Mood Ahreum sedang sangat buruk pagi ini, setelah kemarin dia mendapat telfon dari Jungkook. Menanyakan keadaan janinnya, semalam Ahreum sampai di apartemen Taehyung. Dia di rawat di sana karena jika terus berada di Rumah Sakit, Ahreum takut Jungkook bisa menemukannya. Jadi, Ahreum kini hanya bisa berbaring atau duduk di atas ranjang Taehyung dengan tangan kanan yang tertembus infus. Lukanya masih basah, dia juga tidak bisa banyak bergerak. Karena kata Jimin, lukanya bisa terbuka kembali.
Ahreum duduk dan bersandar pada headboard. Matanya terfokus pada jendela kaca besar yang ada di sisi kirinya. Yang menampilkan pemandangan kota Seoul. Sesekali Ahreum tersenyum saat wajah Eunwoo terlintas di kepalanya. Saat ini, hanya itu penghibur Ahreum. Membayangkan putranya.
Ceklek...
“ Eomma.. ” Ahreum terkejut bukan main, pasalnya dia mendengar suara anaknya itu.
Dia segera melihat ke pintu. Senyumannya mengembang sempurna saat netranya menangkap keberadaan Eunwoo. Dengan langkah sempoyongan, bocah itu menghampiri ranjang Ahreum, dengan dahi tertutup oleh plester. Dia berlari dan akhirnya memanjat ranjang Ahreum.
Ibu tirinya itu segera membentangkan tangan dan menyambut bocah kecil itu dengan pelukan hangat. Rasanya seperti mimpi bagi Ahreum, bisa bertemu malaikatnya itu sudah sangat berarti bagi Ahreum.
Ahreum mengecup rambut aroma coklat milik Eunwoo. Air mata haru Ahreum menetes deras.
“ Eomma uljima... ” Eunwoo mendongak lalu memeluk Ibunya lagi.
“ Tidak sayang. ” Ahreum tersenyum dan kembali mencium pipi bulat itu lagi.
Lalu secara tiba-tiba, Taehyung duduk di sisi ranjang, tepat di samping Ahreum. Dia menepuk punggung kecil itu.
“ Hari ini, Eunwoo milikmu. ” Kata Taehyung sambil tersenyum.
“ Bagaimana kalau Jungkook— ”
“ Aku sudah menghubunginya, aku bilang padanya. Untuk hari ini, aku yang akan menjaganya. Dan Jungkook setuju. Jadi, kau bisa memeluknya sepuas mungkin. ” Jelas Taehyung.
“ Eomma, Eunwoo telantuk meja. ” Bocah itu mengerucutkan bibir sambil menunjuk plesternya.
Ahreum tersenyum lalu mengecup plester itu.
“ Anak Eomma terantuk meja? ” Tanya Ahreum yang dibalas angguukan oleh Eunwoo.
“ Belikan popo. ” Kata Eunwoo sambil menunjuk plesternya.
“ Kemari. ” Ahreum menangkup wajah Eunwoo dengan kedua tangannya.
Sementara si kecil memejamkan matanya sambil senyum-senyum, lalu...
Cup... Sebuah kecupan manis mendarat di bibir Ahreum. Eunwoo mengecup bibir Ahreum lalu memeluk Ibunya erat sambil tertawa senang karena berhasil mencuri kecupan itu.
Baik Taehyung maupun Ahreum terdiam sesaat, setelah itu mereka tertawa.
“ Jangan malah.. Jangan belitau Appa. ” Kata Eunwoo sambil cemberut dalam pelukan Ahreum.
“ Kenapa? ” Ahreum mengernyit bingung.
Eunwoo mendogak, laku berdiri di atas ranjang, membuat sang Ibu dan paman mendogak agar bisa menatapnya.
“ Kalena ini milik Appa. ” Eunwoo menunjuk bibir Ahreum dengan jari telunjuknya yang mungil. Ahreum berhasil tersenyum lembut lalu kembali menarik Eunwoo ke pelukannya.
“ Terimakasih oppa. ” Kata Ahreum, dan Taehyung mengangguk.
Hari ini, Taehyung berhasil mengembalikan senyuman Ahreum. Senyuman yang beberapa hari ini terus tenggelam kini kembali berkat seorang bocah seperti Eunwoo. Sekarang, anggap saja semua impas. Jihan mendapatkan Jungkook, dan Ahreum mendapatkan Eunwoo.
🐾 The Truth Untold 🐾
Keadaan Jihan berangsur pulih, lukanya juga hampir sembuh total, dokter bilang. Besok Jihan sudah diperbolehkan pulang. Sampai detik ini, Jungkook belum memberitahu Jihan tentang Ahreum. Entah bagaimana reaksi Jihan saat mengetahui bahwa Jungkook sudah memiliki istri kedua yang baru saja keguguran.
Jungkook berubah murung sejak menerima kabar bahwa Ahreum mengalami keguguran. Kadang dia berpikir. Ahreum bukan wanita yang beruntung. Pertama, dia dipertemukan dengan duda beranak satu yang keras seperti Jungkook. Kedua, pertama kali menikah dan Ahreum sudah harus mengurus seorang anak. Ketiga, saat dia hamil, Jihan kembali. Keempat dia mengalami keguguran saat tidak ada yang menguatkannya. Lalu, apa lagi? Jungkook menjadikan Ahreum sebagai sasaran kemarahannya saat dia merasa lelah. Kemudian kata-kata apa yang pantas dihujatkan pada Jungkook?
Bodoh! Sialan! Bajingan! Brengsek! Rasanya semua kata-kata itu begitu pas untuk diberikan pada Jungkook. Saat Ahreum tengah berada di titik terendahnya, dia malah semakin jauh. Sementara saat Jungkook jatuh, Ahreum selalu ada untuk menopangnya. Dan hanya karena istri pertamanya kembali. Cinta Jungkook enyah begitu saja.
Ahreum adalah seorang wanita yang memiliki hati. Bukan sebuah patung yang mati rasa. Jungkook mendesah pelan lalu menatap Jihan yang tengah terlelap. Dia menggenggam tangan lembut itu lalu mengecupnya.
“ Maafkan aku, Jihan. Aku mencintainya tapi... Aku juga mencintaimu. ” Kata Jungkook lembut.
Dan tanpa diduga, Jihan tiba-tiba membuka matanya dan menatap Jungkook. Mata itu berkaca-kaca, Jungkook gelagapan lalu tersenyum palsu.
“ Siapa dia, Jeon? ” Lirih Jihan.
🐾 The Truth Untold 🐾
Wajah Ahreum terus dihiasi oleh senyuman selama seharian ini. Pasalnya, hari ini Eunwoo bersamanya seharian penuh. Luka Ahreum belum bisa dikatakan sembuh, karena dia masih sering merasakan nyeri pada bagian bekas operasinya.
Eunwoo kecilnya tengah tertidur pulas di sampingnya, tangan mungilnya tidak bisa lepas dari ujung bajunya. Ahreum juga tidak bisa banyak bergerak karena di tangan kanannya tertembus jarum infus.
Jadi, dia hanya bisa memeluk malaikat kecilnya itu. Jemari Ahreum sibuk memainkan helaian rambut halus yang menutupi kening Eunwoo.
“ Eungh... Eomma.. ” Eunwoo mengigau lalu memeluk erat tubuh ramping Ibunya.
“ Eomma isseo. ” Ahreum menepuk pelan punggung sempit Eunwoo.
Kadang Ahreum heran, kenapa dia bisa langsung jatuh cinta pada bocah mungil ini? Saat pertama melihatnya, Ahreum langsung jatuh hati pada bocah menggemaskan itu. Mendengar namanya saja sudah bisa membuat Ahreum tersenyum.
“ Kuharap aku bisa melihatmu tumbuh dewasa. Melihatmu diwisuda, dan melihatmu menikah hingga kau memiliki buah hati. Kuharap, Tuhan masih memberiku waktu sampai kau besar nanti. Kadang Eomma membayangkan, saat Eunwoo dewasa berlari pulang dan memelukku. Lalu kau bilang, kau menemukan seorang bidadari cantik. Yang mampu membuat bocah kecilku bertekuk lutut. ” Ahreum tersenyum lalu mengusap air matanya.
“ Eomma menyayangimu. ” Satu kecupan manis berhasil mendarat di pipi bulat Eunwoo.
To Be Continued~~
Morning guys^^
Selamat beraktifitas!! 😘
Btw, gara-gara kebanyakan JiminAhreum stand. Semalem aku dimimpiin Jimin masa.. 😂
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
