Bab 28 - Divorce

2.8K 277 78
                                        

HAPPY SELASA MALAAAAAM!

Ciieee bisa update tepat waktu ciee XD

Duh, seneng banget bisa nongol lagi minggu ini :3

Nah, ini lanjutannya, semoga belum lupa cerita minggu lalu ya!

Happy reading! ^^


Yeong Eun membersihkan sisa-sisa darah itu dari mulut Eunhyuk. Isakannya lolos saat melihat betapa pria itu sedang kesakitan. Beberapa sisi pakaian Eunhyuk benar-benar basah karena darah pria itu sendiri. Yeong Eun refleks menempatkan Eunhyuk dalam rengkuhannya saat ia tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya. Menahan ringisannya saat pergerakannya malah membuat rongga perutnya sakit. Yeong Eun bisa merasakan darah kembali mengalir keluar dari lukany, tapi ia benar-benar tidak peduli.

"Jangan menangis. Aku tidak apa-apa," ujar Eunhyuk lirih. Menyadari betapa cemas dan paniknya istrinya itu saat ini. Wajah Yeong Eun mulai basah karena air mata. Ia bisa merasakan seluruh tubuh gadis itu bergetar karena tekanan perasaan. Sejujurnya, ia sendiri merasa tidak baik-baik saja. Eunhyuk merasa nyawanya sedang ditarik ulur. Seluruh bagian dalam tubuhnya sakit hingga rasanya ingin meledak. Tapi ia harus menahannya. Ini belum selesai. Dan ia tidak bisa meninggalkan Yeong Eun sendirian di sini dengan kondisi yang juga tidak baik.

"Kau tidak boleh mati," ujar Yeong Eun pelan diselingi oleh isakan yang tertahan. Senggukannya keluar terputus-putus.

Yeong Eun menggeram marah. Kepalanya menoleh pada Cheon Hyun Min yang kini terduduk di lantai dengan kondisi berdarah. Setelah meletakkan Eunhyuk pelan-pelan ke lantai, Yeong Eun bergerak menghampiri pria itu dengan membabi buta meski dengan langkah terseok-seok. Tangannya memukul wajah pria itu dengan keras. Memukulnya bertubi-tubi tanpa merasa perlu beristirahat. Tak peduli bahwa pergerakan itu juga menyakiti tubuhnya yang cedera.

"DASAR SETAN! AKU BENAR-BENAR AKAN MENGHABISIMU, BAJINGAN!" ujar Yeong Eun meraung. Gadis itu menyerang Cheon Hyun Min dengan kalap. Memukuli dan menendang pria itu bertubi-tubi.

Beberapa anak buah Cheon Hyun Min mulai sadar dari pingsan, tapi tak ada yang berniat membantu. Beberapa orang bahkan sudah kabur. Orang-orang itu seolah menepi dari arena tanpa diminta. Yeong Eun terus memukuli pria itu meski dengan wajah bersimbah air mata. Ia tidak akan berhenti jika saja tidak mendengar Eunhyuk memanggil namanya.

"Yeong Eun, hentikan." Eunhyuk bersuara di tengah perjuangannya untuk tidak pingsan. Pria itu terbaring menyamping menghadap Yeong Eun. Terus mengamati bagaimana gadis itu berusaha menghabisi musuh mereka.

Yeong Eun bangkit dengan enggan. Ia menginjak dada Cheon Hyun Min sebagai sentuhan terakhir lalu kembali menghampiri Eunhyuk. Merengkuh tubuh pria itu agar kembali dalam pelukannya. Kulitnya terasa begitu dingin sementara kakinya sudah mulai mati rasa karena terlalu sakit. Darahnya tak bisa berhenti mengalir.

"Aku hanya memberinya pelajaran," ujar Yeong Eun membela diri. Ia tak bisa berhenti menangis, tapi ia tidak ingin membuat Eunhyuk terbebani. Hal yang bisa dilakukannya adalah bertindak seperti biasa seolah mereka sedang menyongsong kemenangan. Tidak, mereka memang sedang menuju kemenangan.

"Istriku pintar sekali." Eunhyuk memuji dengan sisa suara yang bisa dikeluarkannya. Pria itu tersenyum patah-patah dengan bibir yang bernoda darah. Masih bisa meraih pipi Yeong Eun dengan perlahan.

Air mata Yeong Eun semakin menetes saat mendengar penuturan itu. Ia mengangguk, khas seperti anak yang senang saat dipuji.

"Teman-teman kita sedang menuju ke sini. Semuanya akan baik-baik saja. Jangan khawatir." Yeong Eun berkata sambil tersenyum memastikan. Berusaha menyemangati Eunhyuk agar tetap terjaga. Pria itu sudah terlihat akan pingsan kapan pun Yeong Eun mengalihkan pandangan.

THE WILD COUPLECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang