Chapter 13

9.6K 1.3K 77
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"HEI!! KANG DANIEL, SAKIT," teriak Sena saat Daniel menggendongnya dengan brutal. Sedang Daniel hanya tertawa bangga dengan caranya kali ini.

Tiga hari ini Daniel setia di Apartement, tentunya dengan Sena. Dia merasa nyaman dengan Sena ketimbang dengan Yoonji, bahkan siapa sangka ternyata Daniel bisa melupakan Yoonji yang tengah hamil.

Dan kini, saat Sena tengah menyalakan Tv sembari berdiri, lelaki Kang itu malah mengangkutnya seperti patung di butik toko. Sontak Sena berteriak, siapa yang tidak terkejut karena mendadak diangkat seperti karung beras begini.

Daniel yang menggendong hanya terkekeh. Sena memukul tangan Daniel dengan emosi, sungguh lelaki ini berubah jadi gila dalam sekejap. Tidak sangka bukan, Eui Geon-nya kembali sedikit terlambat. Daniel memeluknya bahkan kini menjatuhkan Sena ke karpet depan Televisi sembari menindihnya.

Daniel tersenyum lalu mencium bibir Sena sekilas. Ini bukan pertama kalinya buat Sena, perubahan Daniel seperti ini bisa membuat pipi bahkan bibirnya bengkak dalam waktu tiga hari, "aku mencintaimu."

Deg.

Dalam tiga hari ini, Daniel baru hari ini berkata seperti itu. Tidak, bahkan selama satu bulan menuju dua bulan ia tidak seperti ini. Sena terdiam, dia masih menelusuri wajah Daniel. Ia menelisik untuk mencari tau ketulusan atau kebohongan yang ada di wajah Daniel.

Tidak dapat,

Ia tidak mengerti sifat Daniel sekarang, berbeda saat mereka SMA dulu. Daniel masih berubah sangat jauh, sifat dan fisiknya berubah luar biasa pesat.

Daniel masih menatap mata Sena yang bening dan terang. Dia tidak gila hanya mengatakan aku mencintaimu. Pada awalnya ia memang mencintai Sena. Ia masih menelisik wajah Sena yang terlihat heran. Mungkin memang pantas Sena heran karen dia berlaku kasar bahkan tak banyak bicara setelah mereka menikah. Tapi hari itu Daniel masih menyimpan dendam yang tidak ada akibatnya.

Dan tiga hari lalu. Dendamnya hanya sebuah abu yang harus di hembus dari pikirannya dengan angin. Sena tidak sama sekali melakukan kesalahan, panggilan gendut itu memang sudah melekat pada dirinya. Tapi kenapa Sena rela menunggunya saat hari kelulusan SMA hari itu?

Gadis, tidak Sena bukan seorang gadis lagi. Dia adalah wanita Daniel. Ia hanya milik Daniel dan tetap bersama Daniel. Itu pikirnya saat ini.

Mata Daniel mulai sayu saat melihat mata bening Sena, rasanya ia malu dengan perasaan dendamnya. Memalukan karena dendam pada Sena, yang bahkan tidak punya kesalahan apapun.

"Maafkan aku Sen," ujar Daniel membaringkan kepalanya di dada istrinya, lantas Sena saat itu berdegup kencang dan melihat ke arah Daniel, "aku yang salah," lanjutnya.

"Daniel, kau kenapa?" tanya Sena sembari mengelus rambut suaminya. Daniel memegang tangan Sena.

"Mulai hari ini, jangan ada orang ketiga lagi," ucapnya, lantas Sena langsung membulatkan matanya.

Kang DanielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang