Suara teriakan diikuti suara pecahan kaca beradu nyaring di kamar Jungkook. Jungkook mengamuk, dia membanting setiap barang yang ada di hadapannya. Jihan yang menyadari perubahan sikap suaminya tersenyum bahagia.
Ini kesempatannya untuk meluluhkan kembali hati Jungkook. Dia hidup dengan Jungkook selama bertahun-tahun, dia tau Jungkook luar dalam, dia tau cara meluluhkan Jungkook. Sentuhan langsung.
Jihan memeluk Jungkook dari belakang, membiarkan kepalanya bertengger di punggung Jungkook.
“ Jangan seperti ini, Jungkook. Tolong. ” Pinta Jihan.
Jungkook berbalik, menatap Jihan lekat.
“ Maukah kau tetap bersamaku? ” Jihan terdiam, bingung harus menjawab apa. Karena seperti yang kalian tau, Jihan tidak pernah mencintai Jungkook bahkan sedikitpun.
“ Kalaupun Daniel kembali, berjanjilah untuk tetap bersamaku. ” Pertama seumur hidupnya, Jihan merasa kalau dia terharu, dia ingin menangis. Terlebih saat mendengar nama Daniel, karena sejujurnya Jihan masih sangat mencintai Ayah Eunwoo itu.
Jihan melepaskan pelukannya lalu menghindari kontak mata dengan Jungkook. Dia tersenyum lembut lalu menepuk pundak Jungkook pelan.
“ Kau harus istirahat. Aku akan melihat Eunwoo. ” Katanya lalu pergi. Jungkook menatap punggung Jihan yang makin menjauh dan bergetar. Membuat Jungkook yakin 100% kalau wanita itu sedang menangis.
“ Gwenchanna. I'm fine. ”
💌 The Truth Untold 💌
Hari demi hari berlalu, Ahreum kembali murung setelah pertemuannya dengan Jungkook beberapa hari lalu. Dia juga tidak mau makan ataupun minum kecuali Taehyung yang memaksanya, sekalipun dia makan atau minum, dia pasti akan langsung muntah. Hingga tubuhnya semakin kurus dan wajahnya pucat pasi.
Seperti pagi ini, Ahreum mengamuk, dia mengahancurkan semua manekin yang ada di lantai satu, bukan hanya manekin tapi juga benda-benda yang ada di hadapannya tidak pernah luput dari sasaran kemarahannya.
“ Hiks... Jeon Jungkook!! ” Teriaknya sampai seseorang berhasil menariknya dalan rengkuhan erat.
Ahreum menangis makin keras sambil memukul-mukul dada Jimin.
“ Kau mengahncurkanku!! Kenapa kau bilang kalau bayiku ini anakmu?! Kenapa kau bicara seperti itu?! KENAPA?! ” Marah Ahreum.
“ Kau yang memintanya kan? Kau yang meminta bantuanku agar Jungkook membencimu kan? Sekarang aku sudah melakukannya, aku sudah membantumu. Aku sudah membuat Jungkook membencimu. Bukan hanya kau, tapi juga aku. ” Kata Jimin.
Ahreum melepaskan diri dari pelukan Jimin, menatap bola mata itu dengan berderai air mata.
“ Bukankah aku sudah memintamu untuk pergi? Lalu kenapa kau masih tetap di sini? Kubilang kan? Pergi! Pergi sejauh mungkin sampai aku tidak bisa melihatmu lagi! ” Jimin mencengkram erat kedua pundak Ahreum dan menatap matanya dalam.
“ Aku tidak akan pergi! Sekeras apapun kau memintaku! Aku tetap tidak akan pergi! Aku akan selalu di belakangmu! Aku akan tetap berdiri di tempat yang sama!! ” Tegas Jimin.
Ahreum membiarkan matanya terus dihiasi air mata lalu dia balas menatap dalam mata Jimin.
“ Kalau begitu! Kau akan lihat aku pergi secara perlahan! ” Kata Ahreum lalu masuk ke kamarnya.
💌 The Truth Untold 💌
2 hari ini, Jimin sangat sibuk, jadi dia tidak bisa melihat keadaan Ahreum. Dia hanya bilang pada Taehyung untuk menjaganya, dan Taehyung bilang kalau hari ini dia sedang ada rapat mendadak. Jadi, setelah mendengar semua itu Jimin segera meninggalkan semua urusannya dan pergi ke apartemen Ahreum.
Kaki panjangnya melangkah masuk ke apartemen itu. Berantakan, kesan pertama yang bisa Jimin lihat. Banyak pecahan kaca, puing-puing manekin, dan kain-kain bekas yang berserakan.
“ Ahreum! ” Ada secerca rasa panik yang menghinggapi pikiran Jimin, apa Ahreum baik-baik saja?
Dia segera berlari naik, menuju kamar Ahreum. Dia segera menyeruak masuk, lantai di kamarnya basah, banyak air berceceran bak banjir melanda dan asalnya tentu dari kamar mandi. Tanpa pikir panjang, Jimin segera menghampiri pintu kamar mandi yang sedang tertutup itu.
“ Ahreum? ” Panggil Jimin sambil mengetuk pintunya. Tapi tidak ada respon.
“ Ahreum!! ” Serunya lagi, kali ini Jimin mencoba membuka pintu tapi ternyata pintunya terkunci dari dalam.
Perasaan Jimin semakin campur aduk, dia segera mencoba memdobrak pintu itu dan terus menyerukan nama Ahreum.
BRAKKK...
Jimin menyeruak masuk saat pintu berhasil terbuka. Dia memekik seketika saat melihat tubuh Ahreum tenggelam dalam bath tub dengan air yang sudah tumpah sampai ke kamar Ahreum.
Jimin berlari, dan segera meraih tubuh yang sudah mulai membiru itu, hati Jimin menjerit melihat wanita tercintanya dalam keadaan seperti ini. Jimin segera membawa Ahreum ke atas ranjang, tanpa pikir panjang dia segera melepaskan seluruh pakaian Ahreum, dan membalut tubhnya dengan selimut tebal. Tidak sampai di sana, Jimin juga mulai menempelkan bibirnya pada bibir Ahreum yang sudah memutih, mencoba memberi nafas buatan agar Ahreum kembali bernafas.
“ Ayo! Kau harus baik-baik saja. ” Kata Jimin sambil memompa ulu hati Ahreum dan sesekali memberinya nafas buatan, tapi tetap gagal.
Dia yang mulai putus asa, segera meraih ponselnya.
“ Kirimkan ambulan ke DaeJeon apartemen. Nomor 19. ” Ucapnya lalu meletakkan ponselnya ke sembarang tempat.
Jimin masih terus berusaha untuk membuat Ahreum kembali bernafas normal. Dengan air mata yang mulai menetes, Jimin mulai berujar.
“ Kalian tidak boleh meninggalkanku. ”
💌 The Truth Untold 💌
Suara gesekan antara roda ranjang dan lantai, memenuhi koridor Rumah Sakit. Jimin dan beberapa staf dengan buru-buru membawa Ahreum menuju instalasi gawat darurat. Jimin sudah menghubungi Taehyung, mengatakan kalau adiknya sudah dirujuk ke Seoul karena di Rumah Sakit DaeJeon keadaan Ahreum semakin kritis.
Meski alat bantu pernafasan sudah terpasang, tapi nafas Ahreum masih melemah. Hari ini, untuk pertama kalinya, seorang Park Jimin berhasil meneteskan air matanya hanya karena Ahreum. Satu hal yang ada di pikiran Jimin.
Saat ini, siapa yang bisa menyelamatkan Ahreum?
To Be Continued~~
Morning... Ada yang kangen Ken? Atau kangen ceritanya? Mau tanya boleh ga?
What do you think about me?
Makasih juga ya udah buat Ken semangat lagi. Aku ga tau kalau ga ada kalian. Pasti work ini ga bakal lanjut deh..
Thanks, sorry, and love you 💋
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
