Akhirnya Ahreum dan Jungkook menginjakkan kaki di Bandar Udara Internasional Charles de Gaulle setelah dia melakukan perjalanan selama 11 jam lebih, akhirnya pada pukul 11 malam, mereka sampai di sebuah hotel mewah bintang 5.
Ahreum segera merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu. Akhirnya dia bisa merebahkan tubuhnya yang seakan hancur berkeping-keping. Ahreum memejamkan matanya, sebelum dia merasakan kalau ranjang empuk itu bergerak. Dia tau, Jungkook tengah berbaring di samping Ahreum. Saat ini Ahreum sedang tidak mau berdebat, dia lelah. Ahreum masih memejamkan matanya sebelum dengkuran kecil membuatnya membuka mata. Dia melihat ke samping, Jungkook sudah terlelap dengan satu lengan menutupi matanya yang tertutup.
Ahreum tersenyum lalu turun dari ranjang, melepas alas kaki Jungkook lalu duduk di sampingnya. Mata Ahreum terpaku oleh wajah Jungkook yang damai saat tidur.
“ Kau pasti sangat lelah. Berbulan-bulan menjadi Ayah sekaligus Ibu untuk Eunwoo. Tapi sekarang kau tidak perlu cemas lagi. Aku akan membantumu. ” Kata Ahreum.
Tangan kiri Jungkook bergerak ke atas lalu mendarat pada pinggang Ahreum membuat sang empunya tumbang dan berbaring menghadap Jungkook. Jungkook memeluk Ahreum erat seperti dia tengah memeluk guling. Ahreum meremang merasakan deruan nafas Jungkook menerpa wajahnya. Ahreum berusaha melepaskan pelukan Jungkook tapi nihil, dia kalah kuat.
“ J... Jungkook- aah.. Aku tidak bisa bernafas. ” Kata Ahreum yang sama sekali tidak mendapat respon.
Puluhan kali Ahreum mencoba melepaskan diri tapi percuma. Itu hanya membuat tenaganya terkuras, akhirnya Ahreum menyerah. Dia diam dalam rengkuhan Jungkook. Susah payah Ahreum mencoba mengontrol nafas dan detak jantungnya yang berpacu abnormal. Jadi Ahreum memutuskan untuk memejamkan matanya, dan tertidur dalam pelukan Jungkook.
❄ The Truth Untold ❄
Cahaya menyilaukan berhasil membuat mata Ahreum terbuka perlahan. Pandangannya langsung fokus pada seorang pria yang tengah tidur sambil memeluknya. Ahreum membelalakkan matanya seketika dan...
“ KYAAAAA!! ”
BRUUGG...
Ahreum memekik saat punggungnya mendarat mulus pada lantai kamar hotel. Dia jatuh terlentang dia atas lantai setelah melepaskan diri dari Jungkook.
“ Aww!! ” Pekik Ahreum merasakan punggungnya sangat sakit karena ulah Jin kemarin ditambah lagi dia jatuh menghempas lantai.
“ Ini masih pagi, kenapa kau sudah berisik? ” Kata Jungkook yang sudah berdiri dan menatap Ahreum datar.
Ahreum menghiraukan Jungkook dan berusaha untuk berdiri meskipun sangat sulit. Akhirnya Jungkook mengulurkan tangannya, berniat membantu Ahreum berdiri. Ahreum hanya menatapnya sesaat lalu meringis pelan.
Jungkook yang mulai jengah segera berjongkok dan mengangkat tubuh Ahreum lalu menudukkannya di ranjang.
“ Bersiaplah setelah itu kita sarapan. Lalu kau bisa lakukan apapun yang kau mau. ” Kata Jungkook terkesan angkuh.
“ Aish... Dasar pria arogan. ” Gumam Ahreum.
❄ The Truth Untold ❄
Ahreum dan Jungkook berjalan berdampingan menyusuri lobi menuju restoran di lantai 3. Tidak ada satupun dari mereka yang mencoba membuka topik pembicaraan. Mereka seolah seperti tidak saling mengenal, seperti orang asing yang tidak sengaja bertemu.
“ Jungkook? ” Ahreum memandang seorang wanita yang berdiri dan tersenyum pada Jungkook.
“ Dara? ” Jungkook tersenyum, mereka saling berpelukan untuk sesaat dan kalau boleh jujur itu cukup membuat Ahreum kesal. Entah apa alasannya.
“ Sedang apa kau di sini? ” Tanya Jungkook pada wanita yang berstatus sebagai sahabat Jihan dari kecil itu.
“ Tentu saja pekerjaan. Kau sendiri? ” Tanya Dara kembali.
“ Aku— ”
“ Biar kutebak. Kau sudah menikah lagi? Dengan wanita ini? ” Kata Dara terdengar meremehkan.
“ Choi Ahreum imnida. ” Sapa Ahreum seramah mungkin.
“ Aku benar-benar tidak menyangka. Baru 8 bulan yang lalu Jihan meninggal dan sampai sekarang jasadnya belum ditemukan. Dan kau? Kau sudah menikah lagi? Dengan wanita seperti ini? Dia bahkan tidak secantik Jihan. Apa kau mengambilnya di pinggir jalan? ”
“ Sandara! ” Bentak Jungkook.
Kata-kata Dara tadi berhasil membuat cairan bening keluar dari mata Ahreum.
“ Apa?! Kenapa kau berteriak?! Memang benar kan? Kalau dia memang wanita baik-baik, dia tidak akan bersedia menikah dengan pria yang bahkan jasad istrinya saja belum ditemukan! Dan biar kutebak! Kau pasti sudah tidak gadis lagi kan? Kau pasti sudah sering keluar masuk hotel dengan pria berdompet tebal. Iya kan?! Kau tidak lebih dari seorang jalang! Dasar wanita murahan!! ”
“ Cukup Dara!! ” Amarah Jungkook meluap.
Ahreum berlari meninggalkan Jungkook dan Dara, hatinya terasa seperti diremas oleh tangan tidak kasat mata. Seumur hidupnya, dia tidak pernah merasakan sakit hati seperti ini. Dengan bercucuran air mata, Ahreum masuk ke sebuah lift untuk menuju kamarnya. Beruntung keadaan saat itu lumayan sepi.
Jalang.
Wanita murahan.
Jalang.
Wanita murahan.
JALANG.
WANITA MURAHAN.
Ahreum berlari secepat yang dia bisa setelah pintu lift terbuka. Kepalanya tertundum dengan air mata yang semakin deras.
“ Ahreum!! ” Dia terus berlari meskipun dia mendengar panggilan itu.
“ Jeon Ahreum!! ” Alih-alih berhenti dan berbalik, Ahreum justru semakin berlari secepat mungkin.
“ Jeon Ahreum!! ” Tubuh Ahreum berhasil berhenti dan jatuh ke rengkuhan hangat Jungkook.
Ahreum menangis semakin keras, hatinya sakit. Bahkan ini lebih menyakitkan dibandingkan pertengkarannya dengan Jin tempo hari lalu.
“ Hiks... Aku seorang jalang... Wanita murahan.. Hiks... Aku jalang... Jungkook.. Hiks... ” Isak Ahreum yang berhasil merobek hati Jungkook.
“ Tidak, kau bukan seorang jalang atau wanita murahan. Kau istriku. ” Ucap Jungkook lembut sambil mengecup puncak kepala Ahreum.
“ Hiks... Apa aku salah karena menyayangi Eunwoo? Hiks... Aku melakukan ini untuk Eunwoo.. A.. Aku menyayanginya Jungkook... Aku menyayanginya.. ” Ahreum membiarkan kepalanya bersandar nyaman pada dada bidang Jungkook.
“ Aku tau itu. ”
Untuk saat ini, biarkan Ahreum merasakan kehangatan pelukan Jungkook, sebentar saja. Sebelum sesuatu melarang Ahreum untuk memeluk atau bahkan hanya sekedar menatap Jungkook.
To Be Continued~~
Seneng deh dapet good respon dari kalian, ya meskipun gak banyak sih tapi itulah power of comment..
Thank you guys ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanficPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
