SUDAH TERBIT DENGAN JUDUL THE POSSESSIVE HUSBAND.
[Private] • [Complete]
Isi : Prologue - Chapter (1-49) - Epilogue.
Kang Daniel dan Park Sena harus menjalani kewajiban dengan cara menikah. Namun siapa sangka ternyata Park Sena dibeli oleh keluarga...
Bacanya sambil dengerin lagu melow ya? Biar lebih berasa.Saran, pake lagu day without you. Selamat membaca 😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PLAK.
Satu tamparan keras menghantam pipi Daniel, Sohee menggigit bibir bawahnya saat Daniel membicarakan masalah yang ia sembunyikan. Sohee merasa malu memiliki adik sejahat Daniel, bagaimana Daniel bisa membuang anak-istrinya demi wanita jahanam seperti Choi Yoonji.
Kini Sohee membalas perbuatan Daniel pada Sena. Dia memaki Daniel, berkata kasar bahkan menghujami Daniel dengan beberapa jarum kebencian.
PLAK.
Sekali lagi, Sohee tidak perlu bicara. Ia akan membalaskan rasa sakit Sena pada Daniel. Pria seperti Daniel memang pantas mendapatkan pelajaran seperti ini.
"Sohee, sudah!" Sungwoon menahan tangan Sohee. Wanita beranak dua itu menangis dalam pelukan Sungwoon. Bagaimana jika Ibu mereka tau? Sohee merasa jika ia sudah mengkhianati janjinya dengan mendiang Ayah Kang.
PLAK.
Mungkin sepuluh tamparan tidak akan membuat Daniel jerah. Sohee benar-benar membenci adiknya karena berkelakuan tidak dewasa. Jika dulu ia menasehati Daniel, tapi sekarang sepertinya nasehat percuma ia lontarkan.
Hidung Daniel sudah mengeluarkan darah karena tamparan keras Sohee. Wanita itu menamparnya dengan sangat keras, ia tidak perduli bentuk tangannya yang merah saat ini. Sungwoon sendiri harus menahan Sohee walau wanita itu begitu keras kepala dan malah memojokkan dia dengan masalalu.
PLAK.
Mungkin ini tamparan ke sebelas kalinya. Daniel hanya diam saja. Ia menerima hukuman kecil dari kakaknya. Jika Ayahnya masih ada, mungkin Daniel akan mendapatkan hukuman lebih besar lagi.
"SOHEE. SUDAH," bentak Sungwoon, "lihat dia sudah mimisan. Jika kau terus seperti itu bagaimana semua akan selesai. Dia sudah besar, ia juga akan punya anak. Hakmu hanya menasehati, bukan menamparnya seperti ini. Ingat batasanmu. Ingat Ayah, apa kau tega membuat adikmu seperti ini? Jika kau lebih tega, bunuh saja dia. Dia sudah kehilangan semuanya. Sekarang bagaimana?"
Sungwoon memandang Daniel prihatin, "pulanglah sekarang. Kejar Sena sebelum kau kehilangannya," ucap Sungwoon.
Sohee menahannya Daniel. Memandang adik satu-satunya, lalu menghapus darah yang ada di bawah hidung adiknya dengan lengan kemeja putihnya. Ia memandang Daniel dengan tatapan menyakitkan. Daniel hanya menangis melihat reaksi sang kakak. Hingga Daniel memeluk Sohee, memeluk kakaknya dengan sayang.
"Maaf kak, aku akan mengejar Senaku kembali." Sohee mengangguk mengiyakan kalimat adiknya lalu mencium kening adiknya yang sedikit tinggi darinya.
"Hati-hati dijalan. Aku akan menunggu Yoonji disini," ucap Sohee mengelap air mata adiknya.