Jihan menggenggam- lebih tepatnya mencengkram erat sendok yang ada di genggamannya. Hatinya terus bergejolak jika mengingat perlakuan Ahreum pada Jungkook barusan, saat Ahreum menggenggam tangan Jungkook, meluluhkan hati Jungkook, dan berhasil memiliki Jungkook selama seharian.
Drrtt... Drrttt...
Tidak, itu bukan suara ponsel Jihan tapi ponsel Ahreum yang tertinggal di atas meja makan. Jihan berdecak kesal lalu berdiri, melihat penyebab ponsel itu bergetar.
Matanya membulat seketika saat melihat nama yang tertera di ponsel Ahreum, Park Jimin. Satu hal yang terlintas di otak Jihan. Ada apa diantara mereka? Belum sempat Jihan meraih ponsel itu, Ahreum sudah lebih dulu menyambar ponsel miliknya itu.
Tanpa mengatakan apapun pada Jihan, dia segera melangkah menjauhi Jihan.
“ Lepaskan Jungkook! ” Dua kata itu berhasil membuat Ahreum berhenti melangkah.
Dia segera berbalik dan menatap nyalang pada Jihan. Ahreum harus berani, mau sampai kapan dia mengalah? Setidaknya, biarkan dia memperjuangkan Jungkook walaupun akhirnya, Ahreum juga harus melepaskan Jungkook mau tidak mau. Jadi, biarkan dia mempertahankan cinta itu, sampai waktunya tiba.
“ Yang harusnya pergi adalah kau! Bukan aku! ” Kata Ahreum tegas.
“ Berani sekali kau?! Dasar wanita— ”
“ Apa?! Jalang?! Murahan?! Aku bukan jalang atau murahan karena Jungkook menikahiku karena dia memcintaiku begitupun aku! Mau kuberitahu satu hal? ” Aku tersenyum miring lalu mendekat pada Jihan.
“ Aku tau siapa kau sebenarnya. Kang Daniel, Eunwoo bukan putra Jungkook, kau tidak mencintai Jungkook, dan kau... Dengan sengaja mengangkat rahimmu. Jadi, sekarang kau yang tentukan, siapa jalang sebenarnya di sini? ” Ahreum kembali tersenyum miring.
“ Kau atau aku? ” Jihan kaget bukan main. Dari mana dia tau semua itu.
“ Dan kau bukan mencintai Jungkook! Tapi, hartanya. Jadi, kurasa kau tau jalang dan murahan sebenarnya adalah KAU bukan aku! ” Setelah meluapkan semua yang ada di kepalanya, Ahreum segera melangkah ke lantai atas, lebih tepatnya ke kamar Eunwoo.
“ AARRGGHH!!! ” Teriak Jihan frustasi. Jadi, kalau kalian bertanya, apa yang Jihan pertahankan dari Jungkook? Tentu saja, HARTA.
🎭 The Truth Untold 🎭
“ Yeobseyo? ”
“ Ahreum- aah. Aku menunggumu di depan. ”
“ Kau gila?! Aku bilang pada Jungkook, aku akan pergi ke butik. Kau mau semua orang mengetahuinya. ”
“ Hehehe... Aku bercanda, aku menunggumu di halte. ”
“ Halte? Baiklah, aku akan segera ke sana. ”
“ Arraseo. Saranghae. ”
“ Yaakk!! Anak ayam genit! ”
“ Ya, aku tau kau mencintaiku juga. Cepatlah, aku menunggumu. ” Setelah itu panggilan terputus begitu saja.
Ahreum tersenyum geli saat mengingat wajah Jimin. Dan tau? Tanpa Ahreum tau, sedari tadi Jihan sengaja mendengarkan percakapan Ahreum dan Jimin. Dia memanfaatkan pintu kamar Eunwoo yang tidak tertutup dengan sempurna.
Jihan tersenyum miring lalu berjalan menuju kamarnya dengan santai.
“ Kau mempermudah jalanku, Ahreum. ” Gumam Jihan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
