SUDAH TERBIT DENGAN JUDUL THE POSSESSIVE HUSBAND.
[Private] • [Complete]
Isi : Prologue - Chapter (1-49) - Epilogue.
Kang Daniel dan Park Sena harus menjalani kewajiban dengan cara menikah. Namun siapa sangka ternyata Park Sena dibeli oleh keluarga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sena nampak berjalan sendiri menuju toilet sekolah, namun, kegiatannya terhenti saat tanpa sengaja mendengar suara gaduh di dalam gudang-yang terletak begitu dekat dengan toilet. Merasa penasaran, Sena berusaha mendekati jendela gudang yang telah terbuka lebar, melihat dengan jelas ada lelaki kurus yang tengah dipukuli dua sampai tiga siswa bertubuh besar.
Matanya membulat sempurna karena terkejut.
Ia langsung terlihat panik, karena ini kali pertamanya dia melihat adegan pembullyan fisik seperti saat ini. Dihidupkannya ponsel, karena merasa panik. Tidak mungkin ia menghubungi Daniel di jam pelajaran begini apalagi Paman Kang.
Ia mendesah, seharusnya ia tidak keluar jam pelajaran. Yah, alasan kenapa Sena memilih keluar di jam pelajaran begini. Sebab, kemarin ia membantu Bibi Bae membersihkan taman dan hal itu membuatnya lupa mengerjakan tugas sekolah. Meski sempat dilarang Paman Kang sekalipun, Sena tetap bersikeras membantu Bibinya yang nampak sangat pucat karena rasa lemahnya.
Dihidupkannya sebuah cuplikan scene drama, dimana sang guru tengah sibuk memaki muridnya yang nakal. Sena mengangkat ponselnya mendekati ponselnya pada jendela dan membesarkan volumenya agar terdengar.
"YAK! APA YANG KALIAN LAKUKAN, KELUAR SEKARANG JUGA ATAU SAYA PUKUL KALIAN DENGAN PENGGARIS PANJANG," ucap Guru Virtual dari ponselnya. Sena sempat terpejam takut karena ia ketakutan, lalu berakhir ikut di bully oleh mereka yang memukuli anak kurus itu.
Terdengar suara gedabrukan keluar gudang sembari serentak berkata, "maaf, pak Guru." Sena tersenyum kemudian mengantongi ponselnya.
Untung saja ia memiliki otak yang cerdas dan berani dalam kenekatan. Merasa sudah aman, ia segera masuk ke dalam gudang dan melihat seorang lelaki yang sudah babak belur, bajunya berantakan dan sedikit robek.
Sena mendatangi lelaki itu, "kau tidak apa?" Sena mengamati seragam lelaki itu hingga menemukan nama, "kau tak apa, Ong Sungwoo?"
Sungwoo hanya terdiam. Rasa sakitnya hilang begitu melihat Sena, gadis itu memiliki paras cantik dan kulit yang cerah. Hampir seperti malaikat. Sungwoo bahkan sempat berpikir jika ia sudah mati dan berakhir bertemu dengan malaikat berseragam SMA yang sama dengannya saat ini.
Sena mengerjap bingung saat itu, ia mengipat-ngipatkan tangannya di depan wajah Sungwoo, "kenapa melamun? Ayo!"
Sena meraih tangannya dan menenggerkan tangan itu di lehernya, membawa Sungwoo ke taman belakang. Jika ia membawa Sungwoo ke UKS, bisa saja ia akan diejek oleh perawat tua itu lagi dan kakak kelas yang sedang dekat dengannya saat ini. Sena berjalan ke toilet, di toilet juga ada kotak P3K yang bisa dipakai. Sena mengambilnya diam-diam dan membawanya ke taman.
"Buka," ucap Sena.
Dulu Sena adalah anak periang, suka tersenyum dan membantu siapapun bahkan Daniel yang berstatus sebagai sahabatnya, "apanya?"