2➡Panji

5K 302 43
                                        

"Ganteng bat yalord." Ucap Elvira dengan mata berbinar.

"Pantes aja banyak yang ngidolain dia. Dari deket gantengnya makin plus-plus." Puji Rara yang super lebay.

Linda memutar bola matanya kesal.
"Udah deh. Gantengan juga Tatas." Ucap Linda yang membanggakan pacarnya sendiri dan langsung mendapat jitakan dari Elvira dan Rara.

"Udah deh. Kalian gak usah lebay." Ucap Killa malas mendengar mereka yang tak hentinya nyerocos. "Bik, udah selesai obatinnya?" Tanya Killa pada Bi Irah yang tengah mengobati Panji, cowok yang tadi pingsan dijalanan akibat dikeroyok.

¤Panji adalah cowok dari SMA Mulia yang terkenal tampan dan badboy. Ia digandrungi oleh para siswi dari sekolahnya maupun dari SMA Gading, sekolahnya Killa.¤

"Udah non. Bibi ke dapur dulu ya." Ucap Bi Irah. Killa dan yang lainnya mengangguk.

Killa menatap wajah Panji. Benar kata teman-temannya, Panji memang memiliki wajah yang tampan. Tapi, Killa menepis fikirannya itu. Karna Killa tak suka yang namanya perkelahian seperti sekarang.

"Oh iya. Panji tadi di keroyok siapa sih La?" Tanya Elvira kepo.

Killa menggeleng. "Gak tau. Tapi kayaknya gue kenal sama salah satu motor mereka." Ucap Killa sambil membayangkan kejadian tadi.

"Motor siapa La?" Tanya Rara spontan.

"Kayak motornya Vino deh." Ucap Killa ragu.

"Vino? Pantes aja. Soalnya mereka kan musuhan, dan sering banget tawuran sama sekolahnya Panji." Ucap Linda sambil manggut-manggut.

"Kok lo tau Lin?" Tanya Killa.

"Yaelah. Siapa juga yang gak tau. Semua orang juga tau kali La. Kalo mereka itu sering berantem. Lo aja yang kudet." Ledek Elvira.

Killa berdesis sebal.

"Ejek terus gue." Ucap Killa sebal.

"Lagian lo itu cantik La. Terus ngapain juga lo terus-terusan menyendiri di bangku gak mau gabung kita gosip, atau seenggaknya ikut kita jalan-jalan lah. Jangan dirumah mulu. Biar lo gak jomblo terus." Ledek Rara sebal.

"Gue kan jomblo berkelas, gak kayak lo." Balas Killa yang ngenyes ke Rara.

Elvira dan Linda tertawa saat mendengar Killa yang membalas Rara.

"Lo bakal kalah omongan mulu kalo lawan Killa Ra." Ledek Elvira.

"Apasi lo pada?" Ucap Rara kesal.

"Udah ah. Ngerjain tugas aja yuk, sambil nunggu nih cowok sadar." Ucap Killa yang dibalas anggukan oleh teman-temannya.

📀📀📀

"Udah se jam loh kita ngerjain tugas. Tapi nih cowok kok gak sadar-sadar sih?" Ucap Killa sambil menatap Panji dengan tatapan cemas.

Rara, Linda, Elvira pun juga merasa cemas. Mereka takut kalau Panji dalam keadaan yang membahayakan.

"Bawa ke dokter aja yuk. Gue takut kalo dia kenapa-napa deh." Ucap Killa khawatir.

"Iya juga sih. Gue juga takut. Gimana coba kalo dia sekarat." Ucap Linda menakut-nakuti mereka.

Elvira menjitak kepala Linda kesal. "Lo apa-apaan sih? Jangan mikir macem-macem deh." Ucap Elvira.

Killa mengangguk. "Iya Lin. Ucapan itu do'a loh."

Linda hanya cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sakit karena jitakan Elvira.

"Gue telfonin dokter pribadi gue aja deh ya." Ucap Rara.

Killa mengangguk. "Iya Ra. Biar kita segera tau gimana keadaan nih cowok." Ucap Killa cemas.

Belum sempat Rara mengambil ponselnya. Panji terbatuk meskipun matanya masih terpejam.

"Uhuk uhuk."

Killa dan yang lainnya terkejut dan terpaku.

Panji mulai mengerjapkan matanya silau. Karna ia baru terbangun dari pingsannya.

Pandangan Panji masih sedikit buram. Kepalanya masih agak pusing, ia memegang kepalanya dengan tangannya.

Killa yang melihat Panji seperti kesakitanpun, Killa langsung refleks memegang kepala Panji.

"Lo gapapa?" Tanya Killa dengan nada khawatir.

Panji menoleh kearah Killa. Ia nengernyitkan kepalanya bingung.

"Gue dimana?" Tanya Panji yang masih bingung dengan keberadaannya saat ini.

Killa melepaskan pegangannya karna mendapat pandangan horor dari teman-temannya.

"Dirumah gue." Ucap Rara sambil memperbaiki rambutnya.

Panji menatap Rara dengan tatapan aneh. Sedangkan Rara yang mendapat tatapan Panji tersebut langsung kegirangan dengan senyum-senyum sendiri.

Panji berusaha duduk meski kesulitan. Killa yang melihat Panji kesulitanpun langsung membantu Panji.

"Thanks." Ucap Panji saat mendapat bantuan dari Killa.

"Kok gue bisa ada disini?" Tanya Panji sambil menatap kearah sekitarnya.

"Killa yang bawa lo disini. Dia nemuin lo di jalanan habis dikeroyok orang." Ucap Linda.

"Killa?" Tanya Panji.

"Ini Killa, ini Rara, dan yang itu Linda. Kalo gue Elvira." Ucap Elvira mengenalkan teman-temannya sambil mengenalkan dirinya sendiri.

Panji mengangguk.

*kling kling kling*

Ponsel Panji berbunyi. Ia langsung mengambil ponselnya dari saku celananya.

"Halo." Ucap Panji.

"......"

"Iya gue gapapa." Ucap Panji

"......"

"Apa? Gue kesana sekarang."

Panji langsung mematikan ponselnya dan berdiri.

"Thanks udah nolongin gue." Ucap Panji dengan tatapan mata pada Killa. Killa yang terpaku hanya mengangguk.

"Gue balik dulu." Ucap Panji yang langsung berjalan gontai menuju pintu.

Sementara Killa dan teman-temannya hanya terpaku melihat Panji yang berjalan keluar dari rumah itu.

🔜🔜🔜

Vote
Conment
Follow

Udah dibilang dari awal loh ya.
Jangan terlalu baper sama nama tokoh. Hehe

Cerita lain:
1. Ketua osis or ketua kelas
2. Quotes kecewa
3. Senjaku
4. Suara Dari hati
5. Reason

Ig: dilaa_april

PakillaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang