18. Just Let Me Love You

6.9K 890 34
                                        

Jungkook mendaratkan kedua tungkainya di dalam ruang rawat Ahreum, dokter bilang setelah Ahreum siuman nanti, dia diperbolehkan pulang. Jungkook mengamati setiap lekuk wajah Ahreum, dia bukan tidak senang atas kehamilan Ahreum tapi malam itu, benar-benar bukan kehendak Jungkook.

Eung... ” Terdengar lenguhan pelan bersamaan mata Ahreum yang terbuka. Dia menatap sekeliling lalu berhenti pada Jungkook.

Sshh... ” Ahreum mendesis saat merasakan bagian punggungnya yang sakit.

Jungkook masih diam, menatap Ahreum dengan pandangan— yang entah apa artinya.

“ Apa kata dokter? ” Tanya Ahreum menatap Jungkook bingung.

Jungkook masih bergeming, menatap Ahreum dengan pandangan sayu lalu...

“ Kau hamil. ”

Saat itu juga, raut wajah Ahreum berubah. Dia tidak tau harus senang atau sedih.





“ Lalu, kalau suatu saat nanti jasadnya ditemukan dan dia masih hidup, apa yang akan kau lakukan? ”



“ Jasadnya ditemukan dan dia masih hidup, apa yang akan kau lakukan? ”


“ Dia masih hidup, apa yang akan kau lakukan? ”

Seketika itu, pertanyaan Taehyung kemarin mulai berterbangan di kepala Ahreum. Dan Ahreum yakin 100% kalau Jungkook pasti tidak pernah mengharapkan bayi itu ada. Setetes air mata berhasil keluar dari pelupuk Ahreum.

“ Kalau begitu, ini berita buruk untukmu. ” Kata Ahreum sambil menyeka air matanya.

“ Apa maksudmu? ” Sikap dingin Jungkook kembali menghinggapinya.

“ Aku tau, kau tidak akan pernah mengharapkan janin ini bukan? ” Ahreum tersenyum miris, tangannya mengepal kuat menahan tangis.

Sementara Jungkook masih terdiam. Entah apa yang sedang ada di pikiran pria itu.

“ Sekarang, pergilah! ” Ahreum membalik badannya dan memunggungi Jungkook.

Tanpa menjawab atau menanggapi perkataan Ahreum. Jungkook bangkit berdiri dan pergi dari sana. Meninggalkan Ahreum yang terisak semakin keras. Ada satu bagian di dadanya yang berdenyut nyeri. Suara isakan Ahreum mengisi ruangan yang cukup luas itu. Selama ini, Ahreum tidak pernah meminta harus memiliki takdir seperti ini.

The Truth Untold ⛄

Suara dentingan jam dinding memenuhi indra pendengaran Ahreum. Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam tapi mata cantik Ahreum masih enggan untuk tertutup. Dia berdiri di balkon kamar sambil menatap langit yang gelap, tanpa bintang.

Sesekali Ahreum menghela nafas pelan. Sesekali pula matanya mencuri pandang pada sosok yang tengah terlelap memunggunginya. Sebelum mata Ahreum kembali fokus pada pemandangan lampu di depannya.

Appa, kadang aku berpikir, pasti sangat menyenangkan kalau aku bisa ikut denganmu. Kau tau Appa? Di sini, aku sama sekali tidak mendapatkan hakku. Aku tidak mendapatkan kasih sayang seorang Ayah, tidak mendapatkan cinta, dan tidak mendapatkan hakku untuk dicintai. ” Ahreum tersenyum miris lalu mengusap air matanya dengan punggung tangannya.

Hiks... Aku juga ingin mendapat cinta seperti yang kau berikan pada Eomma. Aku ingin cinta yang seperti itu... Hiks... Tapi aku tidak mendapatkannya... Hiks... ” Suara isakkan Ahreum begitu mendominasi di ruangan itu.

Beberapa menit, hanya suara isakkan Ahreum yang terdengar. Suaranya begitu menyayat hati, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Tidak membiarkan sang bulan melihat wajah kacaunya.

Hiks... Apa yang harus kulakukan Appa? Hiks... Aku tidak pernah minta untuk mengandung janin ini... Hiks... Aku tidak pernah memintanya... ” Ahreum terus mengeluarkan amarahnya lewat air mata sampai dia merasakan sesuatu menyelimuti pundaknya.

Ahreum membalikkan badannya dan terkejut bukan main saat melihat, siapa yang ada di belakangnya. Jungkook telah menyampirkan jaket tebal berbulunya pada Ahreum.

“ H... Hai.. Kenapa kau bangun? ” Ahreum segera menunjukkan senyum terbaiknya dan menghapus air matanya cepat-cepat.

“ Sedang apa kau di sini? ” Jungkook bertanya balik, masih dengan wajah datarnya.

“ A.. Aku.. Aku sedang— ”

Ahreum mengerjap beberapa kali saat secara tiba-tiba Jungkook menariknya dan merengkuhnya erat.

“ Maafkan aku. ” Satu kalimat yang keluar dari bibir Jungkook itu mampu membuat pertahanan Ahreum roboh.

Dia terisak dan menggeleng di pelukan Jungkook. Ahreum tidak pernah menyangka kalau rasanya akan sesakit ini.

“ Maaf karena telah menyakitimu. Aku mendengar semuanya. Maafkan aku. ” Bisik Jungkook sarat akan penyesalan.

Ahreum tidak sanggup berkata-kata, hanya isak tangis yang mampu dia keluarkan, yang mampu dia luapkan.

“ Aku memang tidak pernah menyadari perasaanmu. Tidak pernah menyadari keinginanmu. Dan tidak pernah menyadari kesalahanku. Awalnya aku memang tidak bisa meletakkan sedikit saja bagian hatiku padamu. Tapi kau, kau mampu membuatku jatuh hati dengan caramu sendiri. Dan kau tau, kau berhasil. Aku mulai menyukaimu. Jadi sekarang.. ” Jungkook berhenti sesaat.

“ Biarkan aku mencintaimu, Ahreum. ” Ahreum menangis semakin keras sebelum dia mendongak, menatap wajah putih itu.

“ Kalau begitu, jawab satu pertanyaanku. ” Kata Ahreum, Jungkook menatapnya lekat lalu mengangguk.

“ Jika suatu saat Jihan kembali. Siapa yang akan kau pilih? Aku atau Jihan? ” Jungkook terdiam membisu. Inilah pertanyaan yang selama ini mengelilingi kepalanya. Kalau dia ditakdirkan untuk memilih salah satu dari mereka. Jungkook mungkin akan memilih..







Cinta sejatinya.








To Be Continued~~

Awww... Akhirnya aku bisa double up. Makasih buat kalian semua yang udah mau support aku

Love you all 💏

The Truth UntoldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang