Bab 32 - The Answer

2.4K 236 59
                                        

Assalamu'alaikum, semuanyaa. Hallo, selamat malam! ^_^

Adakah yang ingat Lula, atau bahkan nungguin Lula update? Aduh, kalau dihitung nyaris tiga bulan ya Lula nggak nerbitkan bagian cerita tambahan apa pun T_T

Happy reading, guys!




Eunhyuk memiringkan kepalanya. Mengalihkan pandangan seiring dengan gerakan kaki Yeong Eun yang melangkah sibuk ke sana ke mari di ruang kerja DISK. Gadis itu kemudian berkutat agak lama pada komputer kerja, membolak-balik berkas di atas mejanya lalu kembali memperhatikan layar. Tangan Yeong Eun meraup sebuah roti isi yang tadi Eunhyuk berikan. Eunhyuk pikir Yeong Eun akan membutuhkan tambahan stamina di tengah-tengah kesibukannya itu. Sungguh, apa sih yang sedang dilakukannya? Memangnya misi macam apa yang sedang ditangani Yeong Eun hingga harus menumpahkan seluruh perhatiannya sebanyak itu?

Eunhyuk menyeruput lagi secangkir kopi di tangannya. Pria itu kini bersandar pada lemari di dekat mesin pembuat kopi tak jauh dari ruang kerja tim mereka. Pandangannya menembus dinding kaca bening yang langsung memperlihatkan ruangan kerja itu. Tepat pada titik di mana istrinya duduk. Ia sudah memperhatikannya sejak tadi. Berhari-hari ia habiskan hanya untuk mengamati pergerakan Yeong Eun. Entah untuk tujuan apa, Eunhyuk bahkan tidak yakin.

Tepat saat itu juga, Yeong Eun menghentikan kegiatannya. Tubuh gadis itu duduk tegak. Memperhatikan sekeliling seolah sedang mencari sesuatu. Dan saat ia menoleh, saat itulah pandangan mereka bertemu.

Tidak ada yang mengatakan sesuatu. Eunhyuk tidak tahu ekspresi macam apa yang kini sedang terpasang di wajahnya. Ia hanya merasa sedang diam akibat terlalu terkejut. Larut dalam kegiatannya menyelami mata cokelat itu. Detik selanjutnya, semuanya seolah berjalan begitu lambat. Ia bahkan bisa merekam tiap mili sekon pergerakan Yeong Eun. Gadis itu memiringkan wajah. Balas menatapnya dengan pandangan yang tak terdefinisi. Dengan gerakan bibir yang lambat dan mata yang menyipit, senyuman itu kemudian terukir sempurna. Memberikan seutuhnya pada Eunhyuk. Saat itulah Eunhyuk sadar bahwa ada hal yang salah dalam semua ini. Sesuatu sedang terjadi, entah apa pun itu. Dan ia sama sekali tak punya gambaran.

***

Donghae menatap kesal pada pria yang kini sedang mengembuskan napas untuk ke sekian kalinya. Eunhyuk duduk tak jauh darinya dengan tangan yang memegang iPad putih khas miliknya. Benda yang didesain khusus oleh bagian teknik elektronika di DISK.

"Sebenarnya apa lagi yang kau risaukan? Aku benar-benar tidak tertarik untuk melihat wajah kusutmu itu lebih lama lagi," gerutu Donghae sambil menyeruput kopinya dengan tegukan besar.

"Aku akan mengacau," jawab Eunhyuk pendek.

"Apa maksudmu?" tanya Donghae lagi.

"Kerjakan saja misi selanjutnya dengan baik. Kupikir kita akan kerepotan." Eunhyuk berucap lagi. Pria itu memegangi cangkir di tangannya tanpa niatan untuk meneguk. Mengabaikan kepulan asap yang keluar dari cairan kecokelatan itu. Eunhyuk tak pernah menyukai kopi. Ia dan Yeong Eun lebih menyukai cokelat hangat.

"Apakah semuanya baik-baik saja?" Donghae bertanya sambil lalu. Menyesap kopinya dengan tegukan besar. Tak sempat berjengit karena lidahnya terasa terbakar akibat tingginya suhu cairan itu.

"Yeong Eun baik-baik saja. Untuk saat ini." Setelah mengatakan itu, barulah Eunhyuk menyesap minumannya. Sekadar peralihan dari perasaan amat tidak menyenangkan yang mulai menggerogoti hatinya. Pria itu terpaksa menelan keluhan bibirnya saat lidahnya menyecap rasa pahit itu. Sekali lagi, ia tidak suka kopi. Begitupun Yeong Eun-nya.

***

Seoul, DISK building, 15 Januari 2019. 09.00 AM

"Agh, sial!" Yeong Eun mengumpat sembari mengentakkan kakinya yang baru saja dilesakkan paksa ke dalam sebuah boots berwarna hitam mengilat. Gadis itu sudah memaki sekian kali hingga Yoon Seol kehabisan jari untuk menghitung.

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang