“ Okay.. Kita sampai!! ”
“ Holee... ” Eunwoo bertepuk tangan saat mobil Ayahnya sampai di halaman depan rumahnya.
Sedari tadi, Eunwoo tidak pernah mau menjauh dari rengkuhan Ibunya. Dia juga terus mengatakan kalau dia sangat merindukan Ibunya.
“ Appa bawa kopel Eomma.. ” Celotehnya mirip seperti bos.
Jungkook hanya tersenyum lalu turun, membantu Ahreum dan Eunwoo lalu menyeret koper itu memasuki halaman rumah. Ahreum berhenti seketika saat melihat pintu besar itu. Ketakutan, kecemasan, kekhawatiran kembali menghantuinya. Sementara itu Eunwoo langsung berubah derastis, dia langsug memeluk erat leher Ahreum dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Ibunya. Jungkook yang mengerti apa yang terjadi pada Eunwoo, efek kemarahan Jihan tadi pagi. Karena selama ini, Eunwoo tidak pernah dikasari. Jungkook juga tau yang terjadi pada Ahreum, ketakutan pada, kemarahan Jihan untuk yang kedua kali.
Jungkook tersenyum lembut lalu memeluk pinggang ramping itu posesif, mata Ahreum tertuju pada wajah tegas suaminya. Menangkap sebuah senyuman terbit di sana.
“ Aku bersamamu. Jangan takut. ” Janji Jungkook.
Akhirnya berani tidak berani, mau tidak mau, dia melangkahkan kakinya memasuki kediaman mewah itu. Nafas Ahreum tersendat saat melihat Jihan berdiri di dalam dengan pandangan tidak suka. Sementara Ahreum masih mencoba berdiri di atas kakinya, di bawah senyumannya.
Satu persatu senyum kebahagiaan kembali terlihat di wajah para pelayan Jungkook, majikannya, Jeon Ahreum kembali dalam rumah itu. Artinya, kebahagiaan juga akan kembali bukan kemarahan.
“ Tolong bawa kopernya ke— ”
“ Kamar Eunwoo. ” Baik Jungkook, Ahreum, dan para pelayan itu kaget bukan main. Kamar Eunwoo?
“ T... Tapi Nyonya— ”
“ Apa?! Kau mau membawanya ke kamarku dan Jungkook?! Tidak bisa! Itu kamar kami!! Bukan kamar istri kedua Jugkook!! Itu kamarku! ” Marah Jihan.
Ahreum tersenyum miris sambil mengangguk, dia segera meraih kopernya dari tangan Jungkook.
“ Aku akan bawa Eunwoo istirahat. ” Dari suaranya, sangat terdengar kalau Ahreum susah payah menahan tangisnya.
“ Biar saya bantu, Nyonya. ” Seorang wanita paruh baya menghampirinya untuk membantu Ahreum, tapi...
“ Aku bisa melakukannya sendiri ahjumma. Tolong. ” Kata Ahreum dengan suara bergetar.
Perlahan Ahreum melangkah dengan menggendong Eunwoo dan menyeret kopernya menuju kamar si kecil. Saat itu pula para pelayan kembali pada pekerjaan masing-masing.
Kini tinggal Jihan dan Ini yang tengah beradu pandangan tidak suka, penuh kebencian bukan cinta. Dan pandangan Jungkook sarat akan kekecewaan.
“ Apa?! Kau mau marah?! Berteriak?! Lakukan! Lakukan yang kau mau! Tapi aku tidak akan merelakan kamarku juga!! Cukup dia mengambilmu! Mengambil Eunwoo! Dan sekarang kau masih mau memberikan hakku sebagai istri pertamamu?! Iya?! Kau tau? Aku hancur!! Bahkan darah dagingku lebih memilihnya!! Hiks... Aku ini apa?! Aku istri pertamamu!! Istrimu dan tidak akan ada istri lain!! ” Isak Jihan frustasi.
“ Kita sudah membicarakan ini, Jihan! Terima atau tidak, dia tetap istriku!! Ibunya Eunwoo! ” Ucap Jungkook tanpa perasaan lalu menyusul Ahreum, membiarkan Jihan jatuh terduduk dan tenggelam dalam tangisannya.
“ Hiks... Kau tidak boleh melakukan ini padaku, Ahreum! ”
🌋 The Truth Untold 🌋
Ahreum berdiri di balkon kamar Eunwoo, semenjak pertengkaran tadi siang, Ahreum terus mengurung diri seperti keong. Tanpa makan atau minum, berkali-kali para pelayan mengantarkan makanan tapi tidak ada satupun yang dia sentuh. Dan sejam lalu, setelah Eunwoo tidur, itulah kesempatannya untuk menangis. Karena sangat tidak mungkin kalau dia menangis di depan Eunwoo, bocah itu terlalu kecil untuk merasakan rasa sakitnya.
Isakan Ahreum menghiasi kesunyian malam, siang tadi aaat Jungkook menguatkannya, mati-matian Ahreum menahan air matanya tapi sekarang. Dia tidak bisa, terlalu menyakitkan. Hidup sebagai parasit di antara rumah tangga orang lain. Jalang! Murahan! Rasanya miris mendengar kata-kata pahit itu dilontarkan padanya bukan? Tapi inilah Ahreum, memang seorang benalu.
“ Hiks... Harusnya aku tidak kembali. Aku harus tetap bersama Jimin. ” Isak Ahreum menyayat hati.
Kalau saat ini dia bersama Jimin, dia tidak akan merasakan sakit, tidak akan ada air mata dan pertengkaran. Tapi kenapa? Kenapa Ahreum mau kembali hanya karena Eunwoo?
“ Hiks... Tae oppa.. ” Isak Ahreum.
“ Harusnya aku pulang... Denganmu.. Tempatku bukan di sini, tidak akan yang menginginkanku... Harusnya aku bersamamu.. Bukan di rumah ini. ” Isaknya memamdang langit kosong.
Saat kedua pendengaran Ahreum mendengatr pintu balkon terbuka, cepat-cepat dia mengusap air mata dan menunduk, matanya pasti sembap kan?
“ Sayang? Sedang apa di sini? ” Jungkook segera memeluk Ahreum dari belakang, memandangnya dari samping berusaha melihat wajah Ahreum. Tapi Ahreum segera memalingkan wajahnya.
“ Kenapa memalingkan wajah? Kau baik-baik saja? ” Tanya Jungkook cemas.
“ Y... Ya. Kembalilah, eonni pasti menunggumu.. " Ahreum makin menunduk saat Jungkook terus berusaha melihat wajahnya.
Jungkook yang mulai dongkol segera membalik tubuh Ahreum, memeluknya erat memaksa sang empunya mendongak, menatap langsung mata Jungkook.
“ Kau menangis. ” Kata Jungkook.
Air mata Ahreum jatuh, dia menggeleng pelan.
“ Hiks... Aku baik-baik saja. ” Ya! Tapi itu di bibirnya, tapi dalam hatinya dia terluka parah.
Hati Jungkook tersayat, dia segera merengkuh Ahreum lebih dalam, menyalurkan kehangatan sebanyak mungkin untuk menguatkan hati istrinya.
“ Hiks... Aku lelah... Aku ingin lepas darimu tapi tidak bisa... Hiks... Aku ingin mengakhiri semua ini... Aku lelah.. ” Isak Ahreum, Jungkook menggeleng lalu mengecup puncak kepala Ahreum.
“ Jangan seperti ini. Aku tidak akan melepaskanmu. Eunwoo membutuhkan Ibunya. ” Kata Jungkook menguatkan.
“ Tapi aku bukan Ibunya! ” Elak Ahreum.
“ KAU IBUNYA! ” Tegas Jungkook.
“ Lalu... Hiks... Apa yang harus kulakukan? Katakan! ” Kata Ahreum yang mulai menyerah.
“ Cukup berdiri di sampingku. ” Bisik Jungkook.
Ceklek...
“ T... Tuan! Nyonya Jihan tidak sadarkan diri! ”
“ APA?! ”
To Be Continued~~
Waow.... Kira-kira apa yang akan dilakukan drama queen kita? Lets see.. Kalau penasaran tunggu next chapter ya. Sorry for typo and thanks..
Btw... Bawa work collabku sama 9 author amazing yuk. Bisa cek akun pisangbangtan follow dan vomment worknya yah
Thanks
💋
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
