09. Lips, Kiss, Tragedy

8.6K 1K 16
                                        

Kurang lebih 1 jam setengah Ahreum mengurung diri di kamar. Dia masih kesal dengan perkataan gadis tadi. Harusnya Ahreum menamparnya tadi, bukan malah berlari. Tapi apa daya? Ahreum terlanjur sakit hati. Dia menatap keluar jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan menara Eiffel dari jarak cukup jauh.

Sesekali Ahreum berdecak saat kepalanya kembali memutar perkataan Dara. Ahreum juga heran, kenapa dia langsung merasa iba pada Eunwoo saat Nyonya Somi menceritakan tentang keluarga Jungkook.

Ceklek...

Pintu kamar terbuka, dan Ahreum sudah tau itu pasti Jungkook. Ahreum masih fokus pada pandangan kosongnya.

" Makanlah, kau belum sarapan kan? " Kata Jungkook sambil meletakkan sebuah plastik di nakas.

" Kenapa kau setuju menikah denganku? " Akhirnya pertanyaan itu muncul juga.

Ahreum berbalik, mendekati Jungkook dan menatapnya serius. Pandangan Jungkook kini tidak kalah serius, dia menatap tajam mata Ahreum begitu juga sebaliknya.

" Apa itu penting? " Jungkook menyeringai.

" Ya! Tentu saja itu penting! Kau tau! Aku memiliki Jin, dia kekasihku dan aku mencintainya!! " Marah Ahreum.

Lagi-lagi Jungkook menunjukkan seringaian mematikannya yang mirip seperti serigala lapar itu.

" Kau tidak mencintainya. " Bisik Jungkook yang berhasil membuat bulu kuduk Ahreum berdiri.

" A... Aku mencintainya!! " Elak Ahreum.

" Benarkah? Lalu apa yang kau sukai darinya? " Jungkook maju mendekat pada Ahreum sementara Ahreum yang mulai takut, kini mundur selangkah.

Terus seperti itu sampai Ahreum jatuh terduduk di atas ranjang dan Jungkook membungkuk, menyamakan letak wajahnya dengan wajah Ahreum. Ahreum menelan ludahnya susah payah.

" S... Semua yang ada pada dirinya. Dia jauh lebih baik darimu! " Kata Ahreum.

Lagi, Jungkook tersenyum mengerikan lalu menarik dagu Ahreum, memaksanya mendongak untuk menatap matanya.

" Benarkah? Kalau begitu, sekarang kau yang putuskan. Ciuman siapa yang lebih baik. "

Tanpa permisi Jungkook meraup bibir Ahreum dengan lembut. Ahreum berhasil dibuat membelalak lebar. Dia ingin mendorong Jungkook agar menajuh tapi seperti ada sesuatu yang menahannya agar tetap diam. Ahreum hanya bisa memejamkan matanya erat, dia terlalu takut dan gugup melihat ekspresi wajah Jungkook yang kini sedang- ehem... Menguasai bibirnya.

Pangutan itu mampu membuat Ahreum terbang ke langit ke tujuh. Karena kalau boleh jujur, ini adalah first kiss miliknya. Dia tidak pernah membiarkan siapapun memyentuhnya bahkan sehelai rambutnya saja.

Tapi hari ini Jungkook berhasil melakukannya, dia berhasil mengambil ciuman pertama Ahreum. Ahreum meremas bed cover yang dia duduki saat tubuhnya merasakan sensasi aneh seperti tersengat listrik.

" Bagaimana? Bukankah aku lebih baik dalam hal ini? " Kata Jungkook kemudian berlalu.

" Yaakk!! Berani sekali kau bajingan!! " Teriak Ahreum geram.

💋 The Truth Untold 💋


Dan di sinilah Ahreum sekarang, bergumul di tengah lampu warna warni disko dan musik yang berdentum keras memenuhi gendang telinganya.

Ahreum berjalan melewati kerumunan orang yang tengah melenggak lenggokkan tubuhnya. Sesekali dia menabrak beberapa orang yang memang ukuran tubuhnya lebih besar darinya. Ahreum menghela nafas sesekali.

Dia memfokuskan matanya untuk mencari seseorang. Ya, Jeon Jungkook. Siang tadi, setelah kejadian menjengkelkan itu Jungkook menghilang entah kemana sampai malam ini. Tentu saja Ahreum cemas jadi dia mencarinya.

Ahreum mengumpat kesal saat kedua lensa hazel miliknya menemukan targetnya. Ahreum melangkah cepat saat mendapati pria yang dia cari tengah membiarkan keningnya menyentuh meja bar.

Belasan botol alkohol berbaris rapi di depan Jungkook, ada sekitar 11 botol. Ahreum makin naik pitam di buatnya. Tanpa banyak bicara, Ahreum segera menarik tangan Jungkook, memapahnya dengan susah payah.

Ahreum berjalan melewati hiruk pikuk orang-orang pribumi ini. Dengan susah payah membawa beban berat, Ahreum berjalan secepat mungkin. Sampai seorang wanita mabuk menumpahkan segelas alkohol di baju Jungkook.

Ahreum nyaris mengumpat kalau saja dia lupa, ini sedang di tempat umum. Jadi, Ahreum hanya bisa mendesah pelan kemudian membawa Jungkook yang merancau tidak jelas.

" Aku merindukanmu. " Bisik Jungkook tepat di telinga Ahreum.

" Diam kau! Dasar pria merepotkan! " Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk meladeni pria mabuk seperti Jungkook.

Ahreum segera membaringkan Jungkook di ranjang setelah mengunci pintu. Ahreum mengusap peluh yang memenuhi dahinya karena perjuangannya membawa Jungkook sampai ke kamar dengan selamat.

Ahreum memandang penampilan Jungkook yang jauh dari kata baik. Ditambah lagi dengan bajunya yang basah karena alkohol tadi. Ahreum tidak akan bisa tidur kalau keadaan Jungkook masih seperti ini.

Ahreum membuka lemari, menelisik setiap pakaian Jungkook dan menemukan setelah piyama tidur berwarna biru tua. Ahreum duduk di sisi ranjang. Sebenarnya dia juga tidak yakin harus mengganti pakaian Jungkook. Tapi mau bagaimana lagi? Ahreum juga tidak akan betah kalau harus tidur dengan keadaan Jungkook yang kacau seperti itu.

" Maafkan aku... " Gumam Ahreum.

Satu kancing teratas terbuka.




Dua kancing teratas terbuka.



Tiga kancing teratas terbuka.



Empat kancing teratas ter-

Ahreum membelalakkan matanya saat merasakan sesuatu yang hangat mengelilingi tangannya. Jungkook memggenggam tangan Ahreum lembut. Matanya menatap sayu pada Ahreum yang berhasil membuat wanita itu malu setengah mati.

" A... Aku... Aku... Aku- " Gagap Ahreum.

Dengan gerakan secepat kilat, Jungkook menindih tubuh Ahreum paksa. Mengunci kedua tangan Ahreum di sisi tubuhnya. Ahreum meneguk salivanya kasar, dia memandang mata Jungkook yang menatapnya tajam.

" Aku membutuhkanmu. "









To Be Continued~~

Yap... Aku skip di sini aja 😂
Geli euyy ngetiknya 😅

Waow.... Jungkookiee udah berani pegang-pegang cium-cium ihh 😹

The Truth UntoldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang