51. Ready To Let Go

6.1K 758 48
                                        

Satu jam berlalu sejak Ahreum duduk di ruang tamu dengan mesin jahit dan kain-kain yang berserakan kemana-mana. Baru beberapa hari dia membuka butik tapi pesanan untuk baju pernikahan sudah membludak. Dengan telaten Ahreum menggambar sketsa gaun di kertas sketsa, sesekali dia berdecak saat garis yang dia buat tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sebelum bel mampu merebut seluruh atensinya. Ahreum segera meletakkan alat tulisnya dan berjalan menuju pintu. Membukanya perlahan dan memasang wajah datar. Kang Daniel, sedang berdiri di depan pintu apartemen Ahreum.

" Ada apa? " Tanya Ahreum datar.

" Bukankah sangat tidak sopan memperlakukan tamu seperti ini, Nyonya Jeon? " Daniel tersenyum miring, membuat Ahreum mendengus malas.

" Katakan, apa keperluanmu kemari? Aku sedang banyak pekerjaan, kalau kau hanus ingin mengganguku, aku tidak bisa. " Ahreum meraih pintu dan menutupnya tapi Daniel berhasil menahan pintu besi itu.

" Apa lagi? " Ahreum berdecak kesal sementara Daniel masih tersenyum miring.

" Aku hanya ingin menawarkan sesuatu. Aku tau, kau pasti tau aku adalah Ayah Eunwoo. Dan asal kau tau, aku masih mencintai Jihan juga anakku. Bagaimana kalau kita bekerja sama, bagaimanapun caranya aku akan membantumu mendapatkan Jungkook kembali, dan kau... Juga harus membantuku untuk mendapatkan Jihan dan Eunwoo. Bagaimana? " Tanya Daniel.

Ahreum menghela nafas kasar lalu menatap nyalang pada Daniel.

" Aku tidak butuh bantuanmu! Aku senang jauh dari mereka! Dan lagi, kalau kau mau merebut Jihan dan Eunwoo dari Jungkook. Lakukan saja tanpaku, kau bisa mengambil semua yang kau mau. Tapi jangan pernah libatkan aku!! Kau mau mengambil Jihan lagi? LAKUKAN! Aku tidak perduli! " Kata Ahreum tegas.

" Dan kau akan membiarkan Jungkook hancur? " Daniel tersenyum - lebih tepatnya menyeringai. Membuat Ahreum berpikir sejenak sebelum berkata..

" Biarkan dia hancur secara perlahan. " Kata Ahreum. Hebat bukan? Inilah kelelahan Ahreum, saat dia sudah terlalu lelah memilikirkan Jungkook.

" Tapi kuminta satu hal padamu, Daniel. Tolong, sebisa mungkin jangan pernah menyakiti fisiknya. " Pinta Ahreum yang berhasil membuat Daniel tertawa lantang seperti orang gila.

" Kau tidak perduli tapi kau masih mengasihaninya? Jungkook adalah pria bodoh!! Kau tau? " Daniel mendekat dan berbisik pada Ahreum.

" Harusnya Jungkook tidak melepaskanmu. " Daniel menegakkan tubuhnya lalu menyeringai, setelah itu dia pergi.

Saat Daniel benar-benar pergi, tubuh Ahreum merosot jatuh, dia tenggelam dalam tangisnya. Mencengkram erat bagian dadanya kuat, apa lagi yang akan terjadi setelah ini? Harusnya Ahreum tidak pergi agar dia bisa menjaga Jungkook, membuatnya agar tetap kuat, bukan meninggalkannya seperti ini kan? Bukankah itu tugas seorang istri?

🐻 The Truth Untold 🐻

Jungkook duduk terdiam di kursi ruang tunggu, minggu demi minggu dia lewati dengan rasa gelisah yang memenuhi perasaannya. Ahreum terua berkeliaran di pikiran Jungkook. Perasaan bersalah yang mendalam juga terus menghantuinya. Sesekali pria itu menghela nafas, bagaimana bisa orang-orang kepercayaannya tidak bisa melacak keberadaan Ahreum sama sekali. Satupun dari mereka tidak ada yang berhasil tapi Jungkook yakin 1000% kalau Ahreum pasti masih berada di sekitar Seoul.

" T... Tuan Jeon? " Panggil seorang suster yang baru saja keluar dari ruang rawat Jihan.

" Ada apa? " Tanya Jungkook sambil memasang wajah datarnya.

" Nyonya Jeon bangun. " Tepat saat itu Jungkook bingung apa yang harus dia rasakan.

Antara bersorak bahagia atau tetap mencemaskan Ahreum? Jadi, tolong beritahu Jungkook apa yang harus dia lakukan saat ini? Tetap mencari Ahreum? Atau.... Benar-benar melepaskannya?

Karena saat dia meminta Ahreum pergi, saat itu dia hanya sedang emosi. Dia tidak bermaksud meminta Ahreum pergi.

" Tuan? Nyonya Jeon mencari Anda. " Perkataan suster itu mampu membuatnya tersadar dari lamunan.

Jungkook menarik nafas dalam lalu berkata...

" Katakan padanya aku tidak ada di sini. " Kemudian dia pergi, bukannya menemui Jihan.

🐻 The Truth Untold 🐻

Mobil sport berwarna abu-abu terparkir rapi di basemen apartemen Ahreum. Taehyung keluar dari mobilnya dengan sebuah kantong plastik di tangannya. Berbulan-bulan ini dia juga rutin menjenguk adiknya itu. Puluhan bahkan ribuan kali Taehyung meminta agar adiknya tinggal bersamanya. Tapi wanita itu selalu menolak, dan berakhir dengan Ahreum yang marah. Jadi, lebih baik tidak membahas hal itu.

Ditambah lagi akhir-akhir ini Ahreum jadi sensitif dengan nafsu makan cukup tinggi, tubuhnya juga semakin terlihat berisi, membuat Taehyung setidaknya bisa tersenyum lega.

Taehyung melangkahkan kakinya keluar lift, dia bersenandung kecil saat berjalan menyusuri koridor. Dan asal kalian tau, Taehyung berhasil melindungi keberadaan adiknya. Dengan memutus akses Ahreum dengan siapapun, dia berhasil menyembunyikan Ahreum dari semua orang, termasuk kaki tangan Jungkook.

" Sayang? " Seru Taehyung setelah memasukkan pin ke pintu dan berhasil terbuka.

Yang pertama Taehyung lihat, apartemennya kosong dengan kain-kain dan aksesoris juga manekin yang berada di lantai 1. Tidak ada tanda kehidupan di sana, kecuali suara denting jam dinding.

" Ahreum! " Panggil Taehyung sambil meletakkan makan siang adiknya di meja.

" Hiks... Oppa... " Taehyung terkejut bukan main saat melihat Ahreum turun dari lantai 2 dan mendekat padanya dengan berderai air mata.

" Kenapa? Apa yang terjadi? " Tanya Taehyung.

Ahreum tidak menjawab dan hanya menyerahkan sebuah benda kecil pada Taehyung. Test pack.

" Oppa... Hiks... Aku hamil. "













To Be Continued~~

Hai lagi babe....
Kali ini Ken bawa berita baik ya. Ahreum punya debay loh.. Hihi... Semoga kali ini ga berakhir sad ya...

Lope yu ❤

The Truth UntoldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang