Seoul. The House of Mr. And Mrs. Lee. 6 Maret 2022. 08.15 AM.
Sinar matahari pagi menyeruak melewati sela-sela gorden. Di tengah kamar, terbentang sebuah karpet besar dengan tebal nyaris menyamai kasur premium. Di atasnya, Yeong Eun tertidur lelap. Di sebelah kirinya, Eunhyuk berada dalam posisi yang sama sambil memeluknya. Di sebelah kanan Yeong Eun, Seong Jae dan Yeong Hee berbaring dengan nyaman. Setelah semalam mereka semua memutuskan untuk bermain di karpet sambil menonton televisi—hal yang kerap dilakukan saat malam Minggu—keempatnya akhirnya berakhir tertidur di tempat yang sama tanpa pindah ke ranjang terlebih dahulu. Eunhyuk tidak keberatan. Karena setidaknya ia yakin bahwa berbaring di sini tidak akan membuat istri dan anak-anaknya sakit punggung karena teksturnya yang lembut.
Eunhyuk sebenarnya sudah bangun, tapi ia kalah dalam keinginan ingin berdiam menyatu dengan Yeong Eun hingga tidak ingin melakukan apa-apa lagi selain memeluknya. Ia menegakkan sedikit tubuhnya. Bertumpu di tangan kanan agar bisa memandangi Yeong Eun yang masih terlelap. Tangannya yang semula di pinggang dan perut Yeong Eun ia tarik agar bisa menjangkau rambut Yeong Eun dan mengelusnya pelan.
Eunhyuk tidak ingat sudah berapa lama melakukan itu. Sampai ketika ia mengalihkan pandangan, di samping Yeong Eun, Seong Jae sedang memandanginya. Bocah laki-laki berusia dua tahun itu memandanginya seolah sedang mengamati objek penelitian. Eunhyuk termangu, agak salah tingkah seolah sedang tertangkap basah mengamati istrinya—yang tak lain adalah ibu anak itu. Ya Tuhan, kenapa ia tiba-tiba malu? Memangnya itu kesalahan?
"Mama ...," ujar Seong Jae perlahan sambil berusaha bangun dan menepuk-nepuk lengan Yeong Eun.
"Mama sedang tidur, Sayang. Ayo, sini. Dengan Papa saja," tawar Eunhyuk sambil mengangkat tubuh anak itu dan meletakkannya di atas perutnya.
"Mama tidur," ujar Seong Jae membeo ucapan Eunhyuk.
Eunhyuk mengangguk. "Benar. Ini hari Minggu. Jadi, ayo kita biarkan Mama tidur lebih lama," tawar Eunhyuk lagi.
Seong Jae mengerutkan kening. Tidak memahami sepenuhnya ucapan Eunhyuk. Tak lama itu, Yeong Hee yang berbaring tak jauh dari Yeong Eun tampak merengek. Gelisah dalam keadaan setengah sadar.
Seong Jae otomatis menoleh. "Ssshhh. Yeong Hee. Jangan menangis. Mama sedang tidur," bisiknya pada adiknya itu. Yeong Hee menoleh lambat. Memandangi kakak dan ayahnya dengan pandangan mengantuk. Ia lalu menoleh menatap Yeong Eun yang sedang tidur. Eunhyuk berniat menggapai tubuh anak itu sebelum ia sendiri tiba-tiba bangkit dan dengan kondisi agak limbung berjalan mengitari Yeong Eun.
"Papa ...," bisiknya sebelum akhirnya ikut menjejalkan dirinya di depan Seong Jae. Eunhyuk tersedak karena tiba-tiba ditimpa beban berat sebelum akhirnya terkikik geli.
"Kenapa, Sayang? Masih mengantuk? Mau tidur lagi?" tanyanya pelan.
Yeong Hee memandanginya dengan mata berbinar-binar meski masih tampak mengantuk. "Ngantuk," ujarnya tidak jelas sambil merebahkan diri memeluk Eunhyuk. Wajahnya menyuruk ke bahu dan leher Eunhyuk.
Eunhyuk refleks tersenyum geli. Tiba-tiba merasa seperti dipeluk oleh Yeong Eun dalam versi jauh lebih mungil. Tangan kanan pria itu kemudian menepuk-nepuk punggung Yeong Hee pelan, bermaksud menidurkan. Dari posisinya, Eunhyuk bisa melihat ekspresi Seong Jae yang tiba-tiba merengut. Seolah kesal mainannya sudah direbut. Membuat Eunhyuk tersenyum geli.
"Seong Jae juga mau tidur? Di sebelah Papa saja," tawar Eunhyuk menawarkan lengan kirinya.
Meski dengan ekspresi tidak puas, Seong Jae turun dari tubuh Eunhyuk dan pindah ke sisi kiri ayahnya. Berbaring di lengan Eunhyuk sambil memeluk pria itu dengan tangan kecilnya. Perlahan memejamkan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WILD COUPLE
Fiksi PenggemarLee Hyukjae dan Cho Yeong Eun adalah sahabat sejak kecil yang bekerja sebagai anggota agen DISK (Department Intelligence of South Korea). Semuanya baik-baik saja, sampai ketika orang tua keduanya terus memaksa untuk menikah. Tak ingin menerima renc...
