Hai, ketemu lagi!
Nah, silakan menggila bareng si Eunhyuk sama Yeong Eun!! XD
Happy reading!
Seoul, Unnamed Port, 7 Desember 2018. 10.15 PM
Yeong Eun memastikan penampilannya sekali lagi dari cermin di dalam mobil. Kali ini ia memakai celana jeans berwarna biru dan baju kaus berwarna putih. Sebuah jaket levis terpasang gaya di tubuhnya. Rambutnya ia ikat dengan tak beraturan, membuat beberapa helai mencuat keluar dari ikatan. Membuat kesan berantakan yang membuat Eunhyuk gemas. Pria itu menyetir mobil dengan fokus.
Pria itu memasang alat komunikasi jarak jauh mereka. Bergegas mengabari Tim Intelijen yang sudah bersiap di tempat sebelumnya. Sekaligus mobil mini bus yang mengangkut para gadis samaran yang mereka bawa. Yang tak lain adalah para agen wanita yang menyamar.
Yeong Eun membiarkan Eunhyuk meneyetir ke mana ia mau. Dan benar saja, ia tidak bisa mengenali di mana mereka berada sekarang. Masih di Seoul, ia pastikan itu. Tapi melihat kanan-kiri jalan yang hanya terdiri atas pohon dan tumbuhan liar membuatnya tidak bersemangat. Ini benar-benar asing.
Mobil mereka berbelok. Yeong Eun mengerutkan keningnya karena tidak berhasil membaca plang namanya di pangkal jalan. Ia memutuskan untuk mengabaikannya. Detak jantungnya meningkat saat kini ia bisa merasakan angin laut.
Eunhyuk menajamkan indranya. Ia refleks melirik Yeong Eun yang duduk tenang di kursi sebelahnya. Tidak peduli seberapa hebat gadis itu, ia tidak bisa merasa tenang-tenang saja saat ia dan Yeong Eun terjun dalam tindak lapangan. Berhadapan langsung dengan para penjahat yang tidak bisa ditangkap oleh kepolisian Korea Selatan. Ia tidak tahu apakah Yeong Eun menyadari segala risiko dan pertaruhan yang selalu mengikuti mereka, tapi mengingat ekspresi tenang dan polos gadis itu membuat Eunhyuk berpikir bahwa gadis bodoh itu pasti tidak memikirkan soal itu. Baiklah, apakah kecemasan dan keposesifannya sekarang sedang kambuh lagi? Eunhyuk menggeram kesal. Kesal pada dirinya sendiri yang makin lama semakin merasa terjebak. Terjebak oleh pesona istrinya sendiri. Astaga, ini mengerikan!
"Apakah pria itu belum datang?"
Eunhyuk meluruskan pikirannya lagi. Memandang berkeliling pada pelabuhan sepi yang tidak terurus. Hanya ada beberapa lampu yang syukurnya berfungsi dengan baik. Menerangi tempat itu sehingga layak didatangi.
"Sepertinya belum."
Yeong Eun turun dari mobil dan berjalan lurus menuju pelabuhan. Membuat Eunhyuk jengkel karena lagi-lagi ia tidak dituruti. Setidaknya Yeong Eun seharusnya mengajaknya kan?
Mobil besar lainnya berhenti di dekat mobil Eunhyuk dan Yeong Eun. Mobil lain yang mereka gunakan untuk mengangkut gadis-gadis samaran itu.
"Aku benar-benar membencimu, Lee Hyukjae!"
Laki-laki berjaket hitam turun dari kursi sopir. Mendatangi Hyukjae dengan kesal.
"Maaf. Kau siapa, ya?"
"Kau serius menjadikanku sopir tidak penting seperti ini? Anggota lain bahkan mendapatkan posisi yang lebih bermartabat!"
"Kupikir kau tidak lupa kesalahanmu, Donghae~ya."
"Tapi, kan, bukan aku saja yang merencanakan pengintipan itu. Henry juga."
"Aku bisa mendengarmu, Hyeong. Jangan bawa-bawa aku. Kaulah yang merayuku agar jadi sesat."
"Diam kau. Dasar junior tidak setia!"
"Biar saja."
Kekehan Henry terdengar dari alat komunikasi jarak jauh mereka. Membuat Donghae merengut sebal.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILD COUPLE
FanfictionLee Hyukjae dan Cho Yeong Eun adalah sahabat sejak kecil yang bekerja sebagai anggota agen DISK (Department Intelligence of South Korea). Semuanya baik-baik saja, sampai ketika orang tua keduanya terus memaksa untuk menikah. Tak ingin menerima renc...
