa-sisa pertahanan batin Vallen runtuh sepenuhnya menjadi kepasrahan yang dingin. Di bawah temaram lampu ruangan yang sarat akan aroma tembakau mahal dan sisa mesiu, Dante mengencangkan cengkeramannya pada pinggul Vallen. Ia menyurukkan wajah rupawannya dalam-dalam ke ceruk leher sang istri yang telah basah oleh keringat, mengeluarkan geraman nikmat yang rendah-sebuah penegasan posesif bahwa di dalam ruangan pribadinya ini, Vallen telah diklaim kembali sebagai miliknya yang paling suci.

Rasanya masih tetap sama. Sungguh nikmat dan sedikit perih di bawah sana, sampai-sampai Vallen harus mencengkeram sisi meja itu kuat-kuat demi menopang tubuhnya yang kian lemas. Di bawah remang lampu yang sunyi, kuku-kukunya memutih saat Dante terus bergerak dan bergerak di belakang sana, menghantamkan ritme dominan yang tidak menyisakan ruang untuk menghindar.

Dante mendorong keras kejantanannya hingga tubuh Vallen tersentak-sentak. Pria itu tersenyum tipis sambil memejamkan mata.

"Shiittt.... very tight." Erang Dante menahan pinggul Vallen untuk mempercepat hujamannya.

Dante merunduk dan mendekatkan wajahnya ke sisi wajah Vallen. Pria itu menggeram nikmat di ceruk leher Vallen yang basah oleh keringat.

Satu dorongan lagi.

"Say it, Vallen. Aku tahu kau akan orgasme."

"Hmh... please, Dante. Fuck me harder. I beg you__ ah."

"More?" Ucap Dante, dan dalam satu hentakan ia kembali memenuhi Vallen dengan kuasanya. Tidak memberikan wanita itu menyesuaikan diri dengan seks kasar yang ia lakukan. Tangannya ia bawa untuk menahan pinggang Vallen untuk membantunya menghentakan diri lebih dalam lagi.

Dante pun mencabut kejantananya sesaat, untuk membalikan tubuh Vallen dan mengangkat tubuh wanita itu ke atas meja. Menekuk kaki wanitanya hingga satu menyender di pundaknya. Membiarkan dirinya mengangkangi Dante sehingga memberikan akses mudah untuk dia menerima kembali kejantanan pria itu.

Dante kembali mendorong miliknya hingga titik terdalam memenuhi Vallen.

Ah___

Mata Vellen tertutup sempurna saat pria itu mendekat dan menggigit puting payudaranya di antara hentakan keras Dante. Pria itu lalu beralih mencium bibir Vallen, begitu tergesa-gesa sambil mencengkeram ujung leher wanita itu.

Seringaian lebar kini terpampang di wajah Dante saat ia bergerak dan menghentak cepat untuk mendesak Vallen agar dia segera mencapai pelepasan.

Ahh___ Desah Vallen merasakan dirinya semakin dekat dengan puncak klimaks. Hingga di menit selanjutnya, Vallen pun melenguh puas, tubuhnya gemetar dengan mata terpejam, mulutnya menganga saat orgasme pertamanya datang menghantam begitu nikmat.

OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang