Haaiii!
Surprise! Di tengah hari yang agak terik ini, aku berusaha membawa kesejukan dengan bagian terbaru dari TWC! Yuhuuu! Yang ngerasa sejuk mana yang sejuk? XD
Lagi pada ngapain nih?
Wah aneh ya kalau update siang-siang beginii. Nggak apa-apa deh. Aku takut kalian rindu. Rindu kan berat, jadi ya kasih Eunhyuk aja, jangan kita yang nanggung XD *apasih
Pokoknya ini dia bagian terbaaruu!
Happy reading!
Seoul, The House of Mr. and Mrs. Lee. 1 Maret 2019. 08.30 AM
Keadaan Yeong Eun membaik seiring berjalannya waktu. Sakit pada kepalanya sudah sembuh. Perutnya tidak lagi bergejolak parah. Anggota geraknya juga kembali seperti sedia kala. Namun, semuanya beralih pada dadanya yang semula baik-baik saja. Yeong Eun tidak bisa bicara tanpa tersendat. Ia harus kerap kali menarik napas dengan hati-hati seolah paru-parunya kini berada pada posisi paling rapuh. Beberapa kali bahkan jantungnya terasa berdetak dengan degup tidak normal. Berujung pada denyutan yang menusuk hingga terasa tembus hingga ke punggung.
"Kau ingin makan sesuatu?" tanya Eunhyuk saat ia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.
Pria itu menghampiri Yeong Eun di kursi depan meja rias. Yeong Eun beranjak dan pindah ke sofa tunggal di sisi kamar. Eunhyuk mengikuti, berdiri di hadapan Yeong Eun lalu meletakkan handuk putih di atas kepala Yeong Eun. Mulai mengusap-usap untuk mengeringkan rambut gadis ittu yang masih amat basah.
"Hmm. Aku ingin makan yang manis-manis. Bisakah kita min—agh!" erang Yeong Eun tiba-tiba sambil memegang dadanya, menekan pelan. Seolah memaksa sesuatu di dalam sana untuk tenang karena ia merasa organ itu sudah membolongi tubuhnya dari dalam hingga menusuk sum-sum beserta tulang belakangnya hingga jebol.
Eunhyuk diam, menyingkirkan handuk dan merapikan rambut Yeong Eun. Gadis itu membuka matanya yang tadi ditutup rapat, menarik napas dalam sembari berusaha menyusun kembali sel-selnya yang seolah tercerai berai sesaat tadi, lalu balas menatapnya. Eunhyuk masih tidak bicara. Sebagai gantinya, Eunhyuk memegang kedua sisi wajah Yeong Eun di bagian rahang. Jemarinya menyusup di antara rambut lembut dan wangi itu. Ia menundukkan wajah, mendapatkan sebuah ciuman manis yang pelan dan rapat. Berusaha menarik segala rasa sakit dan sisa-sisa perasaan buruk yang dirasakan Yeong Eun. Berusaha menghilangkan denyut mengerikan itu. Mengisapnya hingga habis.
Eunhyuk menarik diri setelah menarik napas di pipi Yeong Eun. Gadis itu tidak bicara lagi, hanya menggigit bibirnya dan menatap Eunhyuk dengan polos. Sudah sepenuhnya melupakan rasa sakitnya.
"Jadi, kau akan menciumku tiap kali aku kesakitan?" Yeong Eun bertanya sambil menahan senyum.
Eunhyuk hanya mengulum bibirnya sambil menaikkan alis dengan genit. "Jika memang itu bekerja," balasnya polos.
Itu kebenaran. Hal itu hanyalah pergerakan refleks karena ia merasa harus berbuat sesuatu tiap kali melihat Yeong Eun mengernyit sakit.
"Sepertinya bekerja," ujar Yeong Eun sambil mengangguk jual mahal.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILD COUPLE
FanfictionLee Hyukjae dan Cho Yeong Eun adalah sahabat sejak kecil yang bekerja sebagai anggota agen DISK (Department Intelligence of South Korea). Semuanya baik-baik saja, sampai ketika orang tua keduanya terus memaksa untuk menikah. Tak ingin menerima renc...
