Chapter 44

6K 989 291
                                        




Sena terdiam, ia memandang pasangan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sena terdiam, ia memandang pasangan itu. Ingat sedikit, memori disaat dirinya berada ditempat yang sama. Mengucapkan janji dan terikat pada cincin perak dengan hiasan berlian kecil di tengah. Cincinnya berubah menjadi cincin pertunangan.

Sebulan yang lalu, pengadilan sudah memutuskan Daniel dan Sena bercerai atas dasar ketidak cocokan. Ia meninggalkan cinta dan keluarga, tapi Sena berjanji ia akan kembali pada keluarganya setelah pernikahannya dengan Sungwoo berjalan lancar.

Sena mengamati Yoonji dan Youngmin di atas pelaminan, sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga Sena. Orang yang menghancurkannya sudah bahagia, sedang ia harus merasakan pahit kehidupan.

"Sena, pernikahan seperti apa yang kau inginkan?" tanya Sungwoo berbisik di sisi kiri Sena. Ia sedari tadi menyentuh tangan Sena, takut jika Sena pergi jauh.

"Aku tidak tau," balas Sena masih memandng Yoonji dan Youngmin yang nampak bahagia dengan senyum lebar.

Sena menyentuh perutnya yang sudah enam bulan, tinggal butuh tiga bulan lagi dan dia akan segera menikah dengan Sungwoo. Di amatinya sekeliling mereka, tepat saat itu pria berjas hitam dengan setelan dasi hitam nampak melihatnya cukup lama.

Beberapa orang lewat di antara mereka, tapi hal itu tidak membuat lelaki berjas itu terusik. Ia masih memandang Sena dan perut Sena cukup lama,

Setelah merasa jika Sena sudah terganggu, pria berperawakan Busan itu pergi tanpa tatapan yang mengundang senyum. Pergi dengan wajah dingin dan tenang. Ia benar-benar menghantui Sena saat itu juga.

"Sungwoo, aku mau ke toilet." Sena melepas genggaman Sungwoo.

"Emm, hati-hati. Mau aku antar?"

"Tidak. Tidak perlu," balas Sena kemudian pergi.

Disisi lain, Yoonji segera menarik celana Youngmin dan menunjuk-nunjuk kearah dimana ada dua orang yang meninggalkan kursi. Ia memberi tau Youngmin memalui bisikan, "itu Sena, dia melihat Daniel. Aku sudah yakin jika cinta mereka tidak bisa dipisahkan. Bahkan sesudah mereka bercerai. Kau ingat rencana kita, Young?"

Youngmin menganggukan kepalanya. Ia segera berjalan terpisah dengan Yoonji, mungkin Youngmin akan menghampiri Daniel dan istrinya akan menghampiri Sena. Sedikit memberi kebohongan kecil dengan mengatakan pada keduanya soal hal yang harus mereka jumpai.

"Sena, Sungwoo menunggumu di ruang ganti. Kau sedang mengejar apa?" Sena nampak kikuk, tapi juga kesal ketika berhadapan dengan Yoonji. Tanpa menjawab Sena pergi, bagi Yoonji biarlah ia di diamkan asalkan Sena dan Daniel kembali bersatu. Biarlah hanya kembali berbaikan, setidaknya usaha Yoonji bisa membuat rasa bersalah itu pudar.

Disisi lain Youngmin memanggil Daniel yang nampak mempercepat jalannya. Baik Youngmin dan Daniel sudah nampak akrab, lain halnya jika Daniel bertemu Yoonji. Tapi entah kenapa rasanya damai saat melihat Yoonji menggendong Sakura, ada rasa inginnya melihat Sena akan segera menggendong kedua bintang hatinya. "Sohee memanggilmu. Katanya ada hal penting yang harus ia bicarakan."











Kang DanielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang