Bab 50 - I am Yours, Always (END)

3.7K 274 105
                                        

Haallloooo!

Kembali lagi bersama Lula! ^^

Ya ampun, ini adalah bagian terakhir. Kyaaaaa! Lula sediiihhh! T.T

Btw, Lula mau ngelurusin sedikit. Jadi di bagian sebelumnya kan aku bikin adegan dimana Eunhyuk dan Yeong Eun bercinta dengan kondisi Yeong Eun yang sedang hamil dua bulan. Sepertinya itu menimbulkan sedikit perdebatan ya. 

Sebelum menulis, aku sudah riset. (Aku hampir selalu riset, karena nggak mungkin nanti jadinya malah nggak logis. Walaupun ini cerita fiksi). Aku sudah searching google. Sampai nanya ke dokter juga. Disebutkan bahwa jika kondisi ibunya memang nggak ada masalah; sehat, nggak ada riwayat keguguran, prematur, dan lain sejenisnya, berhubungan itu nggak masalah selagi si Bunda nyaman dan nggak sakit.

Jadi, udah clear, ya.

Oke, itu aja, Happy reading! ^^


Seoul, The House of Mr. and Mrs. Lee. 4 Juli 2026. 03.30 PM

"Lee Yeong Hee," panggil Eunhyuk sambil menaiki tangga menuju lantai dua.

Eunhyuk pulang lebih cepat karena sudah ada janji dengan anaknya yang satu itu. Yeong Hee memintanya untuk mengajarinya berenang. Ia benar-benar kesal melihat Seong Jae bisa menyelam dan meliuk-liuk dengan indah di kolam renang rumah. Padahal Seong Jae sama sekali tidak bermaksud pamer.

"Yeong Hee," panggil Eunhyuk sembari membuka pintu kamar Yeong Hee. Baru saja melongokkan kepalanya ke dalam, ia langsung mendapati Yeong Hee yang masih asyik dengan komputernya. Anak itu mengenakan kacamata anti radiasi tingkat tinggi—hadiah dari Sungmin karena ia tahu bahwa Yeong Hee amat menyukai komputer. Sebuah headphone juga terpasang di kepalanya.

"Hei." Eunhyuk menyentuh bahu Yeong Hee untuk menyadarkannya. Gadis kecil itu mendongak, menatap Eunhyuk dengan polos. Detik berikutnya ia memekik girang.

"Papa!" serunya nyaring.

"Hallo, Cantik. Nah, sudah berapa lama kau bermain komputer hari ini? Apa yang Papa katakan tentang bermain komputer?" Eunhyuk berjongkok, memandang anak kecil itu penuh peringatan meskipun sama sekali tidak ada rona marah apalagi suara tinggi.

"Tidak boleh berlama-lama di depan layar dan harus selalu mengenakan kacamata," jawab Yeong Hee dengan patuh.

"Pintar sekali. Nah, ayo beristirahat dulu. Kau bilang ingin belajar berenang." Eunhyuk mengingatkan. Mulai bernegosiasi agar Yeong Hee mau menjeda waktunya bermain.

"Oke." Tanpa disangka-sangka ia mengangguk dengan patuh.

"Seong Jae sudah menunggu di kolam." Eunhyuk berujar memberitahu, tapi Yeong Hee sudah berjalan meninggalkannya lebih dulu.

Pip!

Komputer Yeong Hee berbunyi, membuat Eunhyuk refleks menghentikan langkah. Ia akhirnya berbalik dan mendekat. Matanya menyipit mengamati layar yang menampakkan begitu banyak kotak dialog berwarna hitam dengan tulisan hijau atas susunan bahasa pemrograman yang rumit. Eunhyuk semakin mendekat. Mengamati tulisan itu lekat-lekat. Sebuah kotak dialog lain muncul, menggambarkan lingkaran persentase proses yang tengah berjalan. Lalu semakin banyak kotak dialog bermunculan.

Eunhyuk mengamatinya dengan keseriusan berlebih. Ia berpikir keras. Gim macam apa yang sedang dimainkan anak itu hingga membuat komputernya seolah akan eror seperti ini? Lalu satu tanda peringatan muncul di layar. Membuat Eunhyuk sontak melonjak kaget.

"DIA BERNIAT MERETAS SISTEM KEPOLISIAN SEOUL?" Eunhyuk sontak berteriak kaget. Ia menekan sesuatu di papan ketik. Entah kenapa malah ikut-ikutan berusaha membobol. Tak butuh waktu lama, karena apa yang sudah dikerjakan Yeong Hee hingga kini memang sudah cukup, ia hanya perlu melanjutkan beberapa langkah lalu semuanya selesai. Ia menekan enter lalu berbagai folder seketika membanjiri layar.

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang