14. When Big Baby Getting Sick

7.6K 883 16
                                        

Genap 1 minggu, setelah kejadian itu. Kini Ahreum bisa fokus pada keluarga kecilnya dan dia juga membuka sebuah butik setelah keluar dari perusahaan Jin. Pagi-pagi sekali Ahreum sudah bangun dan berkutat di dapur padahal udara pagi ini sangat dingin hingga membuat Ahreum merasa kalau tubuhnya seperti membeku.

Tapi untuk suami dan anaknya, dia rela bangun pagi dan menyiapkan sarapan. Dan biar kuberitahu, kalau semakin ke sini, perasaan lain mulai muncul dalam hati Ahreum. Dia... Mulai menyukai Jungkook, terkadang dia berterimakasih pada Tuhan. Karena telah menghadirkan 2 orang yang mampu membuat hari-harinya lebih berwarna.

Tap...

Tap...

Tap...

Ahreum memfokuskan pandangannya pada anak tangga, Jungkook sudah siap dengan pakaian kerjanya tapi wajahnya kelihatan murung. Ahreum segera mendekatinya, meraih dasi berwarna hitam di saku jasnya dan memasangkan pada leher Jungkook.

“ Kau baik-baik saja? ” Tanya Ahreum.

Jungkook mengangguk dan menatap Ahreum sayu.

“ Wajahmu pucat. Kau tidak perlu berangkat ke kantor kalau kau merasa tidak baik. ” Saran Ahreum.

“ Aku baik-baik saja, hari ini ada rapat penting. Aku berangkat. ” Kata Jungkook lalu pergi tanpa sarapan.

Ada sedikit rasa kecewa saat Jungkook tidak menyentuh masakannya barang sedikitpun. Tapi Ahreum mencoba mengerti, mungkin Jungkook sedang sibuk jadi dia buru-buru.

🌈 The Truth Untold 🌈

Ahreum duduk termenung di ranjangnya, dia menatap sebuah foto yang dia temukan di saku kemeja Jungkook saat Ahreum mencuci tadi. Ahreum yakin 100% kalau itu pasti Hong Jihan, mendiang istri Jungkook.

Ahreum menatap foto itu lekat, dia memang cantik. Sebagai wanita, Ahreum juga mengakui itu. Manik mata coklatnya begitu menawan, senyumannya juga begitu manis. Pantas saja kalau Jungkook tidak bisa melupakannya sampai detik ini. Ahreum mengerti betapa berharganya Jihan bagi Jungkook. Dia juga merasakan hal yang sama saat Ayahnya pergi.

Bahkan Ahreum berharap, Ayahnya dan Jihan bisa bertemu di langit sana. Agar mereka tidak kesepian, Ahreum mengusap setets air mata yang keluar dari pelupuknya.

“ Aku akan menjaga mereka. Untukmu. ” Gumam Ahreum sambil tersenyum.

Tin... Tin...

Ahreum segera meletakkan foto itu di meja dan berlari keluar, itu pasti Jungkook. Ahreum menuruni anak tangga dengan sedikit berlari, dia begitu antusias untuk menyambut kedatangan suaminya.

“ Biar aku yang buka pintunya! ” Seru Ahreum pada seorang pelayan yang sudah memegang gagang pintu.

Ahreum menampakkan senyumannya lalu membuka pintu. Namun senyumannya luntur begitu saja saat melihat keadaan Jungkook. Wajahnya pucat pasi, nafasnya pendek tidak beraturan, dengan pandangan mata yang meredup. Dia melangkah masuk perlahan, Ahreum memegang kedua pundak Jungkook.

“ Kau baik-baik saja? ” Tanya Ahreum cemas.

Belum sempat mulutnya terbuka. Tubuh itu ambruk, Jungkook jatuh pingsan menimpa tubuh Ahreum. Beruntung kepala Ahreum tidak menghantam lantai dengan keras. Ahreum merasakan suhu tubuh Jungkook turun derastis. Wajahnya yang tenggelam di ceruk leher Ahreum begitu dingin.

The Truth UntoldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang