46. Mad

5.9K 768 89
                                        

Jungkook berjalan mondar-mandir di depan ruang rawat intensif. Ada rasa takut dan cemas yang terus menggerayai pikirannya. Sekali lagi kutegaskan, kalau Jungkook mencintai Jihan meskipun Jihan sama sekali tidak mencintai pria yang berstatus sebagai suaminya itu.

Pikiran Jungkook sedang sangat kacau, sesekali dia mengacak rambutnya frustasi. Antara mempercayai Ahreum atau mengkhawatirkan Jihan.

“ Jungkook! ” Pria 30 tahun itu menoleh ke sumber suara.

Emosinya tersulut seketika saat dia melihat istrinya datang bersama Jimin. Cemburu? Tentu saja iya!

“ Bagaimana Jihan? ” Mata sembap Ahreum menatap Jungkook sayu.

Jungkook hanya diam dengan wajah datarnya. Menatap Jimin yang berdiri di samping Ahreum dan menatap Jungkook tidak kalah datar.

“ Jungkook. ” Panggil Namjoon yang baru saja keluar dari ruang gawat darurat.

“ Bagaimana keadaannya hyung? ” Tanya Jungkook buru-buru.

“ Kepalanya terbentur cukup keras hingga dia mengalami pendarahan. Tapi... Salah satu daraf otaknya gagal berfungsi. Dia mengalami koma, kuharap kau bisa kuat menerima semua ini. ” Kata Namjoon lalu pergi begitu saja.

Rasanya tubuh Ahreum seperti dihantam puluhan kilo batu besar. Tanggannya yang bergetar menyentuh punggung Jungkook pelan, berusaha memberi Jungkook kekuatan.

Hiks... M... Mianhae...

“ Hanya itu? ” Jungkook berbalik, menatap Ahreum datar.

“ Hanya itu yang bisa kau ucapkan? Hanya itu? Kau lihat apa yang kau lakukan?! Kau mencelakainya! Aku tau dia bersikap buruk padamu, tapi bukan berarti kau bisa membalasnya dengan kejahatan! Sekarang kau lihat? Dia koma! ” Ahreum benar-benar terkejut dengan respon Jungkook. Selama ini dia salah, semenjak Jihan kembali, Ahreum sudah kehilangan Jungkook miliknya.

Dan Ahreum tidak akan mendapatkannya kembali.

“ Tapi dia... Hiks... Dia menyakitiku... Dia mau melenyapkanku.. ” Isak Ahreum.

“ Tapi nyatanya yang terluka sekarang Jihan BUKAN KAU! ” Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaan Ahreum.

Ayolah, Ahreum ini bukan patung yang tidak memiliki perasaan. Dia bisa sakit hati. Setelah pengorbanan yang dia lakukan. Apa ini yang pantas Ahreum dapatkan?

Hiks... Lalu apa yang harus kulakukan agar kau berhenti menyalahkanku? Hiks... Kau bersikap seolah semua yang terjadi adalah salahku. ” Ahreum sudah sampai pada titik terendahnya, dia terlalu putus asa.

“ Kita akhiri saja semua ini. Aku melepaskanmu. ” Katanya lalu menatap ke atah Jimin.

Ahreum tersenyum miring meski matanya mengeluarkan cairan bening dengan deras.

“ Jangan menyesal. Kau yang memintaku. ” Ucap Ahreum lalu berlari keluar.

“ Kau yang memintanya. Sekarang, kuanggap kau menyerahkannya padaku! Sepenuhnya! Jadi, jangan menyesal kalau suatu saat aku membawanya pergi jauh. Sangat jauh sampai kau tidak bisa menjangkaunya. Aku akan mengambilnya. Mulai detik ini, DIA MILIKKU! ” Kata Jimin lalu berjalan menyusul Ahreum.

Jungkook menggeram kesal lalu menendang pot bunga yang ada di sampingnya.

ARRGHH!! ” Teriaknya frustasi.

Dan sekarang, biarkan Jimin menggenapi janjinya.
DIA AKAN MENGAMBIL AHREUM DARI JUNGKOOK!

💎 The Truth Untold 💎

The Truth UntoldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang