Bab 29 - Growing Pains

2.6K 280 130
                                        

HALLOOO, HAPPY SELASA MALAAAM!

Nah, ini lanjutannya TWC lho! Bagi yang kangen, silakan dibacaaa!

Oh ya, jangan lupa vomment-nya yaa.

Mari bersorak karena Lula bisa update tepat waktuuu! Yuhuuu! XD *abaikan

Oke, Happy Reading!^^



Eunhyuk tidak tahu sudah berapa lama ia memandangi wajah itu. Tadinya ia hanya ingin melihat sebentar, tapi setelah menatapnya Eunhyuk malah tak kuasa mengalihkan pandangan. Sudah berapa lama ia mengenal Yeong Eun? Telah lebih dari sepuluh tahun. Dan hingga detik ini, Eunhyuk masih merasa tidak ada yang berubah. Gadis itu masih seperti anak perempuan manis yang bandel dan suka mencari masalah. Dan ia adalah si laki-laki yang rela direpotkan untuk membersihkan masalahnya.

Semua suara-suara di kepalanya seolah sedang menertawai. Kau seharusnya melihat kenyataannya, Lee Hyukjae. Si gadis kecil itu sudah tidak ada. Dia sudah tumbuh dengan sangat baik sampai menjadi wanita dewasa yang cantik. Eunhyuk bahkan menjadi saksi segala perkembangannya. Yang bahkan dengan kurang ajarnya telah Eunhyuk rasakan hingga titik terdalam. Ia melihatnya tapi sama sekali tak memperhatikan. Gadis itu bukan lagi orang yang bisa kau atur sesukamu. Dia sudah cukup dewasa untuk bisa menentukan keinginannya sendiri. Hak mutlak yang seharusnya tak boleh dipatahkan orang lain. Dan ia malah dengan tidak tahu diri—lagi—mematahkannya sekaligus mengikat erat-erat. Tanpa pernah membuka mata apakah orang itu pernah berteriak minta dilepaskan.

Apa yang sudah ia lakukan? Benarkah Yeong Eun tidak bahagia? Apakah selama ini ia hanya berdelusi dengan menganggap bahwa mereka bahagia bersama? Kabut khayalan itu terlalu nyata untuk dianggap delusi. Meskipun mungkin ialah yang telanjur sudah menutup matanya rapat-rapat dan menolak untuk mengetahui. Tapi cara berpikirnya selama ini memang selalu menyimpulkan hal yang sama. Hanya karena ia tidak ingin repot-repot memikirkan atau sekadar bertanya apakah benar gadis itu bahagia bersamanya.

Keduanya kini duduk di bangku belakang mobil yang bergerak menuju DISK. Setelah makan siang yang terasa begitu menyiksa itu, Eunhyuk memutuskan untuk berangkat kembali ke DISK sesegera mungkin. Ia sama sekali tak ingin berlama-lama berhadapan dengan orangtuanya. Entah kenapa mulai gelisah bahwa apa yang mereka katakan memang benar. Pria itu memutuskan untuk menggunakan sopir karena tak yakin bisa mengemudi dengan baik setelah apa yang baru saja dialami. Kepalanya terus saja mengulang-ulang percakapan dengan ayahnya tadi.

"Benar. Gadis baik itu sama sekali tidak bersalah. Karena itulah kau harus menceraikannya."

Perintah tegas itu membuat Eunhyuk bagaikan disambar petir. Ia benar-benar mati rasa seketika. Apa ... apa yang baru saja ayahnya katakan? Memintanya bercerai?

"Apa ...?" Pertanyaan Eunhyuk terputus karena pikirannya yang kusut. Merasa telah salah mendengar.

"Kau tidak berhak merenggut kebebasan seorang gadis seperti itu, Eunhyuk. Dia juga berhak bahagia. Maka dari itu, ceraikan dia."

Kalimat itu mengalun dengan amat lancar. Eunhyuk bahkan merasa seperti sedang diperintah untuk melakukan pekerjaan remeh yang tak berarti. Tapi nyatanya, hal itu sama sekali tidak remeh. Bercerai? Seterpuruk apa pun keadaannya bersama Yeong Eun, ia sama sekali tidak pernah berpikiran akan bercerai.

"Apa Ayah sudah gila? Untuk apa aku harus bercerai darinya?" Eunhyuk bertanya dengan suara rendah. Memandang ayahnya dengan tajam dan tak habis pikir. Berusaha menekan emosinya agar tidak semakin memuncak.

"Untuk apa, katamu? Lalu untuk apa kau memertahankan pernikahan palsu ini? Kau bukan saja membohongi kami, Hyuk. Tapi kau juga membohongi Tuhan. Terlepas dari semua itu, apa kau tidak memikirkan Yeong Eun? Dia tidak mencintaimu, tapi kau menahannya tanpa memberikan pilihan. Bagaimana jika sikapmu secara tak sengaja malah menahannya untuk mendapatkan kebahagiaannya sendiri?"

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang