Bab 16 - The Accident

3.7K 245 30
                                        

Seoul, DISK building. 17 Desember 2018. 06.35 PM

Pukul setengah tujuh malam. Tim inti DISK sedang bersiap-siap untuk pulang. Tugas mereka hari ini lebih banyak dari sebelumnya. Membereskan masalah-masalah kemarin yang belum terselesaikan. Yeong Eun membereskan peralatannya. Memasukkannya ke dalam tas tangan yang berwarna hitam. Ia kini sedang mematut dirinya di depan cermin kecil. Memastikan penampilannya masih layak untuk dilihat-lihat. Yeong Eun berdiri. Mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dan saat itulah ia terlihat. Pria itu, tersenyum padanya meski tampak sedikit lelah. Eunhyuk berjalan menuju tempatnya berdiri. Mereka tidak benar-benar bersama seharian ini karena Eunhyuk kini mulai konsentrasi pada tugas barunya.

"Hai." Eunhyuk menyapanya. Merangkulkan tangannya dengan refleks di sekeliling pinggang Yeong Eun. Membuat Yeong Eun ikut tersenyum.

"Hai."

"Kau ingin pulang sekarang?"

"Tidak ada lagi yang bisa kukerjakan. Aku tidak sabar ingin mandi dengan air hangat. Ayo, kita pulang."

"Agh! Kau semakin membuatku tidak ingin pergi." Eunhyuk berkata dengan senyum menggoda. Mengutip kegiatan Yeong Eun yang berniat ingin mandi air hangat. Sementara Yeong Eun terkekeh. Mereka berdua berjalan menuju lift.

"Aku tidak melarangmu untuk ikut denganku."

"Apa itu undangan?" Eunhyuk menatap Yeong Eun sambil tersenyum simpul. Melihat gadis itu tersenyum semakin membuatnya tidak tahu bagaimana harus memberitahunya.

"Aku tidak bisa ikut pulang bersamamu."

Yeong Eun sontak menoleh. "Kenapa?"

"Ada yang harus kukerjakan. Tugasku yang sekarang."

Yeong Eun terdiam. Ia benar-benar sedang tidak ingin memikirkan hal itu. Membicarakannya membuatnya mual. Dan ia tidak tahu kenapa ia merasa seperti itu. Intinya adalah, ia benar-benar tidak ingin membahasnya.

Eunhyuk tidak bersuara apa-apa. Tahu bahwa Yeong Eun kini sedang mengabaikannya. Gadis itu tidak berkomentar apa-apa mengenai tugasnya. Dan itu bukanlah pertanda baik. Tapi ia juga tidak tahu bagaimana harus menanggapinya. Yeong Eun diam, tapi tangannya tetap memegang tangan Eunhyuk dengan erat. Seolah tidak perlu menjelaskan kenapa ia bersikap seperti itu.

Lift sudah sampai di lantai dasar. Eunhyuk dan Yeong Eun berjalan beriringan menuju lapangan parkir.

"Kau tidak perlu mengantarku sampai ke rumah. Aku bisa pulang sendiri."

"Aku tahu kau bisa, tapi aku tetap ingin mengantarmu pulang."

"Sungguh. Kau tidak perlu melakukannya. Kau kerjakan tugas dari Ketua Park lalu aku akan pulang dan menunggumu di rumah."

"Aku akan pergi dengan Joo Won."

Gerakan Yeong Eun terhenti saat ia ingin membuka pintu mobil. Hanya sekian detik karena kini ia sudah berada di dalam mobil. Sekian detik yang tak luput dari pandangan Eunhyuk. Eunhyuk ikut masuk ke mobil. Duduk di kursi penumpang di depan.

"Aku tahu. Aku akan mengantarmu sampai ke depan kantor. Kau semobil dengannya, kan?"

"Kalau kau melarangku, aku tidak akan semobil dengannya."

Yeong Eun menoleh. Menatap Eunhyuk dengan ekspresi serius dan tanpa senyum. Ekspresi yang membuat Eunhyuk kini seolah ingin dimutilasi. Detik berikutnya, Yeong Eun memukul kepala pria itu tanpa ragu.

"Aaaw! Yak, dan untuk apa pukulan itu sebenarnya?"

"Kau pikir kenapa aku harus melarangmu? Pergi saja sana. Aku tidak punya urusan dengan siapa pun kau ingin pergi."

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang