BRUAGH...
Ahreum sedikit terkejut melihat tubuh Jin yang terpental dan menghempas dinding di sampingnya.
“ BAJINGAN!! BERANINYA KAU MENYENTUH ISTRIKU!! ” Jin tersenyum miring lalu bangkit berdiri, menatap kedua iris mata hitam itu penuh amarah.
“ Istrimu? Dia milikku! ”
Jungkook melirik Ahreum yang tengah terisak dengan mata terpejam erat. Tubuh yang setengah telanjang, luka di sekujur tubuhnya, dan darah yang berceceran. Amarahnya makin membuncah melihat istrinya diperlakukan seperti ‘ budak sex ’.
Jungkook menghantam rahang tegas Jin hingga dia tersungkur sampai dua orang polisi memeganginya.
“ Tenanglah Jungkook. Kami akan menanganinya. ” Kata seorang pria ber name tag ‘ Min Yoongi ’.
“ Terimakasih, hyung. ”
Jungkook segera berlari, melepas jas kerjanya dan menutupi tubuh polos Ahreum yang terekspos. Hatinya menjerit kesakitan melihat keadaan Ahreum yang sangat memprihatinkan.
“ Hiks... J... Jungkook... A... Aku takut.. ” Isak Ahreum.
Jungkook memangku kepala Ahreum, mengusap darah di dahi dan bibir Ahreum, juga air matanya.
“ Kau tidak perlu takut lagi, aku sudah di sini. Sekarang, kita ke Rumah Sakit. ” Jungkook segera membopong tubuh itu.
Bibirnya tidak berhenti membisikkan pada Ahreum. Memintanya untuk tidak menutup mata dan bertahan. Rasa takut Jungkook kembali lagi, dia terlalu takut untuk ditinggalkan oleh orang yang— mulai dia cintai itu.
“ Kumohon bertahanlah. ” Bisik Jungkook lagi, saat melihat wajah Ahreum yang semakin pucat dan dingin.
🌺 The Truth Untold 🌺
“ Bagaimana keadaannya, hyung? ” Tanya Jungkook panik saat seorang pria yang memiliki dimple itu keluar dari ruang rawat Ahreum.
“ Istrimu baik-baik saja. Beruntung tidak ada luka serius, dia akan mengalami syok sesaat. Kau harus menjaganya lebih ekstra. Jangan sampai membuatnya merasa terancam. ” Ada sedikit perasaan lega saat dokter sekaligus teman Jungkook mengatakan hal itu.
“ Masuklah, sebentar lagi dia pasti siuman. ” Kata dokter bernama Kim Namjoon itu lalu menepuk pundak Jungkook sebelum pergi.
Jungkook melangkahkan tungkainya memasuki ruangan besar yang sudah dia sewa khusus untuk Ahreum. Hatinya mencelos melihat tubuh Ahreum terbaring tidak berdaya dengan beberapa luka lebam di wajahnya. Jungkook duduk di samping Ahreum, menggenggam tangan yang tertembus oleh jarum infus itu.
“ Hei kerempeng, bangunlah. Aku rindu saat kau berteriak, saat kau memakiku, saat kau memarahiku. Aku merindukanmu. ” Ucap Jungkook.
Entah kenapa, kesan Jungkook yang selalu cool dan keren mendadak menjadi mellow saat melihat Ahreum terbaring tidak berdaya.
Manik cantik Ahreum terbuka perlahan, dia mengerjap beberapa kali sebelum memandang Jungkook. Ahreum tersenyum lembut menatap iris hitam itu.
“ Apa itu sakit? ” Tanya Jungkook sambil menyentuh luka lebam di tulang pipi Ahreum.
“ Ya, dan itu semakin sakit kalau kau menyentuhnya. ” Ahreum meringis pelan.
“ Lebih baik kau tidur. Namjoon hyung bilang kau harus banyak istirahat. ”
Ahreum tersenyum lalu melihat tangan Jungkook yang terkait dengan tangannya.
“ Kau tidak beritahu siapapun kan? ” Tanya Ahreum yang dibalas gelengan oleh Jungkook.
“ Sekarang tidurlah. Aku akan menemanimu. Dan... Hoammm... Aku juga tiba-tiba mengantuk. ” Ahreum benar-benar tau, kalau Jungkook sedang berpura-pura menguap.
Jungkook berjalan ke sisi ranjang dan ikut berbaring di samping Ahreum. Beruntung ranjangnya luas, jadi mereka tidak kesempitan.
“ Kenapa kau tidur di sini? ” Heran Ahreum.
“ Memangnya kenapa? Aku yang membayar semua ini. ” Jungkook mulai memejamkan matanya.
Lalu secepat kilat, dia merengkuh tubuh Ahreum. Kejadiannya terlewat cepat hingga Ahreum hanya mengerjap berkali-kali disertai degupan kencang di dalam jantungnya.
“ Aku memegangimu agar kau tidak jatuh. ” Sungguh alasan yang tidak masuk akal. Agar tidak jatuh?
Ayolah, Ahreum bukan seorang bayi yang akan jatuh dari ranjang seluas itu. Ahreum menatap langit-langit kamar itu. Membiarkan Jungkook terlelap— atau mungkin berpura-pura tidur sambil memeluknya.
Secara tiba-tiba saja, wajah Jin terlintas di kepala Ahreum. Membuat kepala Ahreum seakan ingin meledak dan dilanda oleh rasa pening yang teramat parah.
“ Sshhh... ” Ahreum mendesis saat sakit di kepalanya kian terasa.
Jungkook yang memang dari tadi berpura-pura tidur sambil memperhatikan Ahreum segera membuka mata dan menatapnya cemas.
“ Sudah kubilang untuk tidur, bukan melamun. ” Sungut Jungkook.
Lalu tangannya bergerak ke wajah Ahreum. Jemari panjangnya bergerak mengelus alis Ahreum.
“ Apa yang kau lakukan? ” Heran Ahreum.
“ Ibuku bilang, ini cara ampuh menidurkan bayi. ” Jawabnya terlewat datar.
“ Tapi aku bukan bayi! ” Protes Ahreum.
“ Diam dan buktikan saja. ”
Selang beberapa menit kemudian, mata Ahreum terpejam. Jungkook memgamati setiap lekuk wajah damai Ahreum saat tertidur. Begitu tenang dan cantik.
To Be Continued~~
Morning guys..
Selamat beraktifitas 😚
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
