Chapter 23

7.3K 1K 82
                                        



Sena memandang suaminya cukup dalam, kini Daniel tengah diam saat istri tersayangnya tengah merapikan jas hitam dan dasi yang ia kenakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sena memandang suaminya cukup dalam, kini Daniel tengah diam saat istri tersayangnya tengah merapikan jas hitam dan dasi yang ia kenakan. Sedetik berikutnya Daniel tersenyum, senyuman itu sangat penuh makna—untuk kehilangan. Ia menelisik setiap raut wajah Sena, wajah itu bahagia namun hal itu hanya kepalsuan belaka.

Perlahan tangan besar nan halus itu naik. Daniel mengelus pipi lembut merona milik istrinya, tidak ada yang bisa menggantikan sosok Sena dihatinya. Dari dulu hingga sekarang, Sena adalah yang pertama dan terakhir dihatinya.

Daniel akan serakah jika dituntut memilih Sena atau Anaknya. Tapi, jika memilih Yoonji atau Sena, Daniel tentu saja lebih memilih Sena.

Istrinya sudah sangat sering sakit, dan itu sudah sejak lama dirasakan istrinya secara diam-diam. Kehilangan Ibu, kehilangan cinta, kehilangan semua dan kini Daniel tidak akan membuat Sena kehilangan lagi. Ini janji Daniel. Ia tidak akan pernah melepas Sena.

"Kembalilah dengan cepat," lirih Sena.

Daniel tersenyum berkat ucapan Sena yang memintanya secara langsung untuk cepat kembali.

Hanya seminggu ia harus meninggalkan Sena di Seoul, sedangkan dirinya harus mengerjakan pekerjaan ke luar negri. Tapi, rasanya Daniel enggan untuk meninggalkan wanitanya itu. Ia sangat takut meninggalkan Sena sendiri, namun, ia yakin jika Sena memegang teguh dirinya sebagai seorang istri.

Daniel terkekeh kala pikiran lucu melingkar intelijennya istrinya tersenyum, "Rooney, Peter. Jaga Mommy kalian. Buat dia tidak kesepian," kata Daniel pada dua kucing di dalam kandang itu.

Dan benar, Sena hanya tersenyum sembari mencubit hidung suaminya yang kekanakan itu. Tujuan Daniel hanya satu yakni menghibur Sena sebelum ia pergi ke luar negri, Daniel senang jika istrinya merasa senang.

"Jaga dirimu. Sungwoo atau kak Sohee akan ke sini. Untuk mengecek keadaanmu " pinta Daniel. Kemudian Pria Kang itu membungkuk, "tumbuhlah didalam dengan cepat Daddy dan Mommy menunggumu."

"Kenapa kau bicara begitu?" Sena memasang wajah aneh, benar, tidak ada apapun di dalam perutnya saat ini.

"Tidak ada salahnya jika aku mengatakan itu. Lagipula, milikku tadi malam ada didalam sana." Sena memukul kencang lengan kekar suaminya. Sungguh kalimat vulgar itu membuat Daniel hampir mirip dengan penjahat malam gelap dalam cerita nakal dewasa.

Yap,

Satu bulan lalu, Sena dan Daniel bahagia saat mendadak Sena muntah dan pusing seperti umumnya gejala kehamilan. Tapi, setelah dengan semangatnya mereka membeli Testpack untuk mengecek gejala itu—mereka kecewa karena hasilnya negatif. Saat itu, Sena hanya mengalami gangguan pencernaan saja. Tentu hal itu memang menyakitkan bagi mereka yang sudah antusias.

Maka dari itu, Daniel merasa enggan untuk meninggalkan Sena yang masih bersedih prihal kegagalan mereka. Benarkah Sena mandul? Daniel tidak percaya, Dokter juga tidak mengatakan hal itu. Mereka hanya butuh usaha, doa dan program secara teratur saja.

Kang DanielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang