Bab 24 - Still Hurts

2.3K 273 97
                                        

"Kau bajingan! Kau pikir apa yang sudah kau lakukan pada Yeong Eun?" Donghae bertanya perlahan. Tak lagi berteriak seperti sebelumnya. Tapi ucapan dingin itu berhasil membuat Eunhyuk tertohok sedalam-dalamnya.

"Apa yang kau pikirkan saat meletakkan tanganmu di tubuh wanita itu?"

Donghae bertanya lagi. Berusaha keras menahan rasa marahnya yang memuncak seiring dengan cengkeramannya di leher Eunhyuk yang kian mengetat.

Eunhyuk berusaha menemukan kewarasannya. Pikirannya begitu kalut dengan perasaan bersalah yang mencekiknya terlalu kuat. Tapi ia tidak bisa menahannya. Bagaimana pun terlukanya Yeong Eun karena itu, ia tak bisa menyerah karena ia membutuhkannya.

Tangan Eunhyuk menepis kuat tangan Donghae hingga cengkeramannya terlepas. Donghae kembali menerjang tapi kali ini Eunhyuk tidak kesulitan untuk menghindarinya. Baku hantam itu terus terjadi berkali-kali. Seluruh isi meja berserakan ke lantai saat Eunhyuk menendang kuat tubuh Donghae hingga pria itu menubruk meja dengan suara yang keras. Orang-orang melihat dengan mata membulat ngeri. Tak ada yang berniat mengambil risiko untuk melerai keduanya yang terlihat bagaikan chimaera yang mengamuk.

"Itu sama sekali bukan urusanmu." Eunhyuk berkata dingin. Matanya menyorot tajam dengan ekspresi memeringatkan bagaikan sipir penjara dunia. Pria itu lalu melanjutkan dengan lengan yang menahan Donghae di bagian leher. "Jadi jangan pernah mencoba untuk mengambil tindakan apa pun."

Napas Donghae memberat, melepaskan desahan amarah yang semakin parah. Pria itu bangun dari tekanan Eunhyuk. Mendorongnya mundur dan menendang perutnya sekuat tenaga. Membuat Eunhyuk menabrak dinding di belakangnya.

"Jangan mencampuri, kau bilang?" Donghae bertanya dengan seringai merendahkan yang membuat Eunhyuk bertambah panas. Sekali lagi, dengan tinjunya pria itu melayangkannya ke arah Eunhyuk. Tapi tidak benar-benar mengenainya. Hanya disasarkan ke arah dinding di samping kepala Eunhyuk. Tapi Eunhyuk sama sekali tidak berkedip.

"Kalau aku tidak ikut campur, maka Yeong Eun pasti sudah mati sekarang."

Donghae berkata lambat-lambat. Merasakan bagaimana jeda kalimat itu berhasil menyakitinya dengan tajam.

"Kau masih memintaku tidak ikut campur?"

Donghae berkata sambil berjalan mundur. Ia melayangkan kepalan tinjunya lagi. Dan kali ini, Eunhyuk sama sekali tidak menghindar. Pria itu terhuyung sedikit saat tinjuannya berakhir di tulang pipinya. Menyebabkan sedikit robekan. Eunhyuk sama sekali tidak meringis. Tidak juga merasa sakit. Ia terlalu ... kalut dan tersesat.

Mati? Yeong Eun ... mati? Apa maksud itu semua?

Eunhyuk diam. Tak berkata apa-apa lagi. Pria itu bahkan terlihat seperti sedang melamun. Melayang jauh entah ke mana. Matanya menatap kosong. Dengan tubuh yang masih berdiri tegak. Membiarkan Donghae memukulnya. Pria itu belum berniat berhenti. Masih bertahan memukulinya seperti orang gila.

Donghae memang tidak benar-benar berniat membunuhnya. Karena Donghae tidak mungkin menyakiti hal yang amat disayangi Yeong Eun. Seberapa pun buruknya sikap Eunhyuk tadi, Donghae tahu bahwa Yeong Eun sangat memedulikannya.

Tangan Eunhyuk terangkat. Menahan tangan Donghae tepat saat pria itu berniat memukulnya. Masih dengan tatapan yang tidak melihat Donghae.

"Apa ... yang terjadi pada Yeong Eun?"

Suara Eunhyuk terdengar rendah dan datar. Donghae bisa merasakan getaran itu. Dan itu membuatnya semakin ... serba salah. Ia tidak mengerti sama sekali jalan pikiran Eunhyuk. Dan itu benar-benar mengesalkan! Alasannya untuk membunuh pria itu semakin terasa lemah.

"Apa pedulimu? Sialan! Kau bahkan tidak mengejarnya tadi."

Donghae menarik lepas tangannya. Membuang pandangannya dari Eunhyuk, memilih menyandarkan tubuhnya di meja yang baru saja ditariknya mendekat.

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang