Ahreum menghela nafas lega saat kedua tungkainya berhasil menginjak rumah Jungkook. Para pelayan yang ada di sana segera memandang Ahreum kaget. Pasalnya mereka sudah pernah bertemu dan itupun bukan kesan yang baik.
" Di mana Eunwoo? " Tanya Jungkook sambil menyerahkan kopernya pada para pelayannya.
" Hiks... Appa.... Hiks.... A.. Appa... Hiks.... " Seorang pengasuh membawa seorang bocah kecil yang tengah menangis hingga matanya membengkak.
Senyum Jungkook mengembang melihat sang putra yang terus mengulurkan kedua tangan kecilnya ke arahnya. Jungkook segera merengkuh tubuh itu, dia memeluk erat tubuh Eunwoo.
" Ssstt... Appa isseo.. " Kata Jungkook menenangkan bocah kecil itu.
Tidak seperti biasanya, kali ini Eunwoo malah menangis semakin keras sambil mengucek kedua matanya. Bocah 1 tahun itu terus menangis dan meronta. Hati Ahreum terketuk, dia mendekat lalu tersenyum.
" Boleh aku menggendongnya? " Tanya Ahreum ragu.
Jungkook yang mulai kualahan, akhirnya memberikan Eunwoo yang masih menangis pada Ahreum. Bak sihir, ajaibnya Eunwoo langsung diam seketika. Bocah 1 tahun itu memeluk erat leher jenjang Ahreum sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Ibu tirinya. Ahreum tersenyum lalu mengelus punggung Eunwoo lembut.
" Jangan menangis, ada aku di sini. " Ucap Ahreum pelan, tangannya tidak berhenti memberi ketenangan pada bocah kecil itu.
Beberapa menit, setelah semua pelayan Jungkook kembali ke paviliun, Ahreum terus menimang bocah itu sambil tersenyum. Sampai Ahreum tidak merasakan pergerakan dari bocah itu. Dan rupanya dia tertidur. Ahreum meringis pelan karena rasa pegal di kakinya. Mengingat Ahreum masih mengenakan gaun panjang dan heels super tinggi. Karena setelah pesta pernikahan tadi, mereka langsung kembali ke Seoul.
" Kemarikan, biar aku yang membawanya ke kamar. " Kata Jungkook yang sudah memegangi tubuh si kecil.
" Hiks... Mma.. Eomma.. " Eunwoo bergerak tidak nyaman dan berpegangan erat pada pundak Ahreum.
" Tidak apa. Tunjukkan saja kamarnya, aku akan menidurkannya. " Kata Ahreum.
Jungkook memeluk pinggang Ahreum dan menuntunnya menuju belasan anak tangga. Bukan karena ingin mencari kesempatan. Tapi Jungkook hanya ingin menjaga Ahreum agar tidak jatuh mengingat ukuran sepatunya yang sangat tinggi.
Ahreum menidurkan tubuh kecil itu di box bayi, kemudian menyelimuti si kecil dengan selimut bulu agar dia tetap hangat.
" Selamat malam, tampan. " Kata Ahreum lalu keluar dari kamar Eunwoo dan kembali ke ruang tamu.
Jungkook terdiam sesaat dan memandang jagoan kecilnya yang tengah terlelap sambil mengulum jempolnya. Dia tersenyum lalu mengecup pipi gembilnya dan berbisik.
" Appa rasa, kau juga menyukainya. "
🍁 The Truth Untold 🍁
Ahreum mendaratkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Dia segera berbaring di sofa empuk itu. Memejamkan matanya erat, mencoba menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.
" Kau tidak istirahat? " Kata Jungkook yang kemudian duduk di dekat kaki Ahreum.
Ahreum yang merasa terusik segera menendang-nendang tubuh Jungkook, seperti anak kecil yang sedang merajuk.
" Pergi, aku lelah. Aku mau tidur! " Kata Ahreum tanpa membuka matanya.
" Kau itu wanita, seorang Ibu. Harusnya kau bersikap lebih anggun. " Kata Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
