Hari ini, Ahreum berencana untuk kembali ke rumah Jungkook, 1 minggu ini Ahreum juga suah menyiapkan hatinya. Dia tau, Jihan pasti sudah pulang, dan keadaannya pasti sudah pulih. Berbeda dengan lukanya yang terasa nyeri setiap menit. Ahreum duduk di tepi ranjang, tubuhnya belum terlalu kuat untuk beraktifitas. Jadi, Taehyung akan mengantarnya. Dia akan bilang kalau kakaknya itu menjemputnya di Bandara.
“ Kau sudah siap? ” Tanya Taehyung lalu duduk di samping Ahreum.
Ahreum mengangguk dengan pandangan mata masih terfokus pada pemandangan kota di depannya. Taehyung mengelus punggung Ahreum pelan, mencoba menguatkan adiknya.
“ Oppa, sebelum kita pulang. Bisa kita ke toko bunga sebentar? ” Kata Ahreum.
“ Untuk apa? ”
“ Aku ingin membeli bunga untuk Jihan, Jungkook pernah bilang padaku kalau Jihan sangat menyukai bunga tulip, aku ingin melihatnya tersenyum. Pasti cantik sekali. ” Ahreum tersenyum membayangkan Jihan yang menyambutnya dengan sebuah senyuman.
“ Kenapa kau masih bisa tersenyum seperti itu? ” Heran Taehyung.
“ Karena dulu ada seseorang yang bilang padaku, kalau aku memang tidak bisa memikirkan Jungkook atau Jihan, aku tidak perlu memikirkan mereka. Dan sekarang aku hanya memikirkan Eunwoo. Dia masih membutuhkanku. ” Jawab Ahreum mantap.
Taehyung hanya bisa mendesah pasrah laku tersenyum.
“ Kita pulang sekarang? ” Tawar Taehyung, Ahreum mengangguk dengan senyuman meski dalam hatinya, dia menangis.
🎈 The Truth Untold 🎈
Hari ini, Jihan diperbolehkan pulang. Wanita itu sudah tidak sabar untuk bertemu sang buah hati, selama di perjalanan. Jungkook tidak pernah berhenti menceritakan perkembangan putra mereka.
Jungkook juga belum menceritakan tentang Ahreum. Dia masih menunggu waktu yang tepat. Sampai akhirnya mereka sampai di halaman luas rumah mereka. Beberapa penjaga dan pelayan sudah berbaris rapi baik di luar dan di dalam.
Jungkook membantu Jihan turun dari mobil, memeluk pinggangnya posesif. Bisa bayangkan kalau Ahreum melihat semua itu? Dia akan sangat hancur.
Tiba-tiba, terbesit beberapa hal di wajah Jungkook. Dia lupa, tidak meminta pelayan untuk menurunkan semua foto Ahreum yang ada di dalam rumah, juga barang-barang Ahreum yang masih ada di kamarnya. Tapi, percayalah Tuhan takdirkan semua ini terjadi agar Jungkook menjelaskan semuanya.
Jihan berdiri mematung di depan foto berpigura berukuran sangat besar di atas televisi ruang keluarga. Itu bukan fotonya dan Jungkook. Tapi foto wanita lain dan Jungkook yang tengah menggunakan baju pengantin.
Jihan menggeleng pelan, dia pasti sedang bermimpi. Dia melihat sekeliling. Semua foto milknya digantikan oleh foto wanita lain. Yang menurut Jihan memang lebih cantik darinya. Jihan meraih sebuah foto lalu menatapnya, foto Jungkook dan Eunwoo juga seorang wanita yang tidak Jihan kenal. Perasaan buruk mulai menguasai tubuh Jihan.
“ Siapa dia? ” Jihan menatap mata Jungkook dalam.
“ D... Dia— ”
“ Siapa?! ” Jihan murka, dia segera berjalan menaiki anak tangga secepat yang dia bisa setelah membuat foto di tangannya hancur berkeping-keping.
Dia membuka paksa pintu kamarnya, Jihan menemukan keadaan yang sama. Banyak barang-barang wanita, dan Jihan tau semua itu bukan miliknya. Air mata Jihan menetes begitu deras, dia membuka sebuah lemari besar. Mengeluarkan sebuah koper yang dia yakin adalah milik wanita itu. Dia memasukkan semua barang wanita itu, semuanya tanpa terkecuali.
“ Hei... Apa yang kau lakukan?! ” Jungkook menarik lengan Jihan.
“ Apa?! Aku tidak akan sudi berbagi kamar, berbagi rumah, berbagi anak, atau bahkan berbagi suami dengan wanita itu! ” Teriak Jihan diiringi tangisan.
“ Dengarkan aku dulu! ” Jungkook terus mengejar Jihan yang kini berjalan menuruni anak tangga sambil menyeret koper milik Ahreum.
Dia membuka pintu utama dan membanting koper yang memang tidak dia tutup hingga semua isinya keluar dan mengenai sepasang kaki seseorang.
🎈 The Truth Untold 🎈
Mobil mewah Taehyung berhasil terparkir rapi di halaman depan rumah Jungkook. Kedua mata Ahreum mendapati mobil suaminya yang terparkir di halaman depan, sebuah senyuman manis terpatri di bibir Ahreum.
Dengan semangat dia turun dari mobil, melangkah dengan semangat menghiraukan rasa nyeri di bagian perutnya. Taehyung berjalan di belakangnya, menjaga agar adiknya tidak jatuh secara tiba-tiba. Karena Taehyung tau, Ahreum belum cukup kuat.
Baru saja mereka sampai di depan pintu. Pintu rumah itu terbuka begitu saja, disusul dengan lemparan koper dan pakaian yang berserakan di kaki Ahreum. Ahreum terdiam, dia tau semua barang-barang yang baru saja dibuang adalah miliknya.
Kedua mata Ahreum bertemu dengan kedua netra milik Jihan. Jihan menatap Ahreum nyalang lalu mendekat pada wanita itu.
“ Jihan eonni. Aku membawakanmu— ” Ahreum menyodorkan sebuket bunga tulip pada Jihan.
“ Dasar perebut suami orang! Jalang! Wanita murahan! ” Maki Jihan, dia meraih buket itu lalu membuangnya ke lantai.
“ Mau merayuku dengan bunga itu?! Tidak akan bisa! Sampai aku matipun, aku tidak akan rela kalau Jungkook memiliki 2 istri!! Aku baru menghilang selama 9 bulan dan beraninya kau merebut milikku!! PERGI!! ” Usir Jihan lalu menarik tangan Jungkook.
Membawanya masuk dan membanting pintu. Ahreum tersenyum pahit lalu mengusap air matanya. Bagaimana bisa seorang Jeon Jungkook kalah dengan Jihan? Ahreum jatuh terduduk di lantai, meski matanya menangis tapi bibirnya tetap tersenyum.
Dia memunguti setiap barangnya yang tercecer di lantai. Apa kesalahannya sampai Ahreum dihukum seperti ini? Ahreum mengemasi barang-barangnya sampai sebuah tangan membantunya dan Ahreum tau, itu bukan tangan Taehyung, tapi....
“ Jimin? ” Ahreum mendongak, menatap Jimin yang sibuk memunguti barang-barang Ahreum dan memasukannya kembali ke koper.
“ Sedang apa kau di sini? ” Lirih Ahreum menatapnya sayu.
“ Tidak akan kubiarkan kau jatuh. ” Kata Jimin sambil tersenyum.
Dia menutup koper Ahreum, lalu membantu wanita itu berdiri. Jimin memegang kedua pundak Ahreum, mengusap air mata itu dengan ibu jarinya.
“ Taehyung, aku akan membawa dia bersamaku. Aku akan menjaganya. ” Ahreum termanggu, terkejut dengan perkataan Jimin.
Taehyung mengangguk sementara Ahreum masih bingung dengan maksud Jimin. Akhirnya, mau tidak mau Ahreum hanya pasrah, dia berjalan dalam rangkulan Jimin. Di sisi lain, ada sedikit perasaan iba di hati Ahreum. Bagaimana bisa Jimin melindunginya sampai seperti ini?
To Be Continued~~
Morning babe..
Aku kok ngerasa ceritanya makin lama makin aneh ya? Iya ga sih?
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
