Eunhyuk menatap Sungmin dengan tatapan permusuhan. Sementara Yeong Eun hanya terkekeh di tempatnya.
"Tidak usah memelototiku begitu. Tatapanmu menyeramkan, Hyuk." Sungmin berkata setelah setengah jam lebih Eunhyuk memandanginya dengan raut tak bersahabat.
"Kenapa sih harus anak buahmu yang membersihkan lukaku? Memangnya Yeong Eun saja tidak boleh?" tanya Eunhyuk dengan kesal.
"Tak usah merajuk. Kau pikir dia melakukannya dengan senang hati? Lukamu harus dirawat dan perbannya harus diganti. Jangan banyak protes!" Sungmin memperingatkan lagi. Pria itu memberikan arahan pada seorang laki-laki berjas putih khas dokter rumah sakit. Sebuah tulisan dibordir di bagian dada jasnya, Do Kyungsoo. Staf Divisi Medis dan Kesehatan DISK.
"Lagipula, memangnya kau tega menyuruh perempuan hamil melakukan tindakan rentan seperti ini? Bagaimana kalau nyatanya kau infeksi dan malah membahayakan anakmu?" Sungmin balas mengoceh lagi. Sementara Eunhyuk hanya diam. Menolak berkomentar lagi.
"Dia tidak infeksi, sejauh ini." Kyungsoo menimpali dengan gaya professional yang resmi sembari merawat luka Hyukjae secara cekatan. Pria itu bekerja dengan baik.
"Syukurlah semuanya berjalan baik. Kecuali mengenai tulang selangkamu yang retak, sepertinya tak ada keluhan. Untungnya peluru itu tidak mengenai organ vitalmu. Luka-luka yang lain juga hanya butuh sedikit perawatan lagi." Sungmin berkata dengan lega. Yeong Eun juga turut mengangguk tenang.
"Oh, bagaimana keadaan yang lain?" tanya Yeong Eun setelahnya. Heran karena ia sama sekali belum bertemu dengan Yoon Seol seharian ini. Tidak mungkin gadis itu dan teman-teman lain tidak datang ke mari setelah tahu bahwa Eunhyuk sudah sadar. Mereka mengkhawatirkannya, itulah hal yang dikatakan Yoon Seol kemarin.
"Mereka baik-baik saja. Beberapa bahkan sudah pulang ke rumah masing-masing. Hanya Donghae dan Kang In yang masih dirawat di sini. Juga Ketua Park."
"Oh? Sungguh? Lalu kenapa mereka belum datang ke mari? Tumben sekali." Yeong Eun masih terheran-heran.
"Kau tanyakan saja pada suamimu itu." Sungmin dengan sorot mata dan nada suara menuduh menunjuk Eunhyuk. Menyalahkannya sepenuhnya.
"Apa?" Yeong Eun bertanya tak mengerti. Beralih pada Eunhyuk.
"Dia bilang padaku untuk memberitahu yang lain bahwa dia belum menerima kunjungan untuk dua hari ke depan. Ia baru ingin dikunjungi besok lusa."
"Hah?" Yeong Eun membeo dengan tidak habis pikir. Menatap Eunhyuk dengan raut sama sekali tidak mengerti. "Apa maksudnya itu?"
Eunhyuk masih diam. Hanya menatap Sungmin dengan tatapan membunuh.
"Memangnya apa lagi? Tentu saja karena ia tidak ingin yang lain mengganggu waktunya untuk berdua denganmu. Bukankah itu keterlaluan?"
Semuanya diam untuk sejenak. Kemudian Yeong Eun tertawa terbahak-bahak. Ia ingin memukul Eunhyuk tapi kondisinya tidak memungkinkan. Sebagai gantinya ia hanya memukul kasurnya. Tertawa kesenangan tanpa henti.
"Terima kasih, Sungmin. Istriku kini bisa tertawa dan menjadi secantik itu karena ulahmu." Eunhyuk menelengkan kepalanya. Mengamati Yeong Eun yang masih tertawa kecil dengan pipi merona. Setelah cukup lama dipandangi, barulah gadis itu berhenti. Mulai salah tingkah.
"Dasar bocah!" Yeong Eun mengatai Eunhyuk. Namun pria itu tak peduli.
"Nah, sudah selesai. Tidak lama lagi makan malam akan datang. Kalian beristirahatlah." Sungmin menatap keduanya bergantian. Do Kyungsoo yang tadi melakukan tindakan perawatan kini memilih undur diri dengan sopan dan formal.
"Kapan aku boleh pulang?" Eunhyuk bertanya.
"Tergantung perkembangannya. Mungkin beberapa hari lagi," jawab Sungmin.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILD COUPLE
FanfictionLee Hyukjae dan Cho Yeong Eun adalah sahabat sejak kecil yang bekerja sebagai anggota agen DISK (Department Intelligence of South Korea). Semuanya baik-baik saja, sampai ketika orang tua keduanya terus memaksa untuk menikah. Tak ingin menerima renc...
