Seoul, The House of Mr. and Mrs. Lee, 12 November 2018
Suara hairdrier terdengar memenuhi ruangan. Yeong Eun dalam balutan jubah mandi berwarna putih hingga setengah paha tampak sibuk mengeringkan rambut. Ia mengibaskan rambut setelahnya, mematikan alat itu dan bergerak menuju closet room. Menekan sebuah tombol di dinding sebelah lemari yang dilengkapi sensor pendeteksi sidik jari. Setelah bunyi bip kecil, pintu kaca itu bergeser membuka. Gadis itu melangkah masuk, berhadapan dengan entah berapa banyak setelan yang tergantung dengan rapi. Aroma wangi yang disukainya menguar dari ruang pakaian. Setelah memilah-milah, ia akhirnya menjatuhkan pilihan pada sebuah celana hitam ketat dan tanktop hitam.
Yeong Eun melangkah lagi menuju tempat pakaian pria biasanya disimpan, letaknya bersebelahan dengan miliknya, dan tentunya tidak kalah besar. Telunjuknya mengetuk-ngetuk bibir, memikirkan apa yang sebaiknya dikenakan suaminya hari ini. Ia mengambilkan sebuah celana kain berwarna hitam, kemeja putih dan tambahan jas santai yang biasa dikenakan oleh pria itu. Setelah selesai, ia berjalan keluar dari ruang pakaian kerja. Mengabaikan pintu lemari yang mengunci otomatis di belakangnya, lalu melanjutkan langkah menuju ranjang. Meletakkan pakaian itu di sana kemudian mulai menyiapkan penampilannya sendiri.
Lee Yeong Eun baru saja selesai mengenakan tanktop saat pintu kamar mandi terbuka. Lee Hyukjae, suaminya, keluar dari sana dengan handuk yang terlilit di pinggang. Tangannya sibuk mengacak-acak rambutnya yang basah. Ia menatap Yeong Eun yang kini sedang merias diri di depan cermin. Menampilkan cengiran yang dibalas dengan kedipan mata oleh Yeong Eun. Pria itu lalu berjalan ke arah ranjang, ikut berpakaian.
"Sudah dengar sesuatu tentang misi baru?" Yeong Eun bertanya setelah mengoleskan eyeliner. Mematut diri dengan ketelitian meningkat di depan cermin.
"Belum. Baru akan diumumkan setelah penyerangan terhadap pelaku kasus penyelundupan narkoba itu diselesaikan."
"Ah, begitu. Kupikir Ketua Park sudah memberitahumu sesuatu. Omong-omong, kudengar keuntungan organisasi itu besar sekali. Si berengsek itu benar-benar seorang kriminal."
Yeong Eun mengepit-ngepitkan bibirnya atas dan bawah saat ia selesai mengolesi lipstick. Sementara Hyukjae sudah siap dalam setelannya. Terlihat tampan dan gagah, dan yang pasti, beraroma menggoda karena campuran aroma parfum mahal dan sabun mandi. Yeong Eun berjalan melewatinya sambil sengaja menghirup udara lebih banyak.
"Yeong Eun, sudah kubilang jangan mengumpat. Kau sungguh tidak bisa menurutiku ya?" Hyukjae menatap istrinya galak, sementara Yeong Eun terkekeh sambil memakai blazer abu gelap. Ia memberi tanda perdamaian dengan jarinya pada Hyukjae yang hanya memutar bola mata.
Yeong Eun mengambil tasnya. Memasukkan beberapa berkas misinya, sedikit kosmetik, dompet, ponsel, iPad putih yang kecanggihannya sudah menyamai komputer kebesaran Kepolisian Korea, dan sebuah pistol angin yang selalu ia bawa ke mana-mana.
Yeong Eun lalu berbalik, bersandar pada lemari hiasnya sambil memandangi Hyukjae yang juga sedang menyiapkan peralatan. Yeong Eun berjalan mendekat dan menunggu dengan sabar. Tangannya mengambil alih dasi Hyukjae, memakaikannya saat pria itu tampak agak kesulitan. Hyukjae tidak berniat untuk menyuruhnya bergegas karena mereka masih punya banyak waktu.
Setelahnya, Hyukjae menawarkan lengan kirinya, dan Yeong Eun menggandengnya dengan suka cita. Terkekeh sambil mengimbangi langkah Hyukjae. Keduanya menapaki tangga dengan bertelanjang kaki. Berjalan menuju meja makan yang telah tersedia sarapan. Rumah itu besar—sebenarnya sangat besar. Dengan kecanggihan yang memukau mata, serta keamanan yang tidak perlu diragukan lagi. Beberapa pegawai keamanan akan senantiasa siap-siaga di bagian depan, samping kiri dan kanan, serta belakang rumah. Berjumlah sekitar tiga puluh orang dengan lima orang wanita di antaranya. Dengan kemampuan yang dapat diandalkan. Sementara untuk urusan rumah tangga—seperti masak-memasak dan membersihkan rumah—terdapat tujuh orang pekerja yang keseluruhannya adalah wanita. Dikepalai oleh Shim Ah Min, wanita paruh baya yang ramah, cekatan, dan keibuan. Yang menyayangi suami-istri itu bagaikan anak sendiri. Terdapat lima orang yang bertanggung jawab terhadap tanaman di pekarangan maupun dalam rumah. Termasuk taman luas dan pohon rimbun yang mengelilingi rumah itu bagai pagar yang menyamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILD COUPLE
FanfikceLee Hyukjae dan Cho Yeong Eun adalah sahabat sejak kecil yang bekerja sebagai anggota agen DISK (Department Intelligence of South Korea). Semuanya baik-baik saja, sampai ketika orang tua keduanya terus memaksa untuk menikah. Tak ingin menerima renc...
