Unnamed building, 7Januari 2019, 11.05 AM
Eunhyuk mengernyit saat kesadaran perlahan menghampirinya. Meringis tanpa sadar saat merasakan nyeri mengerikan di punggungnya dalam usaha untuk bergerak. Matanya menyipit saat berusaha melihat dalam penerangan yang kurang. Hidungnya langsung membaui ruangan yang berdebu dan lembab karena kadar air yang tertahan. Eunhyuk mendapati dirinya berada dalam sebuah ruangan luas yang kosong dan kotor. Tubuhnya terikat kuat di atas sebuah kursi besi yang berkarat. Di hadapannya terdapat sebuah meja yang berdebu. Sinar matahari menembus dari jendela yang tak berdaun. Memberikan penerangan yang cukup dalam ruangan pengap itu.
Mata Eunhyuk mengitari ruangan. Tidak ada siapa-siapa di sana, termasuk Yeong Eun. Gadis itu tidak ada lagi di dekatnya. Pria tak dikenal sebelumnya telah menyeret gadis itu entah kemana. Ia mulai menganalisa situasi. Menyadari bahwa ponsel dan peralatan yang ia bawa di tubuhnya tidak lagi berada di tempat. Orang-orang itu sudah menggeledahnya lebih dulu. Ia juga yakin mereka pun telah menggeledah Yeong Eun. Tangan Eunhyuk spontan mengepal kuat, menyadari situasi yang mulai terasa mencekam. Eunhyuk menggerakkan tangannya paksa, mencoba menarik lepas dari ikatan tali yang membelit. Usahanya sia-sia karena cengkeraman tali itu tidak melonggar sedikit pun. Ia tak bisa bergerak.
Saat pikirannya dipenuhi dengan berbagai cara meloloskan diri, pintu ruangan mengayun terbuka. Beberapa orang bersetelan kerja lengkap memasuki ruangan. Dipimpin oleh seorang pria paruh baya yang berjalan paling depan. Orang itu melenggang masuk sambil membawa sebuah tongkat yang terkadang dipakainya seolah benda itu sedang membantunya berjalan. Mata Eunhyuk mengikuti pergerakannya hingga orang itu duduk di sebuah kursi tunggal tak jauh darinya. Dua orang pria bertubuh besar berjaga di kanan-kiri Eunhyuk. Memegangi lengan atasnya waspada.
"Wah, kau sedikit terlambat. Rekan wanitamu sudah lebih dulu sadar tadi," ujar pria paruh baya itu dengan seringaian yang licik.
Eunhyuk tidak menjawab. Ia masih menatap pria itu dengan aura dingin dan tak bersahabat. Mulai menyusun rencana bagaimana cara menghabisi orang ini karena berani-beraninya memojokkan ia dan Yeong Eun bahkan sampai memisahkan mereka.
"Baiklah. Mari kita mulai perbincangannya," kata orang itu lagi. Memulai pembicaraan seolah itu adalah hal yang paling penting untuk saat ini.
"Siapa yang mengutusmu?" Pria itu bertanya langsung. Menatap Eunhyuk dengan emosi tertahan. Merasa gusar karena dua orang cecunguk itu sudah ikut campur ke dalam urusan pentingnya.
"Kenapa kau pikir aku diutus oleh seseorang? Bukan oleh diriku sendiri?" balas Eunhyuk tajam. Masih menatap pria itu dengan ekspresi keras.
"Aku tidak cukup bodoh untuk itu, Nak. Kau bahkan tidak mengenaliku, kan? Tunggu, mungkin kau memang mengenaliku, tapi hanya dengan latar belakang prestasi burukku. Dan kau ke sini pasti untuk menangkapku, benar?" ujar pria itu setelahnya. Menjelaskan dengan malas sambil mengibaskan tangan ke arah Eunhyuk. Menganggap bahwa Eunhyuk adalah orang yang tidak penting.
"Kau pikir kau mengenalku secara personal?" Eunhyuk bertanya lambat. Entah kenapa mulai merasa terusik melihat bagaimana cara orang itu menatapnya. Mata cokelat gelap itu seolah berusaha membacanya. Mengorek hingga puing-puing terakhir yang bisa ia dapatkan.
"Hm, tergantung dari sisi mana kau melihatnya," jawab orang itu secara ambigu. Eunhyuk mengernyit samar. Tahu bahwa pria tua itu tidak sepenuhnya berkata jujur. Otaknya otomatis berusaha membongkar lemari ingatannya hingga yang terdalam. Berusaha mengingat-ingat siapakah pria di hadapannya ini. Selama kurun waktu hidupnya, ia sudah berhadapan dengan begitu banyak orang dan sebagian besar di antaranya bukanlah orang yang akan ditemui setiap hari. Bahkan kebanyakan hanyalah pertemuan sekali seumur hidup. Sebagai hubungan antara pihak yang menangkap dan yang ditangkap. Dan sejauh ia menggali, ia tetap tidak mengenali orang ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILD COUPLE
FanfictionLee Hyukjae dan Cho Yeong Eun adalah sahabat sejak kecil yang bekerja sebagai anggota agen DISK (Department Intelligence of South Korea). Semuanya baik-baik saja, sampai ketika orang tua keduanya terus memaksa untuk menikah. Tak ingin menerima renc...
