Gue benar-benar kehabisan kata-kata.
Om Rey, selama ini dia itu dosbingnya Kak Ferdi?
Selama ini yang kesini itu dia?
Gue masih di tempat yang sama, menandangi dia yang sedang melakukam hal yang sama ke gue.
Dia masih sama. Masih sosok Om Rey dengan wajah datarnya, sikap tenangnya yang menunjukkan seolah gak terjadi apa-apa.
Bagaimana dia bisa tenang?
Gue bahkan gak melihat ekspresi khawatirnya atau reaksi yang gue harapkan dari dia.
Oh iya, gue lupa. Dia kan sukanya sama si Devina-Devina itu bukan sama gue.
Mata gue memanas, gue merasa air mata ini gak akan terpendam lagi kalau gue terlalu lama berdiam diri disini.
Gue segera berjalan menuju kamar, gak peduli dengan suara Kak Ferdi yang memanggil gue dari tadi.
🌂
Author's POV
Brak!
Suara bantingan pintu akibat ulah Mylea membuat Ferdi bingung dengan perubahan sikap Mylea yang terbilang terlalu drastis.
Dia tidak apa-apa tadi, tapi kenapa moodnya langsung turun drastis?
Ferdi segera kembali ke ruang tengah menghampiri Rey yang masih berada diposisi yang sama.
"Maaf ya,pak dia gak sopan. Saya juga bingung kenapa dia jadi kayak gitu" Kata Ferdi dengan perasaan yang tidak enak.
Ferdi memang tak mengetahui kenapa Mylea seperti itu namun Rey sangat mengerti. Dia sangat mengerti dengan sikap gadis itu, dia tahu bahwa dirinyalah yang menyebabkan perubahan dari sikap Mylea.
"Iya gak apa-apa. Itu siapa kamu?" tanya Rey santai seolah tak terjadi apa-apa namun sejujurnya hatinya sudah panas.
"Oh.. Ceritanya panjang, pokoknya dia tuh bukan gadis beruntung yang punya kisah hidup indah. Pokoknya kehidupan dia rumit, terus saya mau nolong dia. Mungkin dengan ngasih tempat berlindung waktu itu adalah yang terbaik buat dia, ya udah jadi dia tinggal disini" Jelas Ferdi yang membuat Rey mengangguk seolah bisa memahami.
Semua itu salah, dia tidak bisa memahami tepatnya tidak mau memahami, jiwanya sudah seperti ingin mencabik pria dihadapannya ini dan membawa pulang yang seharusnya menjadi miliknya.
"Kalian udah lama bersama?" tanya Rey lagi.
"Lumayan, sekitar tiga bulan? Atau lebih?" jawab Ferdi.
"Kenapa kamu gak mengembalikan dia ke orang tuanya? Atau setidaknya cari info tentang dia dan membujuknya untuk pulang?"
Sebisa mungkin Rey mengendalikan ekspresinya.
"Hmm, awalnya emang mau gitu. Tapi dia nolak, yaa.. Saya bisa apa? Tapi lama-lama saya juga bersyukur karena kalau dia pergi, saya mungkin gak akan pernah punya kesempatan untuk jatuh cinta sama dia" Ferdi tersenyum tipis.
Namun tidak dengan Rey, pria itu menatap Ferdi tidak suka. Apalagi saat pria itu mengatakan telah jatuh cinta pada istrinya, Mylea.
Untung Ferdi tidak melihat ekspresi Rey itu.
"Maaf pak jadi curhat hehe. Tapi gimana pak? Kita cocok,kan?" tanya Ferdi dengan senyuman lebarnya.
"Kamu sama dia? Saya kurang tau" Kata Rey sambil tersenyum.
Terlihat ikhlas namun tidak.
Rey mengecek jam tangannya.
"Sepertinya urusan kita udah selesai, kalau begitu saya pamit" Rey berdiri dari tempatnya.
☀☀☀
Berhubung mulai besok gw bakal ujian,
Selama seminggu ini gak akan update dulu 🙇🙇🙇
Ujian hidup aja udh berat ini sekolah pake acara ngasih ujian juga 😭😭
Ya sudah lah ya..
Segitu dulu aja.
Vomentnya jangan lupaa
Love,
Creampastaa💋
KAMU SEDANG MEMBACA
Om. ✔[COMPLETED]
Ficción GeneralMylea Dewangga, gadis 16 tahun yang secara tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orang tuanya diusianya yang masih belia. Hal itu tentu menjadi kesulitan dan pergumulan tersendiri bagi Mylea. Disaat teman-temannya memikirkan tentang pelajaran, dia harus m...
![Om. ✔[COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/127396248-64-k262755.jpg)