Reva sedang berdiri di atas balkon. Menatap sekitaran kompleks rumahnya. Sudah lama juga Reva tidak merasakan udara malam dari balkon kamarnya. Kata orang, angin malam itu ga baik, tapi Reva menyukainya, menenangkan.
Ponsel yang di pegang nya bergetar berkali-kali, terdapat panggilan dari Raka di ponselnya. Reva mengangkatnya.
"Halo Rak, assalamualaikum" sapa Reva di ujung ponsel.
"Walaikumsayang"
Reva membelalak dengan ponsel yang menempel di telinganya, "Jawab salam yang bener!" Reva mengomel di ujung ponsel.
Suara sebrang terdengar terkekeh, "Maksudnya, Wa'alaikumsalam sayang"
"Eh?"
"Rindu"
"Nama gue, Reva!"
"3R"
Reva tercengang, "apa lagi itu?"
"Reva Rindu Raka" Terdengar tawa lepas dari sebrang.
"Idih. Kok lo kepedean ya"
"Gue ke rumah lo ya?"
"Mau ngapain?"
"Mau main"
"Jangan" Reva mencegah.
"Kenapa?" Terdengar nada kecewa.
"Kita ketemu aja ya, di Cafetaria"
"Apa ga terlalu malem lo keluar jam segini?"
"Izin kak Reno"
"Ajak kak Reno?"
"Nanti di suruh tunggu aja"
"Udah ga usah. Ga baik perempuan keluar malam. Besok kita cfd di alun-alun, gue jemput ya"
"Kita jan--"
"Gue ga terima penolakan ya!" ancam Raka.
"Idih. Terserah lo deh ya"
"Selamat malam sayang, assalamualaikum" Raka terkekeh di sebrang telepon.
"Eh? Wa'alaikumsalam"
Kemudian sambungan teleponnya terputus. Reva menengadahkan ponselnya ke bawah. Matanya kembali menatap langit yang kini cerah di penuhi bintang-bintang.
"Bintang...." Reva bergumam bahagia.
---
Alarm berbunyi tepat jam 5 subuh. Reva meraba nakas untuk mematikan jam weker yang terus berbunyi. Setelah mati, Reva beranjak duduk di tepi kasur dengan keadaan mata masih tertutup. Setelah matanya bisa terbuka, ia segera menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk kemudian solat subuh.
Selesai solat subuh, Reva beranjak keluar kamar untuk menemui Reno. Reva langsung mengetuk pintu kamar Reno.
"Kak Reno?" Reva memanggil di sela ketukan pintunya.
Setelah beberapa kali ketukan pintu terdengar jawaban dari sang empunya kamar, Reno. "Ada apasih de?" Wajah Reno masih kusut, rambut acak-acakan dan matanya yang masih terkantuk-kantuk.
"Ih kak. Solat subuh udah belum?" Reva cemberut, ia sedang kesal.
"Duluan kakak kali" Reno melengos.
"Eh? Penampilan kusam kaya gitu udah solat subuh?" Ucap Reva menautkan kedua alisnya sehingga menimbulkan sedikit kerutan di dahinya.
"Dari adzan kakak udah solat keleus, lagian ada apasih kamu tumben bangunin subuh?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Cinta
Ficțiune adolescenți[SELESAI] [Proses Editing] Ini bukan suatu kebetulan. Bisa dikatakan ini Takdir. Takdir menemukannya lagi. Lagi yang dulu pernah terpisah. Kata orang 'kesempatan kedua ga akan bisa sama dengan awal perkenalan'. Tapi aku ga percaya. Aku yakin ini tak...
