Bab 19 - Explode

2.7K 250 43
                                        


Seoul, DISK building, 27 Desember 2018. 11.00 AM 

Yeong Eun masuk ke kantornya. Mengikat rambutnya asal sembari berjalan. Masih memasang tampang masam. Matanya nyaris melompat keluar saat menangkap Hyukjae yang berdiri menyandar pada kubikel kerjanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa ia senang bisa melihat laki-laki itu lagi seminggu ini mereka tak bertegur sapa untuk sekadar mengobrol. Hyukjae seolah menghindari sekaligus mendiamkannya, meskipun Yeong Eun beberapa kali berusaha untuk membuka percakapan, responnya selalu tampak tidak tertarik. Hyukjae memang sibuk, dengan misi DISK, juga bisnis keluarga yang beberapa kali butuh perhatian darinya. Tae Han bilang bahwa ada beberapa hal yang harus diurus hingga pria itu jadi agak sibuk. Jadi, Yeong Eun tak berniat mengganggu. Ia berusaha membantu, tapi Tae Han melarangnya.

Setelah bertemu, ia sendiri tidak yakin apa yang harus dilakukannya. Menanyakan kabar? Meneriakkan makian? Meninjunya habis-habisan karena sudah berani-beraninya mengabaikannya? Atau memeluknya penuh kerinduan? Yeong Eun melenyapkan opsi terakhir. Tidak. Tidak bisa. Ia seketika sadar posisinya. Tapi sekalipun ia bukan seorang istri sungguhan yang harus diperhatikan, tapi setidaknya dia adalah sahabatnya kan? Terlebih lagi, mereka tinggal bersama! Ia dan Eunhyuk sudah kembali ke rumah mereka sendiri.

Yeong Eun menampilkan wajah datarnya. Menatap Eunhyuk sekilas dengan tanpa ekspresi. Ia berjalan lurus menuju pintu yang akan membawanya ke ruangan Ketua Park. Pintu yang sayangnya berada di seberang ruangan hingga mengharuskannya untuk melewati Eunhyuk.

Yeong Eun tidak menatap Eunhyuk sama sekali. Masih mengabaikannya. Jika pria itu bisa melakukannya, maka ia juga bisa. Pria itu punya waktu untuk menyapanya. Meskipun ia pulang saat Yeong Eun sudah tidur, ataupun pergi saat Yeong Eun sedang mandi, harusnya ia bisa untuk sekedar mengobrol kan? Toh saat mereka bangun juga terdapat waktu senggang yang akan menyempatkan mereka mengobrol barang lima belas menit. Tapi pria itu tidak melakukannya!

Eunhyuk menegakkan tubuh. Tahu benar bahwa Yeong Eun sedang marah padanya. Gadis itu mengabaikannya. Membuatnya meringis. Benar. Ia memang pantas diabaikan. Sudah nyaris seminggu ini mereka tak pernah benar-benar mengobrol. Pekerjaannya terlalu banyak hingga membuatnya kewalahan. Sebenarnya ia juga diharuskan untuk menginap di hotel yang sama dengan Mr. Brown, duta besar dari Amerika. Tapi akhirnya ia berhasil menolaknya. Kebiasaan tidur di dalam rumah yang sama membuat Eunhyuk merasa aneh jika harus tidur di luar rumah tanpa Yeong Eun selama satu malam saja. Dan setelah pernikahannya, tidur tanpa melihat Yeong Eun satu ranjang dengannya juga terasa lebih aneh lagi. Ia tidak tahu pernikahan bisa jadi demikianmengerikan.

Eunhyuk tadinya tak ingin memaksakan diri datang ke sini. Tapi ia sendiri tak bisa menahan kehendak hatinya. Tak peduli bahwa kini gadis itu marah habis-habisan padanya. Ia tidak menyangka, dengan komunikasi pasif saja bisa membuat hubungan mereka menjadi secanggung ini. Beberapa kali ia harus pulang larut karena urusan petinggi negara itu sendiri yang sering baru akan selesai saat tengah malam. Maraknya terorisme juga membuat keamaan petinggi negara menjadi rentan. Hubungan Seoul-Amerika sendiri juga sedikit berombak karena kesalahpahaman keuangan dan pelanggaran keamanan penduduk. Dikatakan komunikasi pasif karena Eunhyuk hanya akan berkomunikasi dengan sikapnya. Memeluk Yeong Eun saat tidur. Memandanginya sebelum bangun. Memantau kesehariannya melalui teman-teman kantor ataupun CCTV di kantor. Ditambah lagi, ia juga harus menjauhkan Han Joo-Won dari Yeong Eun. Perempuan itu ... entahlah. Joo-Won bersikap seolah-olah sangat mengenalnya. Ia selalu mengajaknya makan bersama saat waktu makan sudah tiba. Ia juga tampak menghindari topik mengenai Yeong Eun tiap kali Eunhyuk menyebut namanya. Lebih dari itu, dia gadis yang baik. Tapi ia pikir mungkin bukanlah hal yang bijak untuk menyatukan kedua perempuan itu dalam satu tempat untuk waktu yang agak lama. Entahlah, mungkin karena sudah terlalu lama selalu bersama Yeong Eun dan tidak lagi mengurusi percintaan lain, Eunhyuk merasa aneh dengan hubungannya pada perempuan lain dalam kategori khusus di luar pertemanan. Lagipula ia masih ingat benar bahwa ia sudah menikah dengan Yeong Eun. Tak peduli jika gadis itu hanya menganggapnya teman.

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang