Bab 4 - The First Kiss

3.7K 288 9
                                        

Hallooo!

Nih, lanjutannya. Semoga suka, ya!

Happy reading!


"Bagaimana sekarang?" ujar Yeong Eun panik.

"Tidak perlu panik. Bersikap seperti biasa saja." Hyukjae menenangkan. Pria itu kembali melajukan mobil. Suasana seketika mendingin. Yeong Eun bahkan berhenti makan.

"Apa yang membuat mereka tiba-tiba datang ke rumah?"

"Tidak tahu. Paling hanya kunjungan biasa. Memang sudah lama kita tidak berkunjung." Hyukjae berusaha terdengar meyakinkan. Sedangkan Yeong Eun hanya mengangguk setuju. Dengan suasana yang masih separuh tegang, mereka melanjutkan perjalanan.

Sepuluh menit kemudian mereka akhirnya sampai di rumah.

"Lee Hyukjae." Yeong Eun bicara pada interkom sekaligus alat pendeteksi suara di dekat gerbang. Setelahnya terdengar bunyi bip dan sambutan datar suara wanita dalam mesin.

"Selamat datang di rumah, Nyonya Lee."

Kemudian pagar membuka. Mobil melesat masuk mengikuti jalan yang bermuara di garasi. Yeong Eun turun dari mobil. Berjalan menuju pintu yang menghubungkan dengan rumah utama sambil berkomat-kamit dalam hati. Tiba-tiba tangannya digenggam oleh Hyukjae. Ia membiarkan pria itu membawanya ke dalam rumah.

Mereka melanjutkan langkah, menghampiri rak sepatu beserta tempat meletakkan payung. Keduanya menanggalkan sepatu dan berganti pada sandal rumah. Namun, Hyukjae sama sekali tidak melepaskan genggamannya. Tatapan mata Yeong Eun lantas naik, tanpa sadar mengamati Hyukjae. Pria itu tidak memandangnya, hanya menatap berkeliling mencari keberadaan orangtuanya. Pria ini masih orang yang biasanya, tapi Yeong Eun merasa genggamannya berbeda. Tangannya seketika berkeringat, dan jantungnya tak bisa tenang.

Apa yang ....

"Oh, Yeong Eun~ah, Hyukjae~ya. Kalian sudah pulang."

Suara itu menyentaknya dari keirasionalan pikiran. Yeong Eun menoleh cepat, mendapati Ibu Hyukjae kini berdiri di sana.

"Ya, Ibu. Bagaimana kabarmu? Kapan kalian tiba di sini? Kenapa tidak menghubungiku dulu?" Yeong Eun tersenyum paksa. Ia melepaskan diri dari Hyukjae. Lega karena terbebas oleh genggaman yang membuat jantungnya berdesir.

"Aku baik-baik saja. Kami sampai sekitar setengah jam lalu. Hanya ingin mampir saja. Rumah itu semakin sepi karena tidak ada kalian." Ibu Hyukjae memeluk Yeong Eun erat.

"Ibu dan Ayah bisa datang kapan saja." Yeong Eun membujuk.

"Di mana Ayah?"

"Di halaman samping, ingin menikmati udara segar katanya. Oh, dia bilang ada yang ingin dibicarakan denganmu," ujar Ibu pada Hyukjae.

Hyukjae ikut menghampiri ibunya, membiarkan wanita itu memeluknya sejenak. "Baiklah. Aku akan menemuinya," turut Hyukjae.

"Sana." Ibu Hyukjae mengangguk.

Hyukjae bangkit. Memberikan isyarat pada Yeong Eun sambil mengelus kepalanya. Tindakan sepele yang membuat Yeong Eun kelimpungan. Ya Tuhan, responnya benar-benar berlebihan. Namun, Ibu Hyukjae tampak lebih bahagia karena melihat interaksi itu. Yeong Eun tersenyum pahit. Berusaha mengabaikan nyeri di dadanya.

Yeong Eun, jangan berlebihan, ini hanya pura-pura.

"Aku melihat belanjaan di dapur banyak sekali. Karena Ibu di sini, sekalian saja kita masak bersama untuk makan malam," usul wanita itu dengan raut wajah cerah.

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang