⛔ Warning!!
Lagi-lagi Ahreum dibangunkan oleh terik sinar matahari, mata indah itu masih enggan untuk terbuka. Dengan malas, Ahreum membuka matanya. Pukul 8 pagi, tubuh Ahreum terasa sangat sakit terlebih lagi di bagian bawahnya— tunggu. Ahreum merasakan kalau kepalanya sangat sakit seakan puluhan ton batu besar tengah dilempar padanya.
Ahreum menatap sekeliling ruangan dengan mata sayunya. Tapi Ahreum merasa ada yang aneh dengan tubuhnya— tunggu, bukankah semalam Ahreum menggunakan setelan jeans dan T- Shirt berwarna putih? Lalu sekarang tubuhnya terbalut oleh lingerie berwarna merah maroon?
Mata Ahreum terbelalak, dia segera duduk dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang half naked. Dia mengerjap berkali-kali untuk mengingat kejadian semalam.
Saat di mana Jungkook mabuk berat lalu merancau tidak jelas dan...
Mereka melakukannya.
“ T.. Tidak mungkin.. S... Semalam aku tidak mungkin.. ” Ahreum menggeleng untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Tapi Ahreum belum pikun dia ingat semua kejadian semalam. Ditambah lagi pagi ini tubuhnya seakan dipatahkan dan bagian pusat tubuhnya yang nyeri bukan main. Serta ada beherapa bercak noda di sprei dan rambut Ahreum yang sudah acak-acakan. Membuat Ahreum semakin yakin kalau Jungkook memang sudah menidurinya semalam.
“ Aish... Kenapa aku bodoh sekali? ” Gerutu Ahreum sambil menepuk kedua pipinya keras.
Dan gerakannya terhenti saat Jungkook tiba-tiba keluar dengan hanya berbalut handuk yang melilit pinggang hingga lututnya. Ahreum membelalakkan matanya, terpaku dengan bentuk tubuh Jungkook.
Otot perut menonjol, lengan kekar, dan bahu yang sangat lebar itu mampu membuat Ahreum terpaku seperti terhipnotis oleh sebuah mantra.
“ Kenapa? Tidak pernah melihat pria shirtless? ” Kata Jungkook sumringah, bagaimana tidak?
Dia pasti bahagia karena sudah berhasil merenggut aset berharga milik Ahreum.
“ Y... Yaaakkk!! Tutup tubuhmu!! ” Pekik Ahreum.
“ Kenapa, kau sudah melihat lebih dari ini semalam. ” Jungkook menyeringai puas sambil mengeringkan rambutnya.
“ Dasar pria mesum!! Dan... Dari mana kau dapatkan pakaian bodoh ini?! ” Marah Ahreum.
“ Itu kado dari Ibu. ” Ahreum berhasil dibuat kesal untuk kesekian kalinya oleh tingkah Jungkook yang berubah-ubah.
Terkadang manis, hangat, menjengkelkan, ceroboh, bodoh, arogan, dan sekarang mesum!
“ Aku membencimu!! ” Kata Ahreum.
Jungkook tersenyum dengan pandangan nakalnya yang mulai muncul lagi. Dia merangkak menaiki ranjang, memaksa Ahreum mundur hingga tersudut di headboard. Entah kenapa tapi pandangan Ahreum segera auto focus pada bibir plum Jungkook. Dia menelan salivanya pelan.
“ Bibirmu menolakku, tapi tubuhmu berkata lain. ” Bisik Jungkook dengan pandangan yang tidak bisa lepas dari bibir Ahreum.
Dia semakin mendekatkan wajahnya, memiringkan wajahnya, dan... Berhasil menguasai bibir itu untuk yang kesekian kalinya.
💓 The Truth Untold 💓
Setengah jam berlalu dan Ahreum masih tidak berani beranjak barang sedikitpun dari ranjang dengan keadaan yang masih kacau. Rasanya dia tidak sanggup berdiri karena pusat tubuhnya terasa sangat sakit.
“ Dasar kelinci bodoh! ”
“ Menjengkelkan! ”
“ Kasar! ”
“ Mesum! ”
Ahreum terus mengeluarkan makiannya dan bergerak pelan berniat membersihkan tubuhnya. Tapi sekecil apapun gerakan Ahreum, tubuhnya pasti langsung bereaksi.
“ Ssshhh... ” Ahreum meringis kesakitan.
“ Kenapa kau belum membersihkan tubuhmu? ” Jungkook kembali dengan kantong plastik di kedua tangannya.
“ Asshh... S... Sakit bodoh! ” Maki Ahreum.
“ Apa? ” Bingung Jungkook sambil meletakkan kantong plastik itu di atas meja.
” Milikku. ” Ahreum meremas pinggiran ranjang.
Jungkook menatap Ahreum sayu lalu mendekat, dia duduk di samping Ahreum dan mengelus kepalanya pelan.
“ Maafkan aku. Semalam aku mungkin bermain kasar karena pengaruh alkohol. Aku lupa kalau ini adalah pertama kalinya untukmu. Kau perlu bantuan? ” Tawar Jungkook.
“ A.. Aku perlu kamar mandi. ” Akhirnya Ahreum pasrah, dia tidak akan bisa berjalan ataupun berdiri untuk hari ini jadi dia membutuhkan Jungkook.
Jungkook segera membopong tubuh Ahreum beserta selimut tebalnya. Dia mendudukkan tubuh Ahreum di atas toilet duduk yang tertutup.
“ Aku akan tunggu di luar. ” Kata Jungkook lalu menutup pintu kamar mandi dan menunggu Ahreum untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara itu, Jungkook sudah meminta petugas hotel untuk membereskan kamarnya. Tidak lama kemudian, terdengar teriakan Ahreum memanggil nama Jungkook. Jungkook segera membuka pintu.
“ Kau sudah selesai? ” Tanya Jungkook yang dibalas dengan anggukan.
Jungkook membopong tubuh berbalut selimut tebal itu dan mendudukkannya di sisi ranjang.
“ Bisa kau menolongku lagi? ” Tanya Ahreum ragu.
“ Apa? ”
“ Aku harus mengganti pakaianku. ” Ucap Ahreum dengan wajahnya yang memerah.
“ Y.. Ya? ” Mendadak Jungkook terbata.
Pikirannya mulai melayang kemana-mana, dia hanya mematung memandang Ahreum.
“ YAKK!! Kau hanya perlu mengambilkan pakaianku saja! Selebihnya aku bisa lakukan sendiri! Dasar otak mesum! ” Pekik Ahreum.
“ Lagipula siapa yang mau melihat tubuh kerempengmu itu? ” Ahreum berhasil dibuat emosi hingga rasanya dia ingin meledak.
“ Yaakkk!! Dasar pria menyebalkan!! Kalau saja aku sedang tidak sakit aku pasti sudah— ” Ahreum berhenti, ragu dengan kalimat yang akan keluar berikutnya.
“ Sudah— apa? ” Tantang Jungkook sambil menyodorkan sebuah setelan jeans pendek dan kaos kebesaran berwarna hitam.
“ Menendang alat vitalmu! ” Ahreum mengambil pakaiannya dari tangan Jungkook.
“ Aish... Kau terlalu frontal. ” Kata Jungkook lalu pergi meninggalkan Ahreum sendirian.
“ Pria sialan! ” Umpat Ahreum.
To Be Continued~~
Heloo cintakyuuuuu...
Ada yang masih menunggu Ahreum sama Jungkook? Atau menungguku? 😚😅
Vomment juseyo 💋
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
